Mudah Bahagia Bersama Dengan Al-Qur’an

Alasan Tidak Bahagia Bersama Al-Qur’an

Kejujuran bahwa kita belum bahagia bersama Al-Qur’an sangatlah penting. Karena hal itu akan menentukan deteksi permasalahan yang sesungguhnya. Tidak bahagia bersama Al-Qur’an dapat disebabkan oleh salah satu permasalahan, yaitu :

  • Kufur kepada Allah dalam bentuk penyimpangan akidah dan pemikiran.
  • Pengetahuan yang sedikit tentang Al-Qur’an.
  • Bsnyak melakukan dosa, sehingga jiwa tidak dapt tersentuh oleh Al-Qur’an.
  • Sedikit amal saleh. Karena amal saleh satu dengan yang lain saling berdampak menghasilkan motivasi amal saleh.
  • Terputus-putus dalam berinterkasi dengan Al-Qur’an, lalu lbur sebulan. Apalagi yang hanya setahun sekali bersama Al-Qur’an, maka akan semakin sulit merasakan bahagia dengan Al-Qur’an.

Agar Membersamai Al-Qur’an Membahagiakan Jiwa Kita

Bagaimana cara agar bersama dengan Al-Qur’an membuat jiwa bahagia? Yaitu dengan cara membersamai dengan sebaik-baiknya, yang ditandai dengan :

  • Keikhlasan dan penghambaan kepada Allah yang utuh.
  • Membersamai namun masih setengah-setengah apalagi sedikit keikhlasan dan penghambaan kepada Allah SWT, tidak akan memberi dampak bahagia. Karena saat itu hati manusia terpecah dan tidak fokus dalam membaca Al-Qur’an. Hatinya bersama kesibukan dunia, sementara lidahnya mengucapkan ayat-ayat Al-Qur’an, maka mustahil manusia dapat menikmati kebersamaannya dengan Al-Qur’an.
  • Membersamai dengan banyak dan intensif, terus menerus, tidak terhenti karena rasa malas, tidak bersemangat, sibuk, dan lain-lain. Begitu juga bukan membersamai yang sekali=kali dilakukan lalu ditinggalkan.
  • Tadabbur atau menghayati setiap ayat yang dibaca, sampai pada perasaan bahwa Allah sedang menasehatinya.

 

Ciri Khas Orang yang Bahagia Bersama Al-Qur’an

Orang yang sudah dapat berbahagia dengan Al-Qur’an terlihat dalam sikap=sikap berikut :

  • Selalu bersama Al-Qur’an dalam kesehariannya.
  • Sehari saja jauh dari Al-Qur’an, berarti jauh dari Allah SWT. Ia tak ingin hal tersebut terjad, karena ia akan merasakan kondisi jiwa yang tidak bahagia.
  • Akan lebih semangat membaca Al-Qur’an saat ditimpa masalah yang menghimpit dan sangat menyesihkan. Al-Qur’an akan selalu mengghibur dan meringankan permasalahan yang dihadapinya.

Sebagai manusia tentu tidak akan hilang sifat-sifat menusiawinya, seperti futur (tidak bersemangat), malas dan lain-lain. Maka kondisi seperti ini tidak akan berlangsung lama, maksimal 24 jam dari kehidupannya. Beda dengan orang yang tidak bahagia dengan Al-Qur’an, futur dan malas jadi alasan untuk menjauh dari Al-Qur’an, alih-alih berusaha mengatasinya.

Saat dirinya lama tidak bersama Al-Qur’an, ia akan merasakan kekhawatiran dan gelisah yang luar biasa, takut akan kehilangan Al-Qur’an dalam waktu yang lama. Beda dengan orang yang tidak bahagia dengan Al-Qur’an, ia tidak akan merasakan apapun, walaupun sudah sebulan bahkan setahun tidak membaca Al-Qur’an, ia akan merasa tenang-tenang saja.

Topik ini dimaksudkan agar kita dapat menjadi sahabat Al-Qur’an sepanjang hidup, betapapun banyak kendalanya. Bila menghadapi kendala, segera cari solusinya, niscaya kita dapat selamamya bersama Al-Qur’an.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *