Prinsip Jadi Muslim yang Produktif

Ramadhan, seharusnya identik dengan amalan dan produktivitas yang meningkat.

Tapi sadar atau tidak, jadwal makan yang sedikit berubah membuat sebagian dari kita malah loyo, nggak bersemangat, dan males-malesan menjalani hari di bulan puasa ini. Hmm, katanya mau jadi muslim yang produktif.

Sebelum ngaku jadi muslim yang produktif, kita bahas dan pahami dulu yuk apa sih muslim produktif itu.

Dalam Islam sendiri setidaknya ada tiga prinsip yang menjadikan seorang muslim dikatakan produktif.

Pertama, produktif berarti bekerja. Jadi, bekerja itu termasuk ibadah juga loh teman dan memang diperintahkan oleh Allah swt.

Bahkan, ada dosa yang tidak bisa ditebus dengan pahala shalat, sedekah atau haji, tapi bisa dihapus oleh jerih payah bekerja atau mencari nafkah. Nah, menjadi produktif, sesederhana kamu bekerja dan tidak berdiam diri.

Ingat, air yang jernih itu adalah air yang mengalir, bukan air yang diam menggenang. Jangan lupa bekerjanya diniatkan untuk kebaikan ya.

Kedua, produktif mengandung sikap ihsan dan itqan yang kemudian melahirkan profesionalisme. Apa itu ihsan? Sebutlah Budi. Budi tampak sungguh-sungguh bekerja ketika atasan memperhatikannya

Tapi kesungguhan itu nggak terlihat lagi manakala atasannya tidak masuk kantor. Dalam hal ini, Budi tidak menerapkan ihsan karena ia hanya bekerja maksimal saat dipantau bosnya.

Nah, ihsan sendiri berarti beramal dengan keyakinan bahwa amalannya sedang dilihat oleh Yang Maha Kuasa. Dengan begitu kita lebih mudah menjaga niat dan  kesungguhan.

Lalu apa itu itqan? Itqan adalah beramal sampai tuntas. Bayangin kamu sedang merajut kain.

Kalau kamu berhenti sebelum kainnya selesai, putus asa lalu menyudahi rajutannya, apakah kainnya akan terbentuk sesuai yang kamu inginkan? Tentu saja tidak.

Maka perlu yang namanya ihsan dan itqan dalam bekerja agar pekerjaan kamu berbuah alias produktif.

Ketiga, produktif berarti menggunakan waktu dengan bijak. Waktu bekerja adalah untuk bekerja, begitupun waktu istirahat adalah untuk istirahat.

Cukuplah seorang muslim itu dikatakan baik keislamannya dengan meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Karena lagi-lagi waktu adalah sumber daya yang sangat terbatas, maka seorang muslim yang produktif tentu saja tidak akan mau membuang-buangnya begitu saja.

Sebaliknya ia akan memikirkan bagaimana cara menghasilkan keuntungan di akhirat kelak dengan keterbatasan waktu yang ia punya.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *