Tamu Yang Sekadar Mampir Saja

2016-03-13_22-42-38

“Jadilah engkau di dunia bagai orang asing”, ujar Nabi ﷺ dalam riwayat Al Bukhari, “Atau musafir yang menyeberangi jalan.”

Seorang mukmin menjadikan dunia ini sebagai persinggahan. Tapi dia tamu yang baik. Mampir untuk membaikkan dan meninggalkan kebaikan.

“Jika kau berada di waktu sore jangan menunggu waktu pagi”, kata Sayyidina ‘Abdullah ibn ‘Umar, “Jika kau berada di waktu pagi jangan menunggu waktu sore.” Ini penekanan tentang waktu pulang yang rahasia, seringnya tiba-tiba, dan panjang serta rumit perjalanannya di sebalik pintu bernama maut.

Perjalanan kita, ujungnya kelak adalah sebuah pengadilan. Maka mereka yang cerdas dalam langkah-langkahnya akan mempersedikit beban dan memperbanyak bekal, serta mengurangi para penggugat dan menambah pembela hingga berlipat.

Adapun seisi bumi, sebagaimana tangan dan kaki, akan bersaksi nanti ketika mulut dikunci. Bepergian di muka bumi untuk memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan Allah; diperintahkanNya pada kita agar ruh terisi niat-niat bakti, akal menginsyafi besarnya karunia, dan seluruh jasad tersengat semangat untuk menebar manfaat. Lalu tiap butir pasir, tiap serpih debu, tiap hirup nafas, tiap ayunan langkah, tiap pijak tapak, bahkan tiap gores luka terharapkan menjadi pemberat timbangan kebajikan.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Referensi : Salim A. Fillah