Agar Ketika Beramal Terasa Bahagia

ada amal kecil, sederhana, ringan namun saat dilakukan menjadi terasa berat. Dan, ada juga amal yang besar dan berat namun saat dilakukan menjadi terasa ringan dan nikmat. Perbedaan pada keduanya terletak pada niat. Orang yang beramal dengan ikhlas mengharap penghargaan dan ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala., maka amal sebesar apapun, tugas seberat apapun akan terasa ringan, nikmat dan mengasyikan. Sedangkan orang yang beramal dengan tidak ikhlas, mencari pujian dan penghargaan makhluk, maka amal sekecil apapun akan terasa berat.

Rosululloh Shallallahu’alaihi wasallam. bersabda, “Sesungguhnya setiap amalan harus disertai dengan niat. Setiap orang hanya akan mendapatkan balasan tergantung pada niatnya. Barangsiapa yang hijrah karena cinta kepada Allah dan Rosul-Nya maka hijrahnya akan sampai kepada Allah dan Rosul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena menginginkan perkara dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya (hanya) mendapatkan apa yang dia inginkan.” (HR. Bukhori Muslim)

Tidak ada pekerjaan atau amal yang nikmat selama amal tersebut kita pandang sebagai beban. Jika sedari awal saja sudah kita pandang sebagai beban, maka ketika melakukannya pun akan terasa berat. Berbeda dengan orang beriman yang setiap amal dan pekerjaannya selalu ia pandang sebagai ladang ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ia yakin bahwa sekecil apapun amal akan berlipat ganda nilainya jikalau dilakukan lillaahita’ala, sehingga ia semakin bersemangat dan semakin berenergi dalam beramal.

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : aagym