Menggapai Hidayah, Menjauhi Kesesatan

Kebanyakan orang salah dalam memahami arti hidayah dan kesesatan. Ada sebagian orang yang memahami bahwa hidayah itu seakan-akan datang dengan begitu saja berupa paketan. Contoh yang sering terjadi adalah kita sering dengar orang berkata “Saya belum mendapat hidayah. Insya Allah kalau sudah mendapat hidayah dari Allah saya pasti akan rajin shalat !’. Itu Cuma sekedar salah satu contoh uangkapan ataupun perkataan yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari dimana pernyataan tersebut terkesan menggambarkan bahwa hidayah itu turun dari langit secara serta merta. Demikian juga halnya dengan kesesatan. Mereka juga memahami bahwa yang menjadikan seseorang kafir atau sesat adalah Allah SWT, tanpa ada andil sedikitpun dari manusia. Inilah pemahaman umum dalam masyarakat kita seperti tampak pada bagan dibawah ini.

Pemahaman mereka berdasarkan firman Allah SWT berikut :

  •  مَن يَهْدِ اللّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي وَمَن يُضْلِلْ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
    “Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi.” (QS. Al –A’Raf :178).
  •  لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ
    “Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (taufiq) kepada siapa yang Dia kehendaki…” (QS. Al-Baqarah:272)
  •  لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ
    “Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (taufiq) kepada siapa yang Dia kehendaki…” (QS. Al-Baqarah:272)

Konsekuensinya bila manusia yang di beri hidayah oleh Allah maka ia akan menjadi baik sehingga ia akan diberi pahala oleh Allah dan di akhirat kelak ia akan dimasukkan ke dalam surga sebagai balasan atas segala amal baiknya. Sebaliknya orang yang disesatkan Allah maka ia kan menjadi jahat sehingga ia akan terus menerus melakukan perbuatan dosa dan di akhirat kelak dia akan dimasukkan kedalam neraka sebagai balasan atas kejahatannya. Pemahaman seperti ini akan menimbulkan pertanyaan “Dimana keadilan Allah?” Sungguh beruntung orang yang telah ditakdirkan Allah berpetunjuk dan alangkah rugi dan kasihannya orang yang ditaqdirkan Allah sesat! Subhanallah, Allah tidak akan mendzalimi hamba-hamba-Nya sebagaimana firman Allah dalam (QS. Fushshilat ayat 46) yang artinya;

“Barang siapa yang mengerjakan kebajikan, maka pahalanya untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang berbuat jahat, maka dosanya menjadi tanggungan dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sama sekali tidak mendzalimi hamba – hamba-Nya”

Hakekat masalah ini dapat dipahami dengan ayat-ayat berikut:

  • “ Katakanlah, sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dia kehendaki dan memberi petunjuk orang yang bertobat kepada-Nya”. (TQS.ar-Ra’du;27)
  • “Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri.(TQS.al-Isra:15)
  • Katakanlah: “Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat”. (TQS.Saba:50)
  • “Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya…”. (TQS.al-Imran:69)
  • “…Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. “

Dari ayat-ayat tersebut diatas kita mendapatkan informasi bahwa:
– Allah yang memberi petunjuk dan kesesatan
– Manusia itu sendiri
– Orang lain
– Syaitan

Dalam hal ini, apa peran manusia itu sendiri, orang lain dan syaitan?

Ayat-ayat tersebut dijadikan qorinah’ (indikasi) bahwa nisbah hidayah dan kesesatan dari Allah bukan nisbah langsung. Memang betul bahwa hidayah dan kesasatan itu dari Allah namun karena ada berita tambahan yang mengatakan bahwa manusia itu sendiri yang menjadikan dirinya berpetunjuk atau sesat, adanya peran orang lain dan juga syaitan maka hidayah dan kesasatan dari Allah bukan secara langsung dinisbahkan pada Allah SWT.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah ” Kalau tidak langsung lalu diberikan dalam bentuk apa?”.

Hidayah yang diberikan oleh Allah kepada manusia di dunia ada tiga macam:

1. Hidâyah al-Khalq (hidayah penciptaan)

Allah telah menciptakan dalam diri manusia secara built in adanya fitrah berupa gharîzah at-tadayyun (naluri beragama), kebutuhan dan pengakuan kepada al-Khâliq; dan qâbiliyah (kesediaan) untuk cenderung pada kebaikan maupun keburukan. Seperti firman Allah SWT; “Dan kami menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan)” (QS al-Balad 90: 10) dan Allah swt juga berfirman “ Demi jiwa serta menyempurnaan (ciptaan)Nya, maka Dia mengilhamkan kepadanya jalan kejahatan dan ketaqwaannya” (QS asy-Syams 91: 7-8). Allah juga menciptakan akal atau kemampuan berpikir untuk memahami dan membedakan yang baik dari yang buruk. Jadi semua manusia mendapat hidayah al-khaliq ini. Orang yang tidak memperoleh hidayah jenis ini, yaitu orang yang tidak sempurna atau tidak waras akalnya, tidak akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah.

2. Hidâyah al-Irsyâd wa al-Bayân (hidayah petunjuk/bimbingan dan penjelasan

Yaitu penjelasan, petunjuk dan bimbingan yang diberikan Allah dengan risalah yang dibawa oleh Rasul. Di dalamnya terdapat penjelasan tentang keimanan dan kekufuran, kebaikan dan keburukan, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk akan jalan hidup yang diridhai Allah dan yang tidak, serta akibat dari masing-masingnya baik di dunia maupun diakhirat. Di sinilah al-Quran disebut petunjuk dan Rasul adalah orang yang memberi petunjuk, “…dengan itu kami memberi petunjuk siapa yang kami kehendaki diantara hamba-hamba kami. Dan sungguh, Engkau benar-benar pembimbing manusia kepada jalan yang lurus” (QS asy-Syura 42: 52) ,(QS. ar-Ra’d 13: 7); yaitu yang menyampaikan risalah, menjelaskannya dan menuntun serta membimbing ke jalan Allah.

3. Hidâyah at-Tawfîq (Hidayah Taufik)

Tawfîq (taufik) kepada hidayah hanya berasal dari Allah (QS Hud: 88). Hidayah taufik inilah yang dinafikan dari Rasul saw. (QS al-Qashash: 56). Taufik itu bukanlah penciptaan hidayah dari tidak ada menjadi ada dalam diri manusia. Taufik kepada hidayah itu adalah penyiapan sebab-sebab hidayah untuk manusia. Taufik berkaitan dengan sebab-sebab hidayah, atau sifat-sifat hidayah, yaitu jika seseorang menyifati diri dengannya maka ia akan mendapat petunjuk (hidayah). Allah tidak memberikan taufiknya secara paksa kepada manusia; melainkan ketika manusia sudah menerima hidâyah al-khalq, menggunakan gharîzah tadayun-nya dan menggunakan akalnya; lalu sampai padanya hidâyah al-irsyâd wa al-bayân melalui Rasul, pewaris Rasul, kaum Muslim atau sarana lainnya; kemudian ia memahaminya dan menerima hujah risalah itu, maka Allah akan memberinya taufik dan memudahkannya memahami hidayah dan mengambilnya dan hidup dengannya. Allah swt berfirman; “ Dan oraang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya.” (QS. Muhammad 47: 17). “Orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami”. (QS al-‘Ankabut 29: 69).
Jadi Ketika seseorang berusaha mencari dan menjemput hidayah, Allah memberinya taufik sehingga ia mendapat hidayah. Dalam hal ini, Allah SWT tidak memaksa seseorang untuk mendapat hidayah. Allah juga tidak memaksa seseorang untuk sesat. Tidak ada orang yang dari sono-nya ditakdirkan mendapat hidayah atau sebaliknya, tersesat.

Sifat-sifat yang bertentangan dengan hidayah
• Kafir (ingkar)
• Dzalim (aniaya)
• Fasiq (fasik)
• Takabbur (sombong)
• Dholal (sesat)
• Hubbud-dunya (cinta dunia)
• Musrif (berlebih-lebihan)

Hukuman Allah swt
• Allah akan memalingkan hatinya dari kebenaran
• Allah tidak akan memeberikan petunjuk (hidayah taufiq)
• Allah akan mengunci hatinya dari kebenaran
• Allah akan menutup hatinya dari kebenaran

Seperti firman Allah swt yang tercantum dalam Ayat-ayat dibawah ini :

فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِين
“maka tatkala Mereka berpaling dari kebenaran. Allah memalingkan hati Mereka dan allah tidak akan memberi petunjuk pada kaum yang fasik.” (QS.Shof:5)

بَلْ طَبَعَ ٱللَّهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا
“…Bahkan sesungguhnya Allah telah mengunci hati Mereka karena kekafirannya, karena itu Mereka tidak beriman kecuali sebagian kecil dari Mereka.” (QS.An-nisaa:155)

كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“sekal- kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu Mereka usahakan itu menutup hati Mereka,” (QS. Al-Muthofifin:14)

Jelaslah bahwa hidayah dan kesesatan adalah manusia sendiri yang mengusahakan bukan sudah terjadi begitu saja, jikalau manusia berusaha untuk menggapai hidayah itu pasti allah memberi kemudahan atas nya. Dan seandainya manusia memilih jalan kesesatan; Allah tidak akan mentaufiqnya sehingga manusia itu menjadi sesat. Dan jikalau manusia memilih jalan kesesatan tapi dia sadar akan itu dan bertobat dan mencari hidayah maka Allah swt berkuasa untuk menghilangkan hukuman dari kesesatan itu dan menuntun hambanya ke jalan yang benar yang di ridhoi-Nya inshaAllah.

Disini manusia diperintahkan untuk berdoa memohon kepada Allah swt untuk selalu diberi taufiq dan selalu ditetapkan hatinya oleh allah swt untuk selalu pada kebenaran. Adapun doa-doa yang selalu dipanjatkan oleh Rasulullah saw sbb:

• ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ
“ Tunjukilah kami jalan yang lurus“. (QS. Al-fatihah:6)

“Ya Allah, yang kuasa membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku dalam agama-Mu.” (HR. Tirmidzi dan Al Hakim)

Ya Allah, dengan kemuliaan-Mu, tiada ilah selain Engkau, aku berlindung agar Engkau tidak sesatkan aku”. (HR. Muslim)

“Ya Allah, hiasilah aku dengan perhiasan iman, dan berikanlah aku hidayahnya orang-orang yang mendapatkan petunjuk”. (HR. An-Nasa’i)

Dari penjelasan diatas kita bisa menyimpulkan bahwa hidayah dan kesesatan memang atas kehendak Allah swt, karena kalau Allah sudah berkehendak pasti akan terjadi. Tetapi perlu kita tahu dan pahami Allah swt memberi kebebasan pada hamba nya untuk memilih jalan hidupnya sendiri, apakah manusia memilih jalan yang diridhoi Allah atau jalan yang dimurkai-Nya. seperti firman Allah swt sbb :

• وَلَوْ شَاء رَبُّكَ لآمَنَ مَن فِي الأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا أَفَأَنتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّى يَكُونُواْ مُؤْمِنِينَ
“Dan Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ?”. (QS. Yunus: 99)

• وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ
“Dan Katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir”. (QS. Al Kahfi: 29)

Khatimah

Untuk itu marilah buang jauh-jauh pemikiran bahwa hidayah itu datang dengan sendirinya karena sesungguhnya kita sendiri yang memilih apakah kita akan mencari hidayah, mengikuti hidayah tersebut sehingga tertunjuki ataukah kita akan memilih jalan kesesatan sehingga kita berada dalam kesesatan. Tidak ada paksaan sedikitpun didalamnya. Saudaraku, hidup itu untuk mati dan mati adalah jembatan menuju kehidupan yang kekal. Gunakan kesempatan yang telah Allah berikan untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Jangan kita siakan hidup yang Cuma satu kali ini. Sebentar lagi kita akan menyambut bulan Suci Ramadhon . Untuk itu maksimalkan bulan yang penuh berkah ini sebagai ajang Muhasabah. Segeralah kembali kejalan iman, segeralah bertaubat karena belum ada kata terlambat sebelum raga kita ditimbun tanah liat. Dan sungguh kita sangat berharap semoga selepas kita keluar dari bulan ramadhon ini kita akan menjadi hamba Allah swt yang benar-benar beriman dan bertakwa.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *