Jangan Keliru Mengartikan Sholat Istikharah

Jangan Keliru Mengartikan Sholat Istikharah

2016-04-05_6-33-23

Sering merasakan hari-hari terasa berat dan sulit? Ingin mendapatkan kemudahan dari apapun keputusan yang kita lakukan? Maka kerjakanlah shalat istikharah untuk setiap urusan yang kita hadapi!

Kita sering keliru mengartikan shalat istikharah. Banyak yang menganggap istikharah hanya dilakukan ketika ragu terhadap suatu perkara, misalnya ketika hendak memilih jodoh, memilih pekerjaan, bisnis, rumah, dan lain sebagainya. Padahal tidak demikian, istikharah seharusnya kita lakukan setiap kali hendak melakukan suatu hal yang akan kita putuskan.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Termasuk kemuliaan bani Adam adalah ia mau beristikharah kepada Allah, dan termasuk kedurhakaannya adalah manakala ia tidak mau beristikharah kepada Allah” (HR. Hakim)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengajari kami shalat istikharah dalam setiap perkara atau urusan yang kami hadapi, sebagaimana beliau mengajarkan kami suatu surah dari Al-Quran. Beliau berkata, “Jika salah seorang di antara kalian berniat dalam suatu urusan, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang bukan shalat wajib, kemudian berdoalah…” (HR. Al-Bukhari)

Dari hadits di atas, kita mendapat petunjuk penting bahwa Rasulullah mengajarkan kepada umatnya untuk selalu mengembalikan urusan kepada Allah jika menemui perkara atau permasalahan. Jadi anggapan bahwa sholat istikharah hanya dilakukan ketika ada urusan yang meragukan saja adalah tidak tepat.

Fungsi Istikharah

Lantas apa gunanya melakukan sholat istikharah saat sudah mantap dengan satu keputusan dan tidak lagi memiliki keraguan tentangnya?

Fungsi shalat Istikharah setidaknya ada dua:

1. Jika seorang telah mantap dengan suatu urusan, maka ia melakukan istikharah dan memohon kepada Allah agar urusan tersebut baik dan diridhoi Allah, insya Allah bisa mempermudah jalannya untuk urusan tersebut.

2. Jika perkara tersebut ternyata tidak baik baginya, Allah akan datangkan penghalang dan pencegah baginya sehingga ia tak bisa melaksanakan urusan tersebut. Begitulah maknanya.

Hal ini merupakan tindak lanjut daripada firman Allah yang artinya:

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

referensi :ummi-online
Klik Untuk Chat
👋 Hubungi Kami Via Whatsapp, Team Customer Support Online Kami Siap. Tanyakan Apapun Kepada Kami.