Siapa Yang Sungguh-Sungguh, Ia Akan Meraih Cita-cita

Sudah menjadi keniscayaan, jika seseorang ingin meraih suatu hal yang istimewa, maka perlu upaya yang istimewa, sebaliknya aneh jika seseorang ingin hasil yang istimewa tanpa mau berusaha keras , sebagaimana firman Allah Azza waJallah ;

“ Apakah kamu mengira kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang bersungguh-sunggug diantara kamu dean belum nyata orang-orang yang sabar ( Qs. Ali Imran : 142)

Apalagi kalu kita melihat besarnya kompensasi yang dijanjikan bagi para penghafal Al Qur’an. Jadi , bila ingin sukses menghafal Al Qur’an kita harus serius dan bersungguh-sungguh untuk melaksanakannya.

Mujahadah yang pertama adalah Mujahadah An nash ( Kesungguhan hati) , yaitu kesungguhan tekad untuk menghafal Al Qur’an dengan didasari niat yang ikhlasndan pemahaman tentang keutamaannya, serta berusaha melawan kemalasan, berikutnya mujahadah nafs ini harus dibuktikan dengan Mujahadah Amal , yaitu upaya keras semaksimal yang bias dilakukan, siap berkorban, pikiran, waktu , tenaga dan sebagainya.

Orang yang ingin menghafal Al qur’an memerlukan kerja keras yang berbeda dengan yang tidak melakukannya, banyak orang yang tidak berasil menghafal Al Qur’an karena tidak siap bersungguh-sungguh dan tidak mau lelah, sebagus dan sepraktis apapun metode menghafal Al Qur’an, tetap memerlukan kesungguhan . Ada kelelahan baik dalam proses menambah dan menjaga hafalan, boleh jadi menambah nya ringan tapi ketika menjaganya harus berjuang keas dan terus menerus mengulang.

Syaikh Syadzi Abu Mu’min , pengajar Al Qur’an di Palestina mengatakan : “ Apakah engkau ingin masuk surge tanpa hisab?Engkau ingin masuk surge tanpa kesusahan ? Engkau tidak akan mendapatkan ijazah di universitas tanpa belajar , engkau tidak akan mendapatkan uang tanpa bekerja? Bagaimana engkau ingin menghafal Al Qur’an tanpa usaha? Tanpa kesusahan ?

Beberapa orang di tengah perjalanan menghafal merasa tidak mampu dan mengatakan :” Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupan nya “ ( QS 2: 286)

Konteks ayat tersebut sebenarnya menerangkan bahwa Allah tidak akan menanyakan sesuatu yang tidak mmungkin mampu dilakukan oleh manusia. Ayat ini berlaku ketika upaya kita sudah maksimal dan optimal, jadi bukan dijadikan alas an untuk bermalas-malasan, dengan ayat ini kita harus memahami bahwa setiap p0erintah Allah pasti bias dilakukan, karena Allah berfirman : “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”

Artinya manusia sanggup mengerjakan perintah Allah, sebaab tidak mungkin di kerjakan . maka tidak mungkin Allah memerintahkannya, atau dalam kondisi tertentu Allah memberikan keringan di dalamnya.

Lebih dari itu dengan kesungguhan kita menghafal Al Qur’an, malka Allah akan menunjukan jaalan kemudahan untuk kita menghafal al Qur’an .

Allah berfirman dalam surat Al Ankabut ayat: 69

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh nuntuk mencari keridhoan Kami. Benar-benar akan Kami tunjukan kepada mereka jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yasng berbuat baik”

Allahlah yang berkuasa untuk memudahkan kepada kita untyuk menghafal Al Qur’an dan menjadikannya di dada kita amun Allah perlu bukti kesungguhan kitaterlebih dahulu untuk memberikan itu. Dan sebaliknya kalau kita merasa susah, boleh jadi Allah belum melihat kesungguhan dan keseriusan kita, apabila kita serius dan bersungguh-sungguh maka kita akan mendapatkan banyak jalan untuk menghafal Al Qur’an.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *