Cara Rasulullah Mengajarkan Kebaikan


Para nabi dan rasul yang diutus Allah Swt. untuk menyebarkan risalah-Nya adalah para pengajar (mualim) yang ditugaskan menyampaikan petunjuk dan kebaikan kepada umatnya.

Dalam salah satu hadist disebutkan, “Sesungguhnya, Allah yang mengutusku sebagai seorang mualim dan pemberi kemudahan (bagi manusia).” (HR Muslim)

Tujuan diutusnya mereka adalah untuk membimbing umatnya agar menempuh jalan yang lurus, menyelamatkan mereka dari kegelapan menuju alam yang terang, dan mengajari mereka hal-hal yang belum diketahuinya.

Dari seluruh nabi dan rasul yang diutus oleh Allah Swt., Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. adalah utusan terbesar sekaligus pemimpin para anbiyaa’. Beliau dididik dan diajari langsung oleh Allah Al ‘Alim, Zat Yang Maha Mengetahui. Atas bimbingan Allah Swt. beliau mengajari para sahabatnya. Bagaimanakah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. mengajarkan ilmu dan kebaikan kepada para sahabat?

Beberapa cara yang dilakukan Rasulullah dalam mengajarkan ilmu dan kebaikan kepada umatnya, sebagaimana disampaikan Dr. Muhammad Utsman Najati dalam buku Psikologi Nabi: Membangun Pesona Diri dengan Ajaran Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. diantaranya:

1. Metode Tausiyah atau taklim langsung. Di sini, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. berperan sebagai guru di mana para sahabat sebagai murid menghadap langsung kepada beliau, menyimak tausiyah beliau, dan menanyakan apa yang belum diketahui.
2. Metode Peniruan; merupakan metode terpenting yang dipraktikkan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Caranya, Nabi mengerjakan sebuah amal dan para sahabat mengikutinya. Salah satunya dalam pelaksanaan shalat.
3. Metode Trial and Error; dilakukan dengan melakukan serangkaian uji coba untuk memecahkan masalah tertentu. Melalui metode ini seseorang akan belajar memberikan jawaban-jawaban baru untuk situasi yang dia hadapi, sehingga akhirnya terlatih memecahkan masalah. Dengan cara ini, seseorang bisa sampai pada derajat manusia arif. “Bukan orang yang sabar kecuali orang yang pernah mengalami kesalahan, dan bukan orang yang arif kecuali orang yang pernah melakukan uji coba.” (HR At Tirmidzi, Ahmad, dan Hakim)
4. Metode Pengondisian; Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. sangat sukses menerapkan metode ini. Nuansa ketaatan mutlak kepada Allah Swt., berhasil beliau ciptakan di kalangan para sahabat. Pengondisian untuk shalat tepat waktu misalnya. Setiap sahabat akan merasa malu dan berdosa bisa tidak bisa menunaikan shalat tepat waktu plus berjamaah di masjid. Sampai-sampai Umar bin Khathab menginfakkan kebun kurmanya karena terlambat datang ke masjid. Para sahabat pun dikondisikan untuk selalu menyambut seruan berperang di jalan Allah. Siapa pun yang mengabaikan seruan ini akan mendapat “hukuman” dari masyarakat. Seperti kisah tiga sahabat yang “diasingkan” dengan tidak diajak bicara selama 40 hari, karena menolak ikut perang Tabuk.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. adalah manusia utama. Beliau pun adalah pengajar terbaik bagi umat manusia. Bahkan, “ijasah mengajar” beliau diberikan langsung oleh Zat Yang Maha Berilmu.

Berdasarkan uraian tersebut, kita bisa melihat bahwa metode pengajaran beliau tidak kalah mentereng dibanding dengan metode-metode pengajaran yang dikemukakan para pengajar dan psikolog masa sekarang, sebab sumbernya langsung dari Allah Swt., Zat Yang Maha Mengetahui Ilmu.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086