Nasihat-nasihat Seputar Do’a

Nasihat-nasihat Seputar Do’a

1. Doa Nabi Daud

Nabi Daud merupakan seorang hamba Allah yang sangat rajin beribadah kepada Allah Swt. Karena kesalehan dan kesungguhannya dalam mendekat kepada Allah itulah ia dianugerahi berbagai keutamaan. Salah satunya ia dimasukkan ke dalam daftar Nabi yang dimuliakan Allah. Tentang kesalehan Nabi Daud, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam.

mengungkapkannya dalam beberapa hadits, di antaranya beliau menyatakan bahwa shalat Nabi Daud adalah shalat yang terbaik, ia bangun pada sepertiga malam terakhir untuk menyembah Allah. Shaum Nabi Daud pun adalah shaum yang terbaik, beliau sehari shaum dan sehari berbuka. Doa Nabi Daud pun termasuk salah satu doa terbaik. Ia tidak memohon harta, pangkat, jabatan, atau popularitas. Yang dimohon adalah cinta-Nya Allah, cintanya orang-orang yang mencintai Allah, dan ia memohon agar dicintakan kepada amal-amal yang dicintai Allah.

Inilah penjelasan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. mengenai doa Nabi Daud tersebut, di mana kita dianjurkan untuk mendawamkannya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. bersabda, “Di antara doa Nabi Daud ’Alihis Salâm ialah, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan aku memohon kepada-Mu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.” Dan apabila Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. mengingat Nabi Daud beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.” (HR Tirmidzi)

“Siapa mencintai orang yang mencintai Allah, berarti ia mencintai Allah. Siapa memuliakan orang yang memuliakan Allah, berarti ia pun memuliakan Allah” Sufyan Ats Tsauri.

2. Nasihat Iblis

Dalam banyak riwayat terungkap bahwa zaman dulu, Iblis seringkali menemui orang-orang saleh, terutama para nabi, untuk berdialog dengan mereka. Dari pertemuan tersebut, seringkali terlontar “kata-kata hikmah” dari Iblis berkaitan dengan strateginya dalam menjerumuskan manusia. Untuk zaman sekarang, Iblis dan bala tentaranya biasanya tidak langsung berhadapan, akan tetapi langsung masuk ke dalam diri manusia.

Dikisahkan dari Ibnu Umar bahwa Iblis pernah mendatangi Nabi Musa. Ia berkata, “Wahai Musa, engkau telah dipilih Allah dengan risalah-Nya, dan Allah telah berbicara padamu: “Wa kallamallahu Musa taklîmân”. Aku ini makhluk Allah juga. Aku ingin bertaubat. Karena itu, mohonkanlah syafa’at untukku agar Allah mengampuniku”. Nabi Musa kemudian berdoa pada Allah. Maka, Allah Swt. berfirman, “Wahai Musa, Aku penuhi permintaanmu. Tapi katakan pada Iblis agar dia bersujud pada kuburan Adam terlebih dahulu”.

Setelah itu, Nabi Musa memberitahukan apa yang difirmankan Allah Swt. kepadanya. Bagaimana reaksi Iblis? Dia marah besar dan berkata, “Dulu, ketika Adam masih hidup, aku tidak mau bersujud kepadanya. Mana mungkin aku harus bersujud kepadanya setelah ia mati?” Karena sikapnya tersebut, Iblis tidak mendapatkan ampunan dari Allah Swt.

Setelah itu Iblis berkata kepada Musa, “Musa aku berutang budi padamu. Engkau telah memintakan ampun pada Allah untukku. Sekarang aku akan memberikan nasihat padamu. Ingatlah aku dalam tiga keadaan, agar aku tidak membinasakanmu. Pertama, kalau engkau marah, ingatlah aku. Karena, saat engkau marah, ruhku berada dalam hatimu dan mataku berada dalam matamu. Kedua, ingatlah aku ketika engkau menghadapi peperangan. Aku datangi anak Adam. Aku ingatkan dia tentang anaknya, istrinya, dan keluarganya sehingga ia meninggalkan medan perang. Ketiga, hindarilah berduaan dengan seorang perempuan yang bukan muhrim-mu. Ketahuilah, pada saat itu aku akan menjadi utusanmu untuknya, dan menjadi utusannya untukmu”. Í

“Setan itu memunculkan cetusan pikiran buruk dan mendustakan kebenaran. Sedangkan malaikat mencetuskan pikiran baik dan membenarkan kebenaran. Bersyukurlah kepada Allah apabila engkau memiliki cetusan pikiran kebaikan.
Jika selain itu, berlindunglah kepada Allah dari godaan setan” Abdullah bin Mas’ud

3. Penghalang Ijabahnya Doa

Dalam kitab Ushul Kafi, Abu Abdillah Ash Shadiq menceritakan, ”Dahulu kala di kalangan Bani israil ada seorang bapak yang berdoa kepada Allah tiga tahun lamanya agar dikaruniai anak laki-laki. Setelah melihat doanya tidak juga terkabulkan, ia pun berkata, ’Wahai Tuhanku, apakah diriku ini jauh dari-Mu sehingga Engkau tidak mendengarkanku, ataukah Engkau dekat denganku sehingga Engkau tidak mengabulkanku?’

Tidak berselang lama, dalam tidurnya, bapak ini didatangi oleh seseorang yang mengatakan, ”Engkau berdoa kepada Allah Swt. semenjak tiga tahun lalu dengan lisan yang kotor dan hati yang kasar serta jauh dari ketakwaan, dan dengan niat yang tidak benar. Tinggalkanlah pembicaraan yang kotor, bertakwalah kepada Allah, dan perbaiki niatmu.’ Lelaki ini pun melakukan apa yang dinasihatkan olehnya. Kemudian, ia berdoa kepada Allah, dan akhirnya ia dikarunia seorang anak laki-laki’.” Í

“Dosa yang menolak doa adalah niat yang buruk, hati yang kotor, berkhianat kepada teman, meninggalkan janji yang telah disepakati, mengakhirkan waktu shalat sampai habis waktunya, meninggalkan taqarrub kepada Allah dengan tidak melakukan kebaikan dan sedekah, serta berkata kotor lagi keji” Ali Zainal ’Abidin

TAHUKAH ANDA?

Berdasarakan Al Qur’an dan hadits Nabi, ada beberapa prasyarat yang harus diperhatikan oleh seorang hamba yang berdoa agar doanya diijabah oleh Allah Swt., di antaranya:

1. Makanan, minuman, dan pakaian orang yang berdoa diperoleh dari harta halal. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. bersabda, “… Perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya.” (HR At Thabrani)

2. Tidak terburu-buru atau memaksa Allah untuk segera mengabulkannya doa tersebut. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. bersabda, “Doa salah seorang di antara kamu akan dikabulkan selama dia tidak terburu-buru dan meminta segera dikabulkan doanya, seraya mengatakan, ‘Aku telah berdoa tetapi doaku belum dikabulkan’.” (HR Bukhari)

3. Tidak berdoa untuk bermaksiat dan memutuskan hubungan silaturahmi. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. bersabda, “Doa seorang hamba akan tetap dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk suatu perbuatan dosa, atau perbuatan yang memutuskan tali silaturahmi …” (HR Muslim)

4. Memanfaatkan waktu-waktu mustajabnya doa, di antaranya: (1) sepertiga malam terakhir; (2) ketika berkumandang azan; (3) antara azan dan iqamat; (4) setelah shalat fardhu; (5) pada saat Lailatul Qadr; (6) bulan Ramadhan; (7) hari Arafah; (8) hari Jumat; (9) ketika imam naik ke atas mimbar pada hari Jumat hingga selesai shalat; (9) akhir waktu Ashar pada hari Jumat; (10) ketika sujud; (11) ketika khatam Al Qur’an; (12) dalam perjalanan; (13) saat teraniaya; (14) ketika berkecamuknya perang membela agama Allah; (15) ketika hujan lebat.

5. Berdoa di tempat-tempat mustajabnya doa, di antaranya: (1) di Masjidil Haram, khususnya di Multazam; (2) di Masjid Nabawi, khususnya di Raudhah; (3) di masjid; (4) di kendaraan.

4. Doa Terbebas Dari Utang

Suatu hari, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. masuk ke dalam masjid. Beliau berjumpa dengan seorang laki-laki Anshar. Beliau pun segera menyapanya, “Hai Abu Umamah, mengapa aku tidak melihat engkau duduk pada waktu selain waktu shalat? Apakah engkau mempunyai utang dan mngalami kesulitan?” Abu Umamah segera mengiyakan.

Lalu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. berkata kembali, “Maukah aku ajarkan satu kalimat yang jika engkau ucapkan, Allah akan menghilangkan kesulitan dan membayarkan utangmu?”

Ia berkata, “Tentu saja, wahai Rasulullah.”

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. bersabda, “Katakanlah pada waktu pagi dan sore: ‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kecemasan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kebakhilan. Aku berlindung kepada-Mu dari utang yang banyak dan penindasan orang-orang besar.”

Abu Umamah bercerita kepada kita, “Aku melakukan apa yang dipesankan Rasulullah, dan Allah menghilangkan kesulitanku dan melunasi utang-utangku.” (HR Abu Daud)

“Wahai anakku, hindarilah berutang. Ia adalah kehinaan pada siang hari dan keresahan pada malam hari” Luqman Al Hakim. Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Referensi : https://www.syaamilquran.com/
Klik Untuk Chat
👋 Hubungi Kami Via Whatsapp, Team Customer Support Online Kami Siap. Tanyakan Apapun Kepada Kami.