Cara Untuk Memudahkan Menghafal Al-Qur’an

Menghafal Al-Qur’an pada prinsipnya adalah proses mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an, baik dengan bacaan atau dengan mendengar, sehingga bacaan tersebut dapat dapat melekat pada ingatan dan dapat diulang kembali tanpa melihat mushaf. Proses mengulang ini sebenarnya sama saja dengan materi lainnya. Pekerjaan apapun asal sering diulang-ulang pasti akan hafal.

Oleh karena itu, siapapun dapat menghafal Al-Qur’an dengan baik asal sering mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an tersebut. Sahabat Rasulullah SAW rata-rata menghafal Al-Qur’an ketika usia dewasa. Ini berarti umur bukan penghalang dalam menghafal Al-Qur’an, bukan pula kesibukan atau status sosial.

Penghalang utama menghafal Al-Qur’an adalah kemalasan, tidak ada kemauan, hilang akal, dan mati hati. Jika penyakit-penyakit tersebut lenyap, Insya Allah Al-Qur’an akan mudah dihafal. Sedang banyak sedikitnya jumlah hafalan tergantung tekad yang dimiliki. Setiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam mengingat hafalan. Sebagaian hafal setelah diulang lima kali, sebagian yang lain akan hafal jika diulang dua puluh kali bahkan lebih.

Oleh karena itu, perlu sekali memahami beberapa hal yang mempengaruhi kecepatan dalam menghafal, diantaranya :

  1. Memahami Makna Ayat Sebelum Dihafal

Ada baiknya ayat-ayat Al-Qur’an yang akan dihafal dipahami terlebih dahulu maknanya. Cara ini baik dilakukan, karena memahami makna ayat sama pentingnya dengan menghafal. Oleh karena itu, orang yang sedang menghafal Al-Qur’an disarankan terlebih dahulu membaca tafsir ayat-ayat yang hendak dihafalnya, minimal menguasai terjemahan ayat-ayat tersebut. Dengan memahami makna ayat, maka akan lebih mudah untuk mengetahui keterkaitan antara ayat yang satu dengan ayat yang lain, sehingga mempermudah mengingatnya.

  1. Mengulang-ulang Membaca (bin-nazhar) Sebelum Menghafal

Seorang yang berminatmengahfal Al-Qur’an sangat dianjurkan membaca Al-Qur’an dengan melilhat mushaf (bin-nazhar) dengan istiqamah sebelum mulai menghafalnya. Menghafal Al-Qur’an adalah proses menguklang-ulang bacaan (maintenance rehearsal). Oleh karena itu, semakiin sering mengulang bacaan akan semakin mudah menghafalnya. Sebagaimana seorang santri yang selalu membaca surat Yaasiin setiap malam Jum’at walaupun hanya satu kali, lama kelamaan dia akan hafal surah Yaasiin tersebut tanpa disadarinya.

Cara mengulang bacaan secara bin-nazhar ini sangat cocok bagi penghafal yang daya ingatnya agak lemah, hanya saja diperlukan kondisi fisik yang prima, karena harus duduk dan membaca dalam waktu yang cukup lama.

  1. Mendengarkan Bacaan Orang Yang Lebih Ahli

Disamping dapat mempermudah dalam menghafal, cara ini juga dapat digunakan untuk mengetahui apakah bacaan kita sudah baik atau belum. Cara ini dilakukan dengan mendengarkan bacaan huffazh ketika sedang membaca (sima’an), atau dengan mendengarkan kaset para qari’-qari’ah serta hafizh-hafizhah ternama yang diakui keabsahannya. Yang diperlukan tentunya keseriusan dalam mendengarkan ayat-ayat yang akan dihafal dan dilakukan secara berulang-ulang. Setelah banyak mendengarkan, barulah mulai menghafal ayat-ayat tersebut.

Disarankan juga bagi mereka yang ingin mudah menghafal Al-Qur’an sering mengikuti shalat berjamaah dengan imam yang suka membaca ayat-ayat yang panjang.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *