Tidak Meminta Minta Pada Manusia

Tidak Meminta Minta Pada Manusia

2016-03-19_7-26-51

Meminta-minta adalah sikap yang sama sekali tidak diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam.. Demikian juga para nabi dan rasul sebelum beliau, tidak ada yang mengajarkan untuk meminta-minta kepada manusia. Para utusan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. justru memberikan keteladanan berupa kemandirian.

Sejak belia, nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam. sudah bekerja sebagai penggembala. Saat beranjak dewasa, beliau bekerja sebagai pedagang. Bagaimana dengan nabi-nabi sebelumnya? Nabi Nuh AS. adalah seorang tukang kayu, nabi Musa AS. adalah penggembala, dan nabi Daud AS. adalah seorang pandai besi. Ini adalah sebagian keteladanan yang dicontohkan oleh para utusan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. dimana mereka mengajarkan kepada kita untuk tidak hidup dari meminta-minta kepada manusia.

Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. bersabda,

“Sungguh, seseorang dari kalian mengambil talinya lalu membawa seikat kayu bakar di atas punggungnya, kemudian ia menjualnya, sehingga dengannya Allah menjaga kehormatannya. Itu lebih baik baginya daripada ia meminta-minta kepada manusia. Mereka memberinya atau tidak memberinya”.[HR. Bukhari]

Saudaraku yang dirahmati Allah, sesungguhnya meminta-minta itu bukanlah perbuatan yang diajarkan dalam Islam. Bahkan, hukum asalnya pun adalah haram. Meminta-minta hanya dibolehkan untuk keperluan yang berkenaan dengan kepentingan umum umat Islam, seperti untuk pembangunan sarana peribadatan, pendidikan, bantuan untuk fakir-miskin dan anak-anak yatim.

Namun, apakah umat Islam dilarang secara total dari perbuatan meminta-minta atau adakah golongan yang dikecualikan? Salah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. yaitu Qabishah bin Mukhariq al Hilali RA. meriwayatkan bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. pernah berkata kepadanya,

“Wahai, Qabishah! Sesungguhnya meminta-minta tidak dihalalkan kecuali bagi salah seorang dari tiga macam: (1) seseorang yang menanggung hutang orang lain, ia boleh meminta-minta sampai ia melunasinya, kemudian ia berhenti (tidak meminta-minta lagi), (2) seseorang yang ditimpa musibah yang menghabiskan hartanya, ia boleh meminta-minta sampai ia mendapatkan sandaran hidup, dan (3) orang yang ditimpa kesengsaraan hidup sehingga ada tiga orang yang berakal dari kaumnya mengatakan “Si Fulan telah ditimpa kesengsaraan,” ia boleh meminta-minta sampai ia mendapatkan sandaran hidup. Meminta-minta selain tiga hal itu, wahai Qabishah, adalah haram, dan orang yang memakannya adalah memakan yang haram”.[HR. Muslim]

Betapa tidak terhormatnya sikap meminta-minta ini hingga Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. bersabda,

“Seseorang senantiasa minta-minta kepada orang lain hingga ia akan datang pada hari Kiamat dengan tidak ada sekerat daging pun di wajahnya”.[HR. Bukhari]

Segala yang diwasiatkan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. tiada lain dan tiada bukan adalah sebagai pedoman bagi kita untuk bisa meraih kebahagiaan hidup baik di dunia dan di akhirat. Tak ada satupun wasiat yang beliau sampaikan dengan tanpa tujuan apalagi dengan kesia-siaan. Semoga kita bisa mengamalkan ke-tujuh wasiat Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. ini sehingga kita menjadi bagian dari golongan orang-orang yang oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. diberi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

referensi : smstauhiid
Klik Untuk Chat
👋 Hubungi Kami Via Whatsapp, Team Customer Support Online Kami Siap. Tanyakan Apapun Kepada Kami.