Sifat Malu, Dapat Mendatangkan Kebaikan

2016-04-06_6-36-02Sebagian orang menyatakan bahwa sifat malu bisa merugikan diri sendiri seperti pepatah mengatakan “malu bertanya sesat di jalan”. Namun di samping itu, malu sangat penting dimiliki terutama oleh umat Islam, karena malu merupakan sebagian dari iman. Dengan rasa malu maka kita sebagai hamba Allah bisa terhindar untuk melakukan perbuatan dosa karena merasa malu terhadap Tuhan. Hal ini pun banyak diulas dalam Kumpulan Hadits Rasulullah tentang Malu. Beberapa diantara hadits tersebut adalah:

اَلْـحَيَاءُ لاَ يَأْتِيْ إِلاَّ بِخَيْـرٍ

Oleh Imran bin Husain r.a berkata bahwa Rasul bersabda: “Rasa malu itu dapat mendatangkan kebaikan.” (HR. Muttafaq ‘alaih)

الْحَيَاءُ مِنَ الْإِيْمِانِ

Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Dan rasa malu adalah sebagian dari iman.” (HR. Muttafaq ‘alaih)

 

عَنْ أَبِي مَسْعُوْدٍ عُقْبَةَ بِنْ عَمْرٍو الأَنْصَارِي الْبَدْرِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى، إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ

Dari Abu Mas’ud Al-Badri r.a berkata bahwa Rasul bersabda: “Sesungguhnya diantara kata-kata kenabian terdahulu yang masih teringat oleh masyarakat adalah: ‘Jika kamu sudah tidak memiliki rasa malu maka kamu akan berbuat semaumu’.” (HR. Al-Bukhari)

الْحَيَاءُ لَا يَأْتِي إِلَّا بِخَيْرٍ

Dari Imran bin Husain r.a berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Rasa malu itu semuanya baik.” (HR. Muslim)

“Rasa malu terhadap Allah merupakan dasar dan landasan utama bagi setiap rasa malu.”

Dari berbagai hadits tersebut dapat disimpulkan bahwa rasa malu penting dimiliki untuk beberapa hal terutama dalam beribadah kepada Allah. Saat seseorang tidak memiliki rasa malu terhadap Allah maka ia akan melakukan berbagai hal tanpa mempedulikan syariat Islam, begitupun jika tidak memiliki rasa malu terhadap manusia maka ia dapat melakukan segala hal sesukanya tanpa mempedulikan manusia di sekitarnya.

Rasa malu perlu diterapkan pada diri sendiri dan juga malu terhadap Allah dan Rasul-Nya, Malaikat serta malu terhadap makhluk ciptaan Allah lainnya. Seperti halnya syetan dan jin yang dengan bebasnya ia dapat melihat manusia, sementara manusia tidak demikian. Kita pun dianjurkan untuk memiliki rasa malu terhadap malaikat sebagaimana dalam HR. Muslim bahwa kita harus memiliki rasa malu terhadap malaikat qariin dan para malaikat penjaga serta pengawas dan juga pencatat alam manusia. Jika kita memiliki rasa malu maka kita tidak akan beranjak pada hal tercela lainnya, karena rasa malu ini bisa menjaga seseorang dari perbuatan tercela lainnya.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Sumber : https://muslimah.or.id/8705-sifat-malu-dan-keutamaannya.html