Pentingnya Makanan Halal Bagi Diri Kita

Pentingnya Makanan Halal Bagi Diri Kita

2016-03-09_8-50-43

Apakah kita sudah peduli dengan makanan halal dan haram? Tahukah bahwa penyuka hal-hal haram sama saja dengan pendusta?

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Maidah: 3)

Salah satu perintah Allah kepada manusia adalah mengonsumsi apa-apa yang telah dihalalkan-Nya dengan cara yang halal pula. Perintah ini merupakan perwujudan dari firman Allah dalam surat Al-Maaidah (5) ayat 3 di atas, yang menjadi wahyu terakhir kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam. Ayat tersebut berbicara mengenai kesempurnaan nikmat yang diberikan Allah kepada umat Islam dan umat manusia seluruhnya.

Apa kaitan kehalalalan dan kesempurnaan nikmat? Benang merahnya ada pada perbandingan jumlah hal yang dihalalkan dan diharamkan Allah. Apa-apa yang dihalalkan Allah lebih banyak dibanding yang diharamkan-Nya. Dan ini, tentu, merupakan nikmat yang besar.

Berdasarkan penggalan akhir ayat tersebut, segala nikmat yang telah diberikan Allah menjadi sempurna ketika dikatakan bahwa Islam menjadi agama yang diridhai-Nya.

Kesimpulan yang dapat kita ambil, bahwa perintah Allah kepada hamba-Nya untuk mengonsumsi apa-apa yang halal dengan cara yang halal merupakan kenikmatan dan jalan bagi orang-orang yang mencari keselamatan, perlindungan dan kasih sayang Allah, yaitu jalan Islam.

Suka hal-hal haram=pendusta

Sesungguhnya mereka yang masih tidak peduli dengan halal merupakan orang-orang yang pendusta terhadap nikmat Allah. Pernyataan mengenai nikmat Allah manakah yang telah manusia dustakan tertuang di dalam Al-Qur’an surat Ar-Rahman sebanyak 31 kali.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

referensi : ummi-online
Klik Untuk Chat
👋 Hubungi Kami Via Whatsapp, Team Customer Support Online Kami Siap. Tanyakan Apapun Kepada Kami.