Penghambat Hidup yang Harus Dijauhi

Penghalang paling besar dalam kehidupan seorang Muslim bagi jadwal kehidupan dan berbagai urusannya adalah tidak adanya perencanaan dan pengaturan program, hingga terkadang dirinya harus menghadapi tumpukan pekerjaan dalam waktu yang bersamaan hingga tidak mampu melaksanakannya.

Hal semacam ini juga banyak terjadi pada sebagian orang yang memiliki kegigihan yang kuat, hingga berbagai macam pekerjaan menumpuk, mulai dari pekerjaan tugas sampai urusan keluarga, kerabat, teman-teman akrab, dan lain-lain. Hingga tidak ada waktu baginya untuk beribadah kepada Allah ‘Azza Wa Jalla.

Keadaan tersebut disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya yakni:

– Menunda-nunda pekerjaan sehari-hari hingga pekerjaan bertumpuk-tumpuk antara satu dengan lainnya;
– Tidak menentukan skala prioritas atas pekerjaan yang harus didahulukan dan diutamakan;
– Tidak memiliki disiplin pribadi;
– Tidak memiliki kepedulian.

Tersebut di atas merupakan hal mayoritas yang umumnya dihadapi seseorang yang merupakan penghambat hidup yang harus dijauhi. Menumpuknya pekerjaan yang selalu ada dalam kehidupan seseorang adalah merupakan satu di antara penghalang kemajuan dan ketenangan jiwa yang merupakan pembantu dirinya untuk melakukan ketaatan kepada Allah ‘Azza Wa Jalla.

Maka sudah selayaknya bagi seorang Mukallaf untuk mengerahkan akal dan pikirannya pada urusan-urusan akhirat dan ini adalah prioritas utama baginya. Kemudian urusan-urusan dunia mengekor kepada urusan-urusan akhiratnya. Sungguh sangat menyedihkan, di saat saudara menemukan sebagian orang yang menamakan dirinya sebagai orang yang konsisten dalam kegigihan namun pada realitanya justru tenggelam dalam kelalaian atas pekara akhirat di tengah-tengah kesibukan duniawi, sebuah kesibukan yang tidak pernah hampir terselesaikan. Hingga setiap kali dia diajak untuk menghadiri majelis-majelis ilmu, maka dia akan menjawab dengan ucapan, “Saya sibuk sekali,” dan setiap kali orang itu dinasihati agar menyadari kewajibannya dalam menuntut ilmu ad-Din/ ilmu Agama serta membaca buku, maka alasannya adalah, “Waktunya sempit dan banayak kesibukan,” lalu kapan dirinya akan membaca? Kapan muhasabah (evaluasi) dan ishlah (melakukan perbaikan) diri? dan kapan dirinya akan menjaga Agama Allah ‘Azza wa Jalla yakni dengan mengerjakan perintah-Nya dan menijauhi apa-apa yang dilarang oleh-Nya?

Barangsiapa yang memiliki kebiasaan seperti itu, maka dirinya tidak pernah berhenti mengemukakan alasan-alasan. Dan di antara mereka ada yang benar-benar sibuk mengejar harta kekayaan dunia hingga ia mengejar harta kekayaan itu dengan penuh kehausan dan keserakahan. Wal Iyadzubillah, semoga kita dilindungi dari sikap yang demikian. Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *