Mengapa Harus Berdoa?

Dalam Kehidupan sehari-hari, istilah doa berati pinta. Sebagai ibadah, doa menrupakan komunikasi batin seorang hamba dengan Tuhannya. Tak salah bila ada yang berpendapat bahwa doa merupakan perwujudan rasa cinta seorang hamba kepada Allah swt, sekaligus pengakuan akan kebutuhan dan petolongan-Nya. Sebab, ketika jatuh cinta, kita akan menjalin interaksi dan komunikasi lebih intens terhadap yang kita cintai, melebihi lainnya.

Selain itu, hakikat doa menegaskan kehambaan manusia. Berdoa berarti meminta kekuatan dan kekuasaan Allah swt. Dalam doa ada pengakuan bahwa Allah Maha Mulia, Maha Pemurah,  Maha Kuat, Maha Tinggi, dan Maha Perkasa. Meninggalkan doa bisa menyebabkan seorang sombong  karena lupa pada kehambaannya. Karena itulah Allah swt murka pada oranag-orang yang tidak mau berdoa. Dalam sebuah hadist, Rasulullah saw. bersabda, “siapa saja yang tidak meminta Allah, Allah marah padaya.”

Mengapa harus berdoa ?

Suatu hari, Sayyidah Aisyah ra. berkata kepada Rasulullah “Wahai Rasulullah, dimasa Jahiliyah, Ibnu Jud’an  menyambung silaturahim dan memberi makan orang miskin. Apakah itu bermanfaat baginya?” Rasulullah saw. menjawab,Tidak karena ia sama sekali tidak pernah berdoa; Ya Allah ampunilah kesalahan di hari Kiamat nanti.

Jadi, sebanyak apapun kebaikan yang dilakukan seorang tetapi jika didalam dirinya tidak ada kerendahan hati untuk memeohon kepada Zat Yang Mahaperkasa, akan sia-sia. Sebab, doa melambangkan ketawadhuan seseorang kepada Sang Pencipta. Orang yang tidak pernah berdoa, seolah mengesampingkan kekuasaan Allah swt. erintahkan hamba-Nya berdoa.

Imam Al Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadist yang menegaskan bahwa doa itu ibadah. Setelah menyatakan demikian, Rasulullah saw membaca ayat:”Tuhan kalian berfirman. ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyeombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam kedaan hina dina.”

Selain itu, doa merupakan satu-satunya yang dapat mengubah ketetapan Allah swt. Dalam hadist, Rasulullah saw. bersabda, “ Dan tidak ada yang dapat meolak takdir (ketentuan) Allah swt. selain doa. Dan tidak ada yang menambah ( memperpanjang umur seseorang selain (perbuatan) baik,” (HR. Al-Tirmidzi)

Bicara soal takdir, sebagai muslim kita harus percaya bahwa tak ada yang tahu selain Allah. Ketetapan Allah swt. itu misteri yang tak terpecahkan manusia, termasuk para malaikat sekalipun, dan baru terkuak ketika sudah terjadi. Saat itulah kita terbelalak kaget atau tersenyum indah. Nah, ditengah ketidak-tahuan itu kita memerlukan pegangan agar tidak mudah diombang ambingkan pesimisme dan ketakutan. Dengan doa yang diitijabah, siapa tahu ketetapan Allah swt yang buruk bisa menjadi baik. Paling tidak, dengan berdoa, hati kita siap menerima ketetapan apa pun yang datang dari Allah. Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *