Perintah Tadabbur dan Membaca Al-Qur’an

Tadabbur adalah salah satu cara atau metode membaca Al-Qur’an yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT. Al-Qur’an diturunkan dengan kandungan makna yang begitu luas dan mendalam. Dalam tiap ayat dan bahkan lafadz Al-Qur’an tersembunyi mutiara hikmah yang amat berharga. Karena itu membaca Al-Qur’an dengan menjadikannya sebagai sebuah amalan untuk meraih pahala saja tidaklah cukup. Al-Qur’an mengharuskan kita untuk dapat memahami, merenungkan, menyelami, serta menghayati pesan-pesannya. Al-Qur’an ibarat sebuah samudera yang luas. Di dalamnya terdapat mutiara-mutiara hikmah yang amat berharga dan dibutuhkan oleh hati kita agar dapat meraih kesulsesan dan kedaimaian hidup dengan meraih berkahnya.

Benarlah jika Al-Qur’an menamakan dirinya sebagai “bacaan”, akan tetapi dalam Al-Qur’an banyak terkandung pesan agung dan mulia yang penuh manfaat dan berkah bagi manusia sebagai salah satu fungsi diturunkannya Al-Qur’an tidak akan sampai pada tujuannya. Padahal, tujuan utama diturunkannya Al-Qur’an adalah untuk mengajak manusia berfikir dan merenungi pesan yang terkandung di dalamnya dan mengambil pelajaran. Karena itu, Al-Qur’an tidak bisa hanya dibaca begitu saja sebagai sebuah amalan tanpa ada proses tadabbur.

Cara membaca tadabbur mengharuskan pengerahan proses berfikir dan melibatkan proses perenungan yang mendalam terhadap ayat-ayat Al-Qur’an untuk dapat memahami dan menyelami makna dibalik setiap ayat tersebut. Sehingga, Al-Qur’an dapat memberikan manfaat dan berkah serta kita dapat menarik pelajaran yang ada di dalamnya.

Perintah membaca Al-Qur’an dengan tadabbur telah dikatakan oleh Al-Qur’an sendiri. Berikut firman Allah SWT :
“Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.” (QS. Shad : 29).

Tanpa melalui proses membaca tadabbur terhadap setiap ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca, amat sulit dan mustahil seseorang akan dapat memperoleh pesan-pesan berharga yang ada di dalamnya. Seseorang akan dapat meraih kemanfaatan dan berkah dari apa yang dibacanya.

Inilah feedback yang hendak dicapai dari proses tadabbur. Dengan tadabbur, seseorang dapat memahami dan dapat menarik dan mengambil pelajaran dari setiap bacaan yang dibacanya. Dengan tadabbur, orang dapat merasakan keagungan dan kehebatan Al-Qur’an, baik dari keindahab kata-katanya maupun dari kandungan maknanya yang sangat tinggi dan mendalam sehingga dapat menambah keimana seseorang.

Seseorang bisa merasakan kedekatan demi kedekatan kepada Allah SWT karena Al-Qur’an adalah perkataan atau firman-Nya. Setiap kali membaca dengan tadabbur, hatinya akan tergetar dan tergerak untuk menjalankan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.

Karena tadabbur merupakan sebuah proses pemahaman dan perenungan mendalam, ia membutuhkan kemauan dan kerja keras. Ia juga membutuhkan kesadaran dan kesiapan mental untuk menjalani prosese tadabbur. Tanpa ada kemauan keras, akan amat sulit melakukan tadabbur. Tentu saja hal ini harus dibarengi dengan akal dan hati yang terbuka untuk menangkap pesan-pesan mulia Al-Qur’an. Jika akal dan hati sudah dipenuhi pikiran yang tidak sehat, hanya akan menutup dan menjauhkan Al-Qur’an dari dirinya. Jika terjadi, Al-Qur’an tidak akan memberikan manfaat dan berkah, justru menjadikannya bertambah jauh dan bertambah pula kesesatannya.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *