Berjamaah dalam Ukhuwah Fillah


Ukhuwah secara sederhana bermakna persaudaraan. Dalam QS. Al-Hujurat: 10, Allah menegaskan bahwa hanya orang-orang berimanlah yang benar-benar bersaudara. Penegasan ini terletak pada kata ‘innama’, yang bermakna ‘sesungguhnya hanya’.

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang berimanlah yang bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudara kalian itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kalian mendapat rahmat. (Al-Hujurat: 10)

Dari ayat tersebut, dapat disimpulkan bahwa ukhuwah memiliki tiga kata kunci, yaitu beriman, bersaudara, dan berbuat kebaikan. Kata ‘ashlihu’, selain bermakna mendamaikan, juga bermakna berbuat kebaikan. Orang-orang yang beriman pastilah bersaudara. Orang-orang yang bersaudara pasti akan berbuat kebaikan bersama-sama. Jika dan hanya jika kita beriman, bersaudara, dan bertakwa, kita akan mendapatkan rahmat Allah. Rahmat-Nya mengalahkan murka-Nya, dan rahmat yang teragung adalah surga.

“Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Tatkala Allah menciptakan makhluk-Nya, Dia menulis dalam kitab-Nya, yang kitab itu terletak di sisi-Nya di atas ‘Arsy, “Sesungguhnya rahmat-Ku lebih mengalahkan kemurkaan-Ku.” (HR. Bukhari no. 7404 dan Muslim no. 2751)

Sejatinya, ukhuwah adalah persaudaraan antar orang beriman. Persaudaraan ini seharusnya melahirkan sifat subhan (keshalihan). Secara khusus, bentuk keshalihan bagi orang beriman itu ada dua, yaitu melakukan ibadah kepada Allah, dan bertaqwa kepada Allah.

Taqwa adalah puncak dari iman, persaudaraan, dan kebaikan. Orang-orang yang bertaqwa akan dirahmati Allah, dan rahmat itulah yang menjadi sebab mereka masuk surga. Ingat, tidak ada seorang pun yang masuk surga karena amal-amal shalih, melainkan karena rahmat Allah semata.

Allah Azza wa Jalla memerintahkan kaum muslimin agar senantiasa bersatu di atas agama-Nya. Hal ini tertulis dalam kitab-Nya, sebagai berikut.

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran: 103)

Saat ini, terdapat banyak ormas (organisasi massa) Islam, dengan pemahaman Islam yang berbeda-beda. Namun, sekalipun berbeda, anggota ormas-ormas tersebut masih merupakan bagian dari kaum muslimin. Karena itu, berpegang teguh pada tali Allah tetaplah merupakan suatu kewajiban, dan persaudaraan kaum muslimin tidak boleh terputus, apalagi sampai terpecah belah.

Agar persaudaraan kaum muslimin terhindar dari kerusakan, beberapa hal yang merusaknya harus dicegah, di antaranya kemasukan pengaruh setan. Setan masuk dari tiga pintu, yaitu syahwat (sifat kebinatangan), amarah, dan hawa nafsu (sifat setan seperti syirik, hasad (dengki), dll. Pengaruh setan melalui amarah lebih besar daripada melalui syahwat, dan pengaruh setan melalui hawa nafsu lebih besar daripada melalui amarah.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086