Khadijah Wanita paling mulia di dunia

Sayyidah Khadijah adalah seorang wanita yang kaya raya namun tetap tawadhu’ dan bersahaja. Wanita yang kaya hati dan kaya harta. Walaupun beragam kemuliaan yang disandang , ia tetaplah wanita yang bersahaja. Ia adalah wanita pertama yang masuk islam, yang lisannya langsung berikrar terhadap kebenaran wahyu Tuhan dan kerasulan Muhammad saw. Ia adalah istri pertama Rasulullah yang paling banyak menyumbangkan kontribusi ide sekaligus tenaga. Paling tulus memberikan cinta dan kekayaannya demi untuk dakwah Islam dan peneguhan pribadi serta semangat juang Rasulullah dalam menghadapi berbagai tantangan dan cobaan.

1. Background Kehidupan

Syaikh Muhammad Husain Salamah dalam bukunya ‘Nisa’ Fadhliyyat Khalladahunna At-Tarikh’ menjelaskan: Khadijah binti Khuwailid Radhiyallahu Anha, nasab dari jalur ayahnya bertemu dengan nasab Rasulullah saw. pada kakeknya yang bernama Qushay. Dia menempati urutan kakek ke empat bagi dirinya. Ibunda Khadijah RA bernama Fatimah binti Zaidah, sedangkan nenek Khadijah RA dari sang ibu bernama Halah binti Abdi Manaf, dan Abdu Manaf ini adalah kakek ke-tiga Rasulullah SAW. Ayahanda Khadijah RA bernama Khuwailid. Dia adalah tokoh terpandang dan pemuka Bani Asad bin Abdil Uzza. Khuwailid dikenal sebagai sosok yang mulia, memiliki akhlak yang luhur, kekayaan yang melimpah, sosok yang jujur dan dermawan.

Suami Khadijah yang pertama adalah Abu Halah An –Nabbasy bin Zararah At-Taimi, namun usia Abu Halah tidak panjang, ia meninggal dunia dengan meninggalkan dua putra dan kekayaan yang melimpah. Kemudian setelah itu Khadijah menikah dengan Atiq in A’id Al-Makhzumi dan dikaruniai seorang putri, namun tidak lama setelah itu Atiq bin A’id pun meninggal dunia. Setelah itu, Khadijah RA untuk beberapa masa hidup menjanda dengan penuh kebahagiaan dan ketenangan.

Di Makkah, Khadijah RA dikenal sebagai sosok wanita yang memiliki prestise dan jiwa yang mulia, hingga pada masa jahiliyyah dikenal dengan julukan “Ath-Thahirah”. Pada suatu waktu, ketika hendak mengirimkan kafilah dagangannya ke negeri syam, Khadijah RA berpikir siapakah orang yang akan ia pilih untuk membawa dan menyertai khafilah dagangannya tersebut. Pada waktu itu, seluruh penduduk Makkah ramai memperbincangkan Muhammad SAW, dari sinilah kemudian Khadijah RA menjatuhkan pilihannya kepada Muhammad SAW guna membawa kafilah dagangannya dan memperniagakannya.

Pada suatu malam Khadijah RA beranjak ke tempat duduk di dalam rumahnya setelah thawaf beberapa putaran di sekeliling Ka’bah. Dalam tidurnya yang lelap, ia bermimpi ada matahari besar yang turun perlahan dari langit kota Makkah dan berhenti tepat di atas rumahnya. Seluruh sudut ruangan yang ada di rumahnya diterangi sinar yang indah. Sinar itu memancar dan menerangi segala sesuatu yang ada di sekitarnya, sehingga menyenangkan hati sebelum menyenangkan mata setiap orang yang memandangnya. Lalu Khadijah RA terbangun dari tidurnya langsung bergegas pergi menuju rumah putra pamannya, Waraqah bin naufal untuk menceritakan mimpi nya tersebut. Waraqah bin naufal langsung tampak berbinar penuh kebahagiaan, kemudian berkata bahwa Allah Subhana wa Ta’ala akan memasukkan cahaya kenabian kedalam rumah Khadijah RA.

2. Pernikahan Berkah

Suatu ketika, Muhammad berkerja mengelola barang dagangan milik Siti Khadijah untuk dijual ke Syam bersama Maisyarah. Setibanya dari berdagang Maisyarah menceritakan mengenai perjalanannya, mengenai keuntungan-keuntungannya, dan juga mengenai watak dan kepribadian Muhammad. Setelah mendengar dan melihat perangai manis, pekerti yang luhur, kejujuran, dan kemampuan yang dimiliki Muhammad, kian hari Khadijah RA semakin mengagumi sosok Muhammad.

Khadijah RA juga teringat akan mimpinya dan cerita Waraqah bin naufal pernah membaca di kitab-kitab terdahulu bahwa Allah Subhana wa Ta’ala akan mengutus seorang rasul pamungkas kepada manusia dan masa kemunculan rasul tersebut telah tiba. Selain kekaguman, muncul juga perasaan-perasaan cinta Khadijah kepada Muhammad. Ketika Khadijah dalam keadaan gelisah, Nafisah binti Munabbih datang bertamu, kemudian ke duanya terlibat pembicaraan yang serius, Nafisah mencoba menghibur dan menenangkan Khadijah, Nafisah bergegas menemui Muhammad SAW dan menawarkan untuk menikah dengan Khadijah RA, ternyata gayung bersambut, Muhammad SAW menerima tawaran tersebut. Mendengar itu, Nafisah langsung menemui Khadijah dan menyampaikan berita bahagia tersebut.

Tibalah hari suci itu. Maka dengan maskawin 20 ekor unta muda, Muhammad menikah dengan Khadijah pada tahun 595 Masehi. Pernikahan itu berlangsung diwakili oleh paman Khadijah, ‘Amr bin Asad. Sedangkan dari pihak keluarga Muhammad diwakili oleh Abu Thalib dan Hamzah. Ketika Menikah, Muhammad berusia 25 tahun, sedangkan Siti Khadijah berusia 40 tahun. Bagi keduanya, perbedaan usia yang terpaut cukup jauh dan harta kekayaan yang tidak sepadan di antara mereka, tidaklah menjadi masalah, karena mereka menikah dilandasi oleh cinta yang tulus, serta pengabdian kepada Allah. Dan, melalui pernikahan itu pula Allah telah memberikan keberkahan dan kemuliaan kepada mereka. Kebahagiaan perkawinan pun memenuhi hati dan kehidupan Muhammad dan istrinya. Sayyidah Khadijah sangat mencintai suaminya, ia memberikan segala bentuk fasilitas kebahagiaan dan kehidupan yang damai serta tentram kepada sang suami tercinta.

Pada suatu hari, Muhammad SAW pulang ke rumah dan beliau dikejutkan dengan berita yang menggembirakan, yaitu bahwa sang istri tercinta mengandung calon bayi darinya. Mendengar berita tersebut, hati beliau bergetar dan berbunga-bunga karena sangat bahagia. Allah Subhana wa Ta’ala telah mengaruniakan seorang calon putra pertama, yang kemudian diberi nama Al-Qasim yang selanjutnya dijadikan nama kuniyah beliau yaitu Abu Al-Qasim. Ibnu Abbas ra. menjelaskan tentang anak-anak Rasulullah, ia berkata, “ Perkawinan Rasulullah SAW dengan Sayyidah Khadijah RA , dikaruniai dua putra dan empat putri, yaitu Al-Qasim, Abdullah, Zainab, Ummu Kultsum, Ruqayyah dan Fatimah.”

Berkaitan dengan Surat Adh-Dhuha

Imam Dzamaksyari berkata: “Allah SWT mendapatkanmu sebagai orang fakir, lalu Allah SWT memberikan kecukupan, yaitu kekayaan dari harta Khadijah atau dari harta Ghanimah.”
Imam Qurtubhi menjelaskan: “Membuat Rasulullah SAW cukup dengan harta Khadijah.”
Oleh karena itu Khadijah mendapatkan kedudukan yang sangat mulia dan tak terlupakan di hati Rasulullah. Dikarenakan pengorbanan hartanya yang amat sangat untuk Rasulullah SAW

3. Keunggulan Kepribadian Khadijah Sebelum Masa Kenabian

♦ Hati yang pengasih
Setelah Rasulullah SAW memerdekakan budak perempuan beliau yang pernah merawat dan mengasuh beliau pada waktu kecil, yaitu Barakah – ia adalah budak perempuan dari tanah habasyah yang selanjutnya dikenal dengan nama Ummu Aiman. Sayyidah Khadijah RA adalah orang yang paling banyak menolong Ummu Aiman. Sayyidah Khadijah RA mengasihi Ummu Aiman karena Rasulullah SAW mengasihinya, begitu pula dengan anaknya yang bernama Aiman, Sayyidah Khadijah mengasihi dan menyayangi karena Rasulullah SAW juga mengasihi dan menyayanginya.

♦ Memberikan Keturunan yang sangat berkah
Sebagaimana kita ketahui, dari semua istri Rasulullah, hanya Khadijah lah yang memberikan keturunan (anak-anak) sehingga mereka tumbuh dewasa dan berumah tangga, yang kemudian melahirkan cucu-cucu beliau.

♦ Dermawan & mengutamakan orang lain
Ketika mendengar berita pernikahan putra susuannya, Halimah As-Sa’adiyah, ibu susuan Rasulullah SAW pergi mengunjungi beliau. Ketika sampai, Sayyidah Khadijah RA pun menyambut kedatangannya dengan sambutan yang hangat dan memuliakan sang tamu terhormat, meski ia datang dari pelosok kampung yang jauh dari kemajuan. Ketika Halimah hendak kembali pulang, Sayyidah Khadijah RA memuliakannya dengan memberinya empat puluh ekor kambing dan seekor unta.

♦ Senantiasa mensupport Rasulullah untuk berbuat kebaikan
Sebelum diangkat menjadi seorang Nabi dan Rasul, Rasulullah SAW memiliki kebiasaan, yaitu pergi ke Gua Hira untuk bermunajat, bertahannuts, memikirkan dan merenungi penciptaan langit dan bumi, menjauhkan diri dari ritual penyembahan berhala yang telah menenggelam kaum Quraisy dalam kesesatan. Sayyidah Khadijah RA sama sekali tidak pernah menghalang-halanginya dan tidak pernah memintanya untuk tidak pergi ke gua Hira. Dia justru menyediakan segala kebutuhan Rasulullah saat itu, dan mendoakannya.

4. Keunggulan Kepribadian Khadijah Sejak Masa Kenabian

♦ Senantiasa menjadi penenang & support suaminya
Khadijah menjawab, “Demi Allah, tidak akan terjadi apa-apa. Allah tidak akan membuatmu hina, karena engkau selalu menyambung sanak kerabat, menolong fakir miskin, menghormati tamu dan membantu orang-orang yang tertimpa musibah”.

Khadijah mengajak Nabi saw. Pergi untuk menemui Waraqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul ‘Uzza, sepupu Khadijah. lalu Waraqah mengatakan kepada beliau, “Dia itu An-Namus (Jibril) yang juga telah diutus oleh Allah kepada Nabi Musa. Betapa seandainya aku masih muda dan masih hidup ketika nanti kaummu mengusirmu!” Rasulullah saw, bertanya, “Apakah mereka akan mengusirku?” Waraqah menjawab, “Ya. Tidak ada laki-laki yang menyampaikan wahyu seperti yang kau bawa ini melainkan akan dimusuhi. Seandainya aku masih hidup ketika nanti kau diusir niscaya aku akan membelamu dengan segenap kemampuanku”. Tidak lama kemudian Waraqah wafat dan wahyu pun turun dalam beberapa waktu.
(HR. Bukhari, hadits no.3)

♦ Hati pertama yang luluh menerima Islam
Khadijah bukanlah wanita biasa, Allah membekalinya dengan kebijaksanaan, pandangan yang jauh, kepribadian yang suci dan hati yang tajam, yang jarang dimiliki oleh manusia manapun. Masuk Islamnya beliau bukanlah karena ikut-ikut atau kepura-puraan untuk menarik hati Muhammad, namun karena benar-benar terpengaruh dan merasa haus untuk menerimanya.

♦ Manager Ulung sebuah Keluarga Ahli Syurga
Setelah Khadijah menerima Islam, dilanjutkan dengan putri-putrinya, kemudian orang-orang yang ada dalam rumahnya, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah. Al Muhibb Ath-Thabari menyatakan bahwa rumah Khadijah ra adalah tempat paling agung setelah Masjidil Haram. Rasulullah tinggal lama dirumah itu.

♦ Menjadi Orang yang Taat Beribadah bersama Rasulullah
Khadijah adalah orang pertama yang wudhu & sholat bersama Rasulullah. Urwah bin Zubair meriwayatkan bahwa Aisyah berkata: “Pada mulanya sholat wajib hanya dua rakaat, lalu turunlah perintah melakukan sholat safar, sehingga shalat ketika menetap disempurnakan”.  (Mutaffaq Alaih).

♦ Pemdamping Kuat Dakwah Rasulullah
Ketika peristiwa Rasulullah ditumpahin isi perut unta di atas kepala Rasulullah, dicekik Leher rasulullah oleh Uthbah bin Abu Mu’aith, Ruqayyah bersama suaminya Uthman bin Affan hijrah Ke habsyah, Sayyidah Khadijah selalu sabar dan berserah diri menerima takdir kepada Allah. Pada saat peboikotan secara total, umur Sayyidah Khadijah sudah 60 th, dan ia tetap mendukung Rasulullah SAW dan setia menemani beliau serta tidak pernah menyesal mendampingi Rasulullah.

5. Balasan Setimpal Yang Allah Berikan

Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu berkata; “Jibril pernah datang kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam lalu berkata, “Wahai Rosulullah, khadijah akan datang kepadamu dengan membawa bejana yang berisi cuka, makanan atau minuman. Apabila ia datang kepadamu, maka sampaikanlah salam kepadanya dari Rabbnya dan dariku. Dan berikan kabar gembira kepadanya bahwa ia berada di dalam sebuah rumah di dalam surga yang terbuat dari mutiara yang berongga yang tidak terdapat kegaduhan di dalamnya dan tidak pula keletihan”. [HR . Al-Bukhari].

6. Masa akhir Khadijah –“Amul-huzni” (tahun duka cita)

Setelah hampir tiga tahun, kaum muslimin diblokade dan diembargo di lembah (syi’b), baru saja kaum muslim menghirup udara kebebasan dan terlepas dari tragedy tersebut, Rasulullah SAW tertimpa musibah lagi dengan meninggalnya istri tercinta. Bahkan tidak berhenti sampai disitu, tidak lama berselang disusul dengan kematian paman beliau (Abu Thalib). Maka, amat sangat mendalamlah duka hati beliau, sehingga tahun tersebut terkenal dengan ‘Am Al-Huzni’ (tahun berduka).

7. Kedudukan Khadijah di Hati Rasulullah

Aisyah sangat cemburu dengan Khadijah, dan akhirnya membuat Rasulullah berkata: “Allah SWT tidak pernah memberiku pengganti yang lebih baik dari khadijah. Ia telah beriman kepadaku ketika orang lain kufur, dia mempercayaiku ketika orang-orang mendustaiku. Dia memberikan hartanya kepadaku ketika tidak ada orang lain yang membantuku. Dan, Allah SWT juga menganugerahkan aku anak-anak melalui rahimnya, sementara isteri-isteriku yang lain tidak memberikan aku anak”. (Riwayat At Tabrani).

8. Keharuman Beliau yang bisa kita ambil

Sayyidah Khadijah senantiasa menggunakan Aqalnya untuk mengenal Allah dan tetap dalam kesuciannya. Khadijah RA merupakan wanita pertama yang mukminah dan shiddiqah. Istri nabi yang tidak pernah diberi pilihan oleh Allah. Sayyidah Khadijah RA adalah satu-satunya istri Rasulullah yang pernah mendapatkan ucapan salam dan dijanjikan rumah di surga dari Tuhannya. Dari Abu Hurairah ra. berkata; “Pada suatu ketika, datang malaikat Jibril kepada Rasulullah dan mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, inilah Khadijah datang kepadamu dengan membawa sebuah bejana didalamnya ada lauk, makanan, minuman. Jika ia datang kepadamu, maka kabarkanlah kepadanya adanya salam dari Tuhannya Azza wa Jalla dan dari saya. Dan kabarkan kepadanya tentang rumah untuknya disurga yang terbuat dari benang emas dan perak, tidak ada suara hiruk pikuk di dalamnya dan tidak ada letih lesu.” (HR. Al-Bukhari).

Khatimah

Inilah sejumlah keistimewaan yang dimiliki Sayyidah Khadijah RA beserta dalil-dalil yang mendukungnya, yang dengan keistimewaan-keistimewaan tersebut menjadikan diri Khadijah layak disebut sebagai sosok manusia luhur, agung, dan ajaib. Semoga dengan menggali lebih dalam sosok wanita istimewa ini, kita dapat terinspirasi untuk meneladani dan mampu memberikan yang terbaik dari karya kita untuk agama dan kehidupan ini.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *