Hikamah Dari Lafadz Dzikir Subhanallah, Alhamdulillah Dan laa illaha illalahu Allhu Akbar

Hikamah Dari Lafadz Dzikir Subhanallah, Alhamdulillah Dan laa illaha illalahu Allhu Akbar

2016-03-17_10-00-23

Ucapan dzikir, terutama pada pagi dan petang hari akan menimbulkan efek luar biasa bagi para pelafalnya. Ucapan dzikir itu sebenarnya mudah, yang biasa diucapkan sesudah shalat fardu seperti kalimat tasbih (Subhanallah), Tahmid (Alhamdulillah) dan tahlil (Allahuakbar), dibiasakan untuk diucapkan setiap saat dan setiap waktu.

Ada satu perbedaan mendasar bagi orang yang suka berdzikir dengan orang yang sama sekali mulutnya jauh dari dzikir. Menurut Rasulullah, perumpamaan orang yang selalu mengingat Allah dengan yang tidak, yakni laksana orang yang hidup dengan orang yang “mati”. Memang kalimat ini  bisa dijabarkan cukup luas, seperti mati rasa, mati kata hati dan nuraninya, dan sekaligus mati dalam mengerjakan kebaikan.

Bisa jadi, orang yang ‘hidup’ laksana orang yang selalu dalam keadaan dinamis, berenergi, selalu mencari jalan keluar dari setiap masalah yang menimpa. Berbeda dengan orang yang ‘mati’, ia seperti orang yang statis, tak berupaya keras untuk mencari jalan keluar setiap ada permasalahan yang muncul, sekaligus sering putus asa, menyerah dan banyak mengumpat.

Kalimat Subhanallah, mengandung pengertian, Maha Suci Allah, yakni kita berupaya menyucikan diri sendiri dan mengakui kesucian Allah. Kalimat itu juga memperlihatkan kehambaan manusia dari yang Maha Segalanya. Pengakuan ini menunjukkan begitu kecilnya manusia, maka tak selayaknya menjadi sombong.

Sedangkan kalimat Alhamdulillah, mengandung pengertian bahwasanya manusia mengagungkan Allah dengan mengucapkan syukur. Ucapan syukur ini sebenarnya tak terbatas pada saat diberikan kebahagiaan semata, karena pada prinsipnya syukur memiliki pengertian yang luas. Saat dalam keadaan sedih dan tertimpa musibah pun, manusia tetap harus bersyukur, masih juga keadaaannya lebih baik dari orang lain yang menderita.

Allah akan menambah nikmat seorang hamba yang selalu bersyukur dalam kehidupannya. Seorang akan lebih mudah membahagiakan orang lain, meneguhkan orang lain jika dalam hatinya penuh rasa syukur. Sedang, orang yang kufur nikmat, maka yang terjadi dalam kehidupannya tak pernah merasa cukup dan bahagia. Dalam dirinya yang ada hanya keluh kesah, bahagiakan diri sendiri susah, bagaimana mungkin akan membahagiakan oranglain?

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku),  sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim ayat 7).

selanjutnya kalimat laa illaha illalahu Allhu Akbar yakni pengakuan tiada Tuhan Selain Allah, tak akan menduakan dengan apapun juga, termasuk hal-hal sirik, ilmu perdukunan ataupun dengan penghambaan yang bersifat materi atau hedonisme. Untuk itu masyarakat diharapkan hati-hati dalam menyikapi apa yang sudah beredar ditengah masyarakat, yang kebanyakan kemusyrikan berbalut agama.

Lafaz diatas merupakan pembuka kunci surga. Imam al Bukhari adalam riwayat shahihnya mengatakan jika pintu surga itu ada kuncinya dan tak sembarang kunci bisa membukanya, karena kunci itu bergerigi. Dan apabila orang sering mengucapkan lafaz itu, sebenarnya telah memiliki kunci bergerigi itu apabila mengerti arti dan makna sekaligus mengamalkannya, jika tidak, ia bak membawa kunci yang tak bergerigi.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

referensi : ummi-online
Klik Untuk Chat
👋 Hubungi Kami Via Whatsapp, Team Customer Support Online Kami Siap. Tanyakan Apapun Kepada Kami.