Belajar Itu Proses Pembiasaan, Bukan Paksaan

Di antara nikmat Allah yang terbesar yang hanya Dia anugerahkan kepada umat Islam, umatnya Nabi Muhammad ﷺ adalah Dia menurunkan Al-Quran sebagai pelajaran untuk manusia. Alquran adalah petunjuk yang jelas: “Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS. Al-Baqarah: 185).

Dan kebaikan yang didapat dengan membaca Al-Qur’an sangat berlipat sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW “Barang Siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al-Qur’an), maka dia mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan itu bernilai sepuluh kebaikan semisalnya, aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, akan tetapi alif itu satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi).

Niatan Firman (Ayah Alvin) menjadikan rumahnya lestari dengan Al-Qur’an mendapat restu sepenuhnya dari penguasa semesta alam. Minat terhadap Al-Qur’an telah tumbuh dengan sendirinya didada Alvin kecil. Allah telah memberikan hidayah kepada bocah cerdas tersebut dengan menumbuhkan ketertarikan terhadap Al-Qur’an di usianya yang baru lima tahun. Jamaknya Anak seumuran dia lebih memilih main-main lepas hanya untuk mengumbar kesenangan, tanpa orientasi.

Menyadari minat Alvin terhdap Al-Qur’an, Firman leka-lekas menanggapi dengan gembira. Dia susun sebuah metode pembelajaran yang bisa dirasakan dengan nyaman oleh anak seumuran Alvin. Dia tidak ingin anaknya belajar dalam kondisi tertekan.

Belajar itu proses pembiasaan, bukan pemaksaan. Jika anak belajar karena terpaksa, ilmu yang dipelajari akan sulit masuk, apalagi dipahami. Oleh karena itu, saya menyusun metode pembelajaran yang bersahabat dengan anak-anak,” Kata Firman.

Firman sadar, Alvin tetaplah anak-anak yang memiliki cara pandangnya sendiri terhadap dunia. Cara pandang tersebut beda dengan cara orang dewasa mempersepsikan lingkungannya. Karena itulah anak selalu membutuhkan metode spesial dan bimbingan orang tua. Metode pembelajaran pun harus disesuaikan dengan cara anak yang biasanya mempersepsikan lingkungannya dengan cara yang sangat lugu.

Dunia anak adalah dunia bermain, mengeksplorasi pengalaman baru, dan wajib hukumnya harus berlangsung dalam susasana yang menyenangkan. Suasana itu perlu dibangun dalam proes pengajaran agar perkembangan mental anak tidak terganggu.

Firman memulai metodenya secara bertahap. Sembari memperkenalkan huruf-huruf arab dalam dasar-dasar iqra’, dan rutin memperdengarkan lafal-lafal atau lantunan Al-Qur’an kepada Alvin. Jika Firman tak sempat melantunkan sendiri, dia tak putus-putusnya memutarkan rekaman atau CD yang berisi murattal para jawara baca dan langgam Al-Qur’an. Mulai pagi hingga petang, dalam kondisi bermain maupun belajar, bahkan menjelang tidur, ayat-ayat suci selalu terlantun disekeliling Alvin.

Jika anak terbiasa mendengar lantunan Al-Qur’an, lama-lama dia akan akrab dan hafal dengan sendirinya. Memori anak masih sangat mudah dibentuk. Tapi tentu saja, sebagai orangtua kita harus membimbingnya. Terutama dalam hal Makhraj-nya,” Ujar Firman.

Bagi Firman, belajar itu tidak harus di dalam kelas dengan guru atau pengajar yang berceramah. “itu akan membuat anak bosan dan malas belajar.” Menurutnya, belajar bisa dilakukan dalam segala suasana. Ketika santai, serius, atau bermain, semua bisa dimanfaatkan untuk belajar.

Ketika anak sudah mulai menghafal kata-kata yang didengarkannya, diimplementasikanlah bunyi-bunyian tersebut pada teknik pembacaan huruf. Apa yang didengar anak disesuaikan dengan apa yang dia lihat atau baca. Dari situlah timbul keselarasan antara indera pendengaran dan peglihatan. Setelah keduanya selaras, barulah menuju praktik pengucapan.

“Alhamdulillah, metode tersebut berjalan jitu. Alvin dengan cepat bisa belajar dari yang ia dengar dan bacaan huruf yang saya ajarkan. Dia sangat menikmati metode yang saya terapkan. Karena menikmati, dia pun mudah mengingat apa saja yang telah dipelajarinya,” jelas Firman.

Karena telah menjadi kebiasaan, dimana pun dan kapan pun, Alvin selalu membaca ayat-ayat yang pernah dia dengar spontan. Tak hanya membaca, tetapi juga menikmatinya. Lama-lama dia pun hafal dengan sendirinya. Belajar akan selalu menyenangkan ketika seseorang merasakan nikmat di dalam prosesnya. Ilmu yang dipelajari pun terserap dengan efektik dan maksimal.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *