Mengenal 7 Lapisan Langit dalam Islam beserta Penghuninya


Menatap langit yang begitu luas sejauh mata memandang tentu akan membuat kita semakin mensyukuri dan mengagumi segala karya Sang Pencipta yang sangat luar biasa.

Berpikir dan merenungi bagaimana Allah menciptakan segala sesuatu dengan begitu sempurna bisa menjadi media bagi kita untuk mempertebal keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Beberapa dalil menjelaskan bagaimana langit diciptakan dengan Kuasa Allah yang tanpa batas. Tentang penciptaan langit yang memiliki 7 lapis tentu sangat menarik untuk dipelajari. Untuk lebih jelasnya, kita bisa mengenal 7 lapisan langit dalam Islam yang akan kami sebutkan di bawah ini.

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak dapat melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (QS. Al Mulk [67]: 3).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman: “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi.” (QS. Ath-Thalaq [65]: 12).

Penyebutan kata ‘langit’ dalam Al-Qur’an diulang sebanyak 310 kali. Dalam Bahasa Arab, langit disebut sebagai ‘al-sama’ yang diambil dari kata jamak ‘al-samawat’. Adapun untuk kata ‘al-sama’ tersebar dalam beberapa surat sebanyak 120 kali, sementara untuk bentuk jamaknya ‘al-samawat’ diulang sebanyak 190 kali.

Berbicara tentang 7 lapisan langit, tentu tidak bisa dilepaskan dari peristiwa besar yang dialami oleh junjungan kita Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa Sallam, yaitu Isra’ Mi’raj. Karena dalam peristiwa tersebut, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dengan didampingi oleh Malaikat Jibril menempuh perjalanan yang luar biasa jauhnya hanya dalam waktu sekejap.

Dikisahkan pula bagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam melewati 7 langit dan bertemu dengan beberapa penghuninya sesuai hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik Al Anshary Radhiyallahu ‘Anhu.

Langit tingkat pertama

Pada tingkatan langit yang pertama, dikisahkan bagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bertemu dengan Nabi Adam AS. Dalam pertemuan tersebut, Nabi Adam AS dan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam saling bertegur sapa dan kemudian melajutkan perjalanannya kembali. Tidak lupa Nabi Adam AS membekali Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dengan do’a agar beliau senantiasa diberikan kebaikan dalam setiap urusannya.

Langit tingkat ke dua

Pada langit tingkat kedua ini Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bertemu dengan Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS, dimana keduanya juga bersikap ramah dan memberikan do’anya untuk kebaikan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam sebalum beliau melanjutkan perjalanannya menuju ke langit tingkat ketiga.

Langit tingkat ke tiga

Di langit tingkat ketiga, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bertemu dengan Nabi Yusuf AS yang merupakan manusia tertampan ciptaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dalam pertemuan tersebut, Nabi Yusuf AS memberikan sebagain ketampanannya kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dan juga memberikan do’a untuk kebaikan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam.

Langit tingkat ke empat

Pada langit tingkat ke empat ini Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bertemu dengan Nabi Idris AS, seorang nabi yang diberikan banyak pengetahuan dan merupakan manusia pertama yang mengenal tulisan.

Sama halnya dengan pertemuan sebelumnya dengan para Nabi, Nabi Idris juga memberikan do’anya kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam agar mendapatkan kebaikan dalam setiap urusannya.

Langit tingkat ke lima

Pada langit tingkat ke lima ini Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bertemu dengan Nabi Harun AS yang tak lain adalah saudara dari Nabi Musa AS yang senantiasa mendamping Nabi Musa AS dalam berdakwah kepada kaum Bani Israil dan juga Raja Fir’aun untuk beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dalam pertemuan tersebut, Nabi Harun AS juga memberikan do’anya kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam agar beliau mendapatkan kebaikan.

Langit tingkat ke enam

Di langit ke enam, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam disambut dengan hangat oleh Nabi Musa AS layaknya sahabat yang lama tidak bertemu. Nabi Musa AS yang dikenal penyabar ini pun memberikan do’anya kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam agar mendapatkan kebaikan dalam setiap urusannya.

Langit tingkat ke tujuh

Di langit yang ke tujuh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bertemu dengan Bapaknya para Nabi, yaitu Nabi Ibrahim AS. Kemudian Nabi Ibrahim AS mengajak Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menuju ke Sidratul Muntaha sebelum bertemu dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sidratul Muntaha digambarkan sebagai sebuah pohon dengan keindahan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Di Sidratul Muntaha inilah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berdialog dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan menerima perintah menjalankan ibadah shalat wajib lima waktu.

Langit adalah sebuah misteri. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan.” (QS. Qaaf [50]: 38).

Sejatinya semua ketentuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengandung hikmah, dengan penciptaan langit, bumi dan seluruh alam semesta ini Allah telah menunjukkan Kebesaran dan Kuasa-Nya. Wallahu a’lam Bish-shawab.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Sumber: https://www.tongkronganislami.net/