Belajar menyadari kesalahan

Nasehat Akhlak dari Lukman pada AnaknyaSubhanahu Wa Ta’alaSegala sesuatu yang ada di dunia ini, baik yang terlihat maupun tersamar. tidak ada satupun yang bisa luput dari pengawasan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, begitu juga dengan diri kita, Allah lah yang senantiasa menatap dan melihat apa yang kita lakukan didunia ini, dan Allah pun telah mengutus dua sosok malaikat yang kehadirannya tidak kita ketahui yang selalu setia mengabdikan dirinya untuk menjalankan setiap perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, untuk mencatat segala amal baik dan buruk yang kita kerjakan.

Maka disadari atau tidak kita ini adalah insan yang tidak akan pernah bisa luput dari kesalahan sekecil apapun, baik itu kesalahan yang sengaja kita lakukan ataupun kesalahan yang tidak kita sadari kehadirannya di dalam kehidupan kita. Kesalahan yang kita lakukan pun bervariasi baik itu kesalahan kita terhadap diri sendiri, teman, saudara, orang tua, bahkan kesalahan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Islam mengajarkan dengan begitu indahnya manakala kita melakukan suatu kesalahan dan kita menyadari akan kesalahan yang kita lakukan teserbut, maka sudah seharusnya kita mengintrospeksi dan menghisab diri kita sendiri dan bertaubat agar tidak melakukan kesalahan yang sama.

Menyadari kesalahan yang kita perbuat tentu bukanlah hal yang mudah dilakukan manakala kita tidak menyertakan elemen hati yang bersih dari segala prasangka dan keburukan yang ada dan akhirnya ketika kita tahu bahwa kesalahan yang kita lakukan sudah teramat fatal dan kronis barulah muncul penyesalan yang teramat sangat.

Memang begitulah penyesalan, selalu hadir belakangan. Tetapi ada juga mereka yang ketika melakukan suatu kesalahan kemudian dengan berani mau mengakui kesalahan yang dilakukan dengan tulus ,dan berjanji menjadi insan yang lebih baik lagi dan tidak akan melakukan kesalahan yang sama di kemudian hari.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Setiap anak Adam pasti ada salahnya dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah yang banyak bertaubat.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Lantas apa yang bisa menyebabkan seseorang berani untuk menyadari kesalahan dirinya sendiri:

1. Ketika seseorang mendapatkan cobaan dan ujian.

Cobaan dan Ujian yang datang menghadang adalah cara Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam menyadarkan agar hamba-Nya bisa kembali ke jalan yang benar. Biasanya seseorang akan benar-benar kembali mengingat Allah dan menyadari kesalahan yang dilakukan manakala ia sedang benar-benar berada di ujung tanduk, dimana tidak ada lagi orang yang mampu menolongnya melainkan hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang punya kuasa untuk menolongnya dengan cara yang tidak disangka-sangka. Maka sudah sepatutnya diri kita menjadikan cobaan dan ujian yang Allah berikan sebagai sarana sekaligus undangan khusus agar kita senantiasa berada dalam jalan yang diridhoi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk ke dalam surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam goncangan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang bersamanya : Bilakah datang pertolongan Allah? Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah amatlah dekat.” (QS. Al Baqarah: 214)”.

2. Ketika seseorang mendapatkan hidayah

Hidayah bisa datang dari mana saja layaknya cobaan dan ujian yang Allah berikan kepada setiap hamba-Nya. Karena sungguh Allah lah Yang Maha Kuasa memberikan hidayah kepada setiap hambaNya yang telah Ia pilih. Hidayah bukanlah sesuatu yang sekedar dinanti, tetapi ia akan benar benar bisa kita dapatkan manakala kita memiliki kesadaran diri untuk mencarinya, yaitu ketika kita sedang membaca Al-Qur’an ataupun melihat kejadian-kejadian yang membuat kita mampu untuk menyadari kesalahan yang kita lakukan. Karena sungguh Allah lah Yang Maha membolak-balikan hati kita.

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (Al-Qashash: 56).

3. Ketika ada orang yang setia memberikan nasehat.

Kehadiran orang-orang shaleh di dalam kehidupan kita merupakan bagian yang penting, setidaknya dengan kita sering berkumpul dengan orang-orang shaleh akan membuat kita semakin giat untuk melakukan amal shaleh pula. Nasehat-nasehat yang indah dan menyejukkan hati yang berasal dari Al-quran dan hadist yang disampaikan dengan cara yang indah akan lebih mudah untuk kita serap dan masuk ke dalam hati kita dan membuka hati kita untuk sadar akan setiap perbuatan yang kita lakukan selama ini.

Maka mulai saat ini, janganlah malu untuk menyadari akan kesalahan yang kita perbuat, memohon maaf kepada sesiapa saja yang pernah tersakiti oleh diri kita, dan juga memohon ampunan agar senantiasa diberikan pintu Taubat oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Jangan sampai kita masuk ke dalam lubang kesalahan yang sama, cukup sudah kesalahan yang pernah hinggap di episode kehidupan kita menjadi sebuah pelajaran yang berharga di masa yang kini kita jalani.

Teruslah mengajak diri dan hati untuk selalu menghisab setiap perbuatan yang dilakukan, karena bisa jadi banyak kesalahan yang tidak kita sadari yang berdampak buruk pada diri kita.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

referensi : (dakwatuna/muslimahzone)