Menepati Janji


Menepati janji adalah kewajiban setiap muslim. Dalam Al Quran, Allah berfirman,

“Hai orang-orang beriman, penuhilah akad penjanjianmu” (QS Al Maidah [5]: 1)

Dalam ayat lainnya, Allah menyatakan,

“Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan janji mereka. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya”. (QS Al Mu’minuun [23]: 8-11)

Dari dua firman Allah tersebut, dapat disimpulkan betapa pentingnya memenuhi suatu janji. Ibaratnya, janji adalah hutang yang harus dipenuhi. Dengan memenuhi janji yang telah kita sampaikan, Allah Swt memberikan pahala luar biasa bagi orang-orang yang melakukannya, yaitu surga Firdaus. Pastinya Sahabat Syaamil mau kan mendiami Surga Firdaus?

Setiap janji harus kita hormati, meskipun janji kepada anak-anak kita. Tidak sedikit orang tua yang mengganggap remeh dan melupakan janji terhadap anak-anaknya. Padahal anak-anak memiliki hak untuk menagih janji. Ketika janji tidak penuhi, anak-anak menjadi kecewa dan bisa jadi hal tersebut menumbuhkan ketidakpercayaan mereka kepada orang tuanya jika berjanji.

Jika orang tua menganggap ingkar janji kepada anak adalah hal biasa, maka secara tidak sadar, orang tua telah mendidik anaknya untuk membiasakan ingkar janji dan menganggap hal tersebut bukan perbuatan tercela. Orang tua telah mendidik anak-anaknya untuk tumbuh menjadi individu yang mudah berjanji dan mudah mengingkarinya.

Selain itu, orang yang paling mudah berjanji adalah calon pemimpin dan para pemimpin. Pada masa kampanye, para calon pemimpin mengumbar janji untuk mendapat dukungan, bahkan janji yang sepertinya tidak bisa terlaksana pun, disampaikan. Akhirnya, setelah terpilih, janji-janji tersebut banyak yang tidak dipenuhi.

Siapapun kita, jika berjanji, haruslah ditepati, karena Allah Swt menyatakan,

“…Dan tepatilah janji. Sesungguhnya janji itu diminta pertanggungjawabannya.” (QS Al Isra [17]: 34)

Menepati janji juga merupakan bagian dari iman, sehingga Allah Swt menyamakan orang yang tidak menempati janji dengan orang yang tidak beriman.

“Sesungguhnya, makhluk yang paling buruk di mata Allah adalah orang kafir, karena mereka tidak beriman, (yaitu) orang-orang yang kamu telah membuat perjanjian (dengan mereka) kemudian melanggar janji mereka setiap kali (berjanji) dan mereka tidak takut (akibatnya).” QS Al Anfaal [8]: 55-56)

Jika ingkar janji kepada manusia saja disebut orang kafir, apa jadinya kalau kita ingkar janji terhadap Allah? Efeknya pasti sangat buruk. Janganlah kita termasuk sebagai orang yang ingkar janji terhadap Allah. Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086