Produktivitas Ala Seorang Muslim

Sebuah pekerjaan disebut produktif jika ada tujuannya. Dengan tujuan, kita nggak akan melakukan hal-hal yang menjauhkan kita dari tujuan. Misalnya, ada seorang muslimah yang ingin sekali menjadi hafidzah 30 juz, maka hal-hal yang dia kerjakan akan sejalan dengan tujuannya. Ia tak mungkin melakukan hal-hal yang membuat hafalannya hilang seperti mendengarkan musik dan bermaksiat, sebaliknya ia akan terus murajaah dan banyak berinteraksi dengan Alquran.

Kemudian, seharusnya tujuan pekerjaan kita itu apa sih? Berbicara tentang tujuan, kita harus tahu dulu apa tujuan Allah menciptakan manusia, karena Allah tak mungkin menciptakan kita tanpa tujuan.

Tujuan Penciptaan Manusia

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS Adz-Dzariyat: 56)

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُواْ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاء وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS Al-Baqarah: 30)

Sebagai hamba yang terikat dan khalifah di muka bumi, itulah tujuan penciptaan manusia. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim yang meyakini bahwa Alquran adalah perkataan Allah, segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini harus sesuai dengan apa yang Allah perintahkan kepada kita. Sepakat?

Sebagai hamba Allah yang seluruh aspek hidupnya terikat kepada-Nya, tujuan pekerjaan kita adalah untuk beribadah kepada-Nya. Apa-apa yang kita lihat, kita dengar, kita katakan, kita lakukan harus mengikuti segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya.

Yang kedua adalah sebagai khalifah di muka bumi. Eits, makna khalifah pada ayat itu bukan dalam cakupan sistem politik Islam yang sering disalah artikan, ya! Makna khalifah dalam ayat ini adalah bahwa kita adalah makhluk Allah yang diberi kepercayaan untuk menjalankan kehendak Allah dan menerapkan ketetapan-ketetapan-Nya di muka bumi. Sebagai khalifah, manusia diwajibkan untuk berhubungan baik dengan seluruh makhluk di bumi, juga untuk memakmurkan bumi.

Yang disebut memakmurkan adalah bertambahnya keberkahan dan kebermanfaatan. Jadi, segala hal yang dilakukan manusia khususnya kaum muslimin semata-mata adalah hal-hal yang bermanfaat untuk bumi dan tidak sedikit pun merusaknya. Dari hal kecil saja, buang sampah di tempat sampah. Coba lihat sekitarmu, masih ada sampah berserakan nggak ya?

Kesimpulannya, muslim yang produktif harus menyandarkan segala pekerjaannya dengan segala aturan yang telah ditetapkan Allah, tidak boleh melenceng sedikitpun—karena kita adalah hamba yang terikat kepada-Nya. Pekerjaan-pekerjaan kita juga harus memberi manfaat dan kemakmuran untuk bumi, bukan melakukan hal-hal yang mengotori bumi atau bahkan mengundang murka Allah seperti yang dilakukan kaum-kaum sebelum kita. Ingatkah kamu dengan kisah kaum Nabi Nuh atau Nabi Luth?

Mulai sekarang, yuk kita perbaiki tujuan dari segala yang kita kerjakan. Sebagai seorang muslim, mari sama-sama menjadikan Allah satu-satunya tujuan kita!

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *