Kunci Dalam Beramal

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (TQS Al-Mulk [67]: 2)

Syarat amalan yang paling mulia:

  1. Ikhlas
  2. Benar menurut syara’

Fiqh adalah aturan-aturan ibadah yang sudah dikumpulkan oleh ulama. Dalam kitab-kitab ulama ikhlas ini dijadikan dalam bab tersendiri, karena betapa pentingnya Ikhlas dalam setiap amalan kita. Amalam itu tidak ada artinya. Seperti kemana-mana membawa tas isi batu kemana-mana, berat tapi tidak ada artinya.

Ikhlas itu suatu khuluk (tingkah laku) yang mengikuti amalan seorang hamba. Hukumnya wajib senantiasa harus ada dalam hati ketika melakukan amalan apapun.

Ikhlas itu amalan hati, tidak ada yg tahu. Jadi setiap saat kita harus menanyakan terus menurus kepada diri kita, untuk apa kita melakukan ini (unk orang lain, karena merasa gak enak atau hanya untuk Allah karena mengharapkan pahala dari Allah). Ikhlas itu bisa membuat amalan tidak ada artinya, bahkan bisa dosa. Karena tipis sekali antara ikhlas dan riya’.

Misalkan ketika teman atau saudara meminta kita melakukan sesuatu, ebelum melakukannya, tanyakan kita mampu untuk ikhlas atau tidak. Kalau tidak lebih baik menolak. Jangan karena segen, akirnya kita menerima tapi ngedumel dibelakangnya. Harusnya segen itu hanya kepada Allah saja, bukan kepada yang lain.

Secara bahasa ikhlas adalah bersih dari kotoran. Dari istilah Ikhlas adalah memurnikah ibadah dan amalan hanya untuk Allah. Jadi Ikhlas adalah niat kita beribadah semata-mata hanya karena Allah. Tanda-tanda ikhlas yang paling menonjol adalah menyembunyikan amalan baiknya seperti dia menyembunyikan amalan buruknya.

Hukum ikhlas adalah wajib. Dalilnya:

Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur’an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar. (TQS Az-Zumar [39]: 2-3)

Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama. Katakanlah: “Hanya Allah saja yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku”.” (TQS Az-Zumar [39]: 11, 14)

Sebuah riwayat dari Abdullah bin Masud.

Allah itu akan menerangi orang-orang yang mendengarkan hadits Rasul, menjaganya dan menyampaikannya. Ada 3 perkara yg hati seorang muslim tidak dirasuki dengki:

  • Ikhlas, beramal karena Allah
  • Menasehati pemimpin muslim, amar ma’ruf kepada pemimpin.
  • Selalu berada dalam jamaah kaum muslimin. Karena dakwah akan menyelimuti mereka dari depan dan belakang.

(HR Tirmidzi)

Berikanlah kabar gembira kepada ummat dengan keluhuran. Barang siapa yang melakukan amalan akhirat demi mendapatkan dunia, maka amalan itu tidak ada artinya.” (HR Ahmad)

Barang siapa yang mati dengan membawa ikhlas hanya kepada Allah, tidak menyekutukan Allah, sholat dan zakat. Maka dia mati dengan membawa ridho Allah” (HR Bukhori Muslim)

Tidak akan Allah menerima amalan kecuali disertai dengan ikhlas karena meraih ridho Allah.” (HR Annasai)

Hawa nafsu bisa menghalangi keikhlasan seseorang. Kita masih mengharapkan kedudukan, penghargaan, dilihat oleh orang lain. Hasad muncul karena nafsu, kecenderungan seseorang untuk mengikuti hawa nafsu.

Keimanan seseorang dibuktikan dengan amalan, kunci amalan adalah ikhlas. Jadi inti dari iman adalah ikhlas

“Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam,” (TQS Al-An’am: 162)

Kalau ikhlas hanya karena Allah, membuat hati kita tenang, pengorbanan kita terasa tidak berat, tidak kecapean dalam berbuat segala hal. Dan tentunya memperingan langkah-langkah kita dalam melakukan ibadah kepada Allah.

HR Abu Daud, Ciri-Ciri orang ikhlas:

  1. Apakah dia itu bersungguh-sungguh beramal kepada Allah ketika banyak orang atau sendiri.
  2. Terus beramal baik ketika dipuji atau dicela.
  3. Terjaga dari apa-apa yang diharamkan Allah ketika sendiri atau bersama manusia.
  4. Dalam berdakwah akan menerima kelemahan dan kekurangannya, dan siap hidup berjamaan.

Lawan dari Ikhlas adalah Riya’. Riya’ adalah melakukan ibadah bukan hanya untuk Allah. Contoh yang paling sering kita alami seperti ketika pergi ke masjid, sering kali kita pergi ke masjid selain untuk Allah kita juga mau ketemu teman.

Riya’ adalah cabang dari kemusyrikan. Seperti sabda Rasul :

“Sesungguhnya yang paling aku takuti pada kalian adalah syirik kecil, sahabat bertanya : Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?, Rasulullah menjawab , Riya, Allah berkata di hari kiamat ketika membalas amal-amal hambaNya, “Pergilah pada yang kamu berbuat riya di dunia dan perhatikanlah, apakah kamu mendapat balasannya?”(HR Ahmad)

Semua dosa diampuni oleh Allah kecuali dosa syiri’ dan munafik. Padahal riya’ adalah syiri’ kecil, yang kalau terus menerus kita lakukan lama-lama akan menjadi syiri’ besar.

Riya’ kalau terus menerus lama-lama bisa jadi munafik. Jadi lebih baik kita lakukan amalan sedikit asalkan ikhlas. Orang selalu ria dalam beribadah akan bisa  menghantarkan dia menjadi munafik, seperti yang digambarkan dalam oleh Allah SWT dalam firmannya tentang sifat-sifat orang munafik pada Surat Annisa ayat 142 :

¨142. Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali

Siapa saja yang menuntut ilmu untuk mendapatkan perhiasan dunianya (kedudukan, temen, harga diri) mk tidak akan mencium bau syurga.

Ciri-ciri orang riya’: (seperti yang digambarkan Allah dlm Qs 4: 42)

  1. Males jika berdiri.
  2. Rajin ketika ada orang banyak
  3. Semakin bergairah beramal ketika dipuji, dan akan menurun semangatnya ketika di cela.

Disebutkan dalam hadist : Aku beritahukan bahwa ada  suatu kaum dari umatku datanng di hari kiamat  dengan kebaikan sperti gunung Tihamah yang putih, tetapi  Allah menjadikannya seperti debu- debu yang berterbangan.Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama dengan kamu melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah.(HR  Ibnu Majah )

Tujuan dari ikhlas, mendapat keridhoaan Allah. Ketika dalam kehidupan dakwah berjamaah, jangan meresa kecil hati ketika dapat banyak atau sedikit tugas. Harusnya seneng ketika melihat temannya baik dan ikhlas ketika mendapat amanah berat.

Ulama Sufyan Asyauri berkata; sesuatu paling berat bagiku adalah meluruskan niatku.Niat yang ikhlas adalah hal yang paling sulit.

Bagaimana langkah untuk ikhlas:

  1. Doa, tanpa pertolongan Allah kita tidak akan terjaga. Seperti doa Ummar bin Khotob: Ya Allah jadikan semua amalanku amalan yang sholeh, jadikan amalanku hanya untuk Kamu semata dan jangan jadikan amalanku sedikitpun untuk yang lain selain Kamu.
  2. Meremehkan amalan. Jadi amalan-amalan baik kita jangan terlalu dihitung, justru kita harus selalu mengingat-ingat dari dosa-dosa kita.
  3. Menyembunyikan amalan. Sholat yang paling baik adalah sholat di rumah, kecuali sholat wajib (HR Bukhori Muslim)
  4. Tidak terpengaruh dengan perkataan manusia. Karena perkataan itu tidak akan mengantarkan kita ke syurga atau neraka. Tapi hanya ridho Allah sajalah yang akan membawa kita ke syurga
  5. Sadarilah bahwa manusia itu bukan pemilik syurga dan neraka. Amalan yang dilakukan karena orang lain itu tidak ada manfaat buat orang lain dan tidak akan membawanya ke syurga. Jadi ketika melakukan amalan harus senantiasa ikhlas dan juga menjaga hak-hak orang lain.
  6. Ketika beramal, kita bersikap ar-roja, harap-harap cemas apakah Allah akan menerima amalannya. Dihatinya tujuannya hanya ke Allah, bukan takut dicela atau dihina oleh orang lain.

Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka” (TQS Al-Mu’minuun [23]: 60)

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa cirri-ciri orang mukmin itu adalah mereka melakukan pemberian yang baik, tapi mereka takut kalau-kalau pemberiannya itu tidak diterima oleh Allah.

Dalam HR Bukhari  Muslim : 7 golongan yang akan dinaungi Allah di akhirat nanti:

  1. Pemimpin yang adil
  2. Pemuda yang tumbuh di atas ketaatan kepada Allah
  3. Laki-laki yang hatinya selalu terikat dengan masjid
  4. Dua orang yang mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karenaNya.
  5. Seorang lelaki yang diajak berzina oleh wanita cantik & berkedudukan dan berkata aku takut kepada Allah
  6. Orang yg bersedekah dengan tangan kanannya dan menyembunnyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui
  7. Seseorang yang mengingat Allah diwaktu sendiri hingga meneteslah air matanya.

Janji Allah untuk orang ikhlas:

  • Diterima oleh Allah amalannya.
  • Dicintai oleh Allah. “Sesungguhnya orang-orang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah  akan menanamkan dalam (hati) mereka kasih saying” (TQS Maryam [19]: 96). Dalam Tafsir ibnu katsir, beliau ketika menjelaskan ayat ini menggunakan Hadits Rasul yang menyatakan “Sesungguhnya ketika Allah mencintai hamba, maka Allah akan menyeru kepada jibril bahwa Allah mencintai si fulan. Kemudian jibril akan menyeru kepada penduduk langit, bahwa Allah telah mencintai si Fulan, kemudian Jibril dan seluruh penduduk langit akan mencintai si Fulan. Dan Allah akan menumbuhkan kecintaan  di muka bumi.

Dicintai oleh orang-orang dibumi, maksudnya adalah dicintai oleh orang-orang yang beramal sholeh. Dan dibenci oleh orang-orang yang munafik & Kafir. Saat ini kebanyakan dari ummat adalah orang2-orang munafik & kafir, karena tidak adanya islam sebagai pelindung, tidak adanya lingkungan yang islami yang menerapkan hukum Islam. Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *