Indikator Sukses Meraih Keutamaan Ramadhan


“Berapa banyak orang yang berpuasa namun ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga…(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits Rasulullah tersebut harusnya dapat membangkitkan kewaspadaan kita untuk tidak terjerumus di­dalamnya. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan agar kita tidak termasuk orang-orang yang disinggung dalam hadits Rasulullah tersebut.

1. Memenuhi target pembacaan Al Qur’an

Orang yang berpuasa di bulan ini, sangat dianjurkan memiliki wirid Al Qur’an yang lebih baik dari bulan-bulan selainnya. Minimal dapat meng­khatamkan satu kali sepanjang bulan ini, seperti yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam.

2. Memelihara lidah

“Bila salah seorang dari kalian berpua­sa maka hendaknya ia tidak berbicara buruk dan aib. Dan jangan berbicara yang tiada manfaatnya dan bila dimaki seseorang maka berkatalah, “Aku ber­puasa.” (HR. Bukhari)

3. Menjaga pandangan dari yang haram

Puasa yang tidak membuat pelakunya memelihara mata dari yang haram, menjadikan puasa itu nyaris tak memiliki pengaruh apapun dalam per­baikan diri. Karenanya boleh jadi puasa­nya secara hukum sah, tapi substansi puasa itu tidak akan tercapai.

4. Menghidupkan malam dengan ibadah

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menganjurkan umatnya untuk menghidupkan bulan Ramadhan dengan shalat malam dan doa-doa tertentu. Tanpa menghidupkan malam dengan ibadah tarawih, tentu seseorang akan kehilangan momentum berharga.

5. Tidak makan berlebihan di saat ber­buka;

Berbuka puasa bukan ajang membalas dendam setelah menahan lapar dan haus selama siang. Puasa pada hakikatnya adalah pen­didikan bagi jiwa untuk mengenda­likan diri dan menahan hawa nafsu. Hasil pendidikan itu tercermin dalam pribadi orang yang lebih bisa bersabar, menahan diri, tawakal, tidak emosional, tenang dalam menghadapi berbagai persoalan.

6. Mengoptimalkan Infaq

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam adalah sosok yang pal­ing murah hati dan dermawan di bulan Ramadhan. Di bulan inilah, satu amal kebajikan bisa bernilai puluhan bahkan ratusan kali lipat dibandingkan bulan­-bulan lainnya. Momentum seperti ini sangat berharga dan tidak boleh disia­-siakan.

7. Memperbanyak ibadah di 10 hari terakhir

Rasulullah dan para sahabat mengkhu­suskan 10 hari terakhir untuk berdiam di masjid, meninggalkan semua kesibukan duniawi. Mereka memper­banyak ibadah, dzikir dan berupaya meraih keutamaan malam seribu bu­lan, saat diturunkannya Al Qur’an.

Pada detik-detik terakhir menjelang us­ainya Ramadhan, mereka merasakan kesedihan mendalam karena harus ber­pisah dengan bulan mulia itu. Sebagian mereka bahkan menangis karena akan berpisah dengan bulan mulia.

8. Tidak bermaksiat lagi setelah Ramadhan

Jangan memandang Idul Fitri dan se­lanjutnya sebagai hari “merdeka” dari penjara untuk kembali melakukan ber­bagai penyimpangan. Orang yang ber­puasa dengan baik tentu tidak akan menyikapi Ramadhan sebagai kerang­keng, melainkan sebagai sarana pembelajaran dan introspeksi untuk berbuat lebih baik di bulan-bulan pasca Ramadhan.

9. Memelihara kesinambungan ibadah setelah Ramadhan

Amal-amal ibadah satu bulan Rama­dhan adalah bekal pasokan agar ru­hani dan keimanan seseorang mening­kat untuk menghadapi sebelas bulan setelahnya. Orang akan gagal meraih keutamaan Ramadhan jika tidak meles­tarikan amal-amal ibadah yang pernah ia jalankan dalam satu bulan itu.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Sumber : https://muslimafiyah.com/