Kehidupan Di Kampung Akhirat

Hari herat adalah salah satu rukun Iman yang harus diimani. Oleh karena itu dalam salah satu haditsnya Rasulullah bersabda: “Dulu saya haramkan ziarah kubur, sekarang saya bolehkan agar kalian bisa mengingat kematian dan mengambil pelajaran darinya.” Kemudian beliau melakukan ziarah kubur dan mengucapkan: “Semoga keselamatan senantiasa menyertai kalian wahai penghuni kuburan dari kaum mukminin, dan kami insya Allah pasti akan menyusul kalian“.

Kata Insyaallah adalah pentahqikan (pernyataan penjelas/penekanan) bahwa kita pasti akan menyusul mereka. Orang-orang yang menyadari kehidupan akherat akan terpengaruhi pemahaman dan perbuatannya selama di dunia. Seseorang yang senantiasa ingat akan hari akherat, maka kehidupannya selalu terkontrol, akan berhenti dari kedholiman dan kemaksiatan. Dan beriman bahwa tidak ada yang keluar dari lisannya, kecuali direkam oleh malaikat Raqib & Atid. Hal ini yang terjadi pada sahabat Umar ra, saat itu beliau menjadi Kholifah di Madinah. Perkataan beliau “Kalau ada hewan yang terjatuh di Syam, maka Allah akan menghisabku”

Berbeda dengan orang Kafir yang tidak mengimani hari akhir. Mereka tidak mengimani pertemuan dengan Allah dan lebih memilih kehidupan duniawi. Sebagaimana firman Allah; “Namun, kalian (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi, sementara kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.”

Dimulai dengan tiupan sangkakala

Syaikhul islam Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Katsir menyatakan ada tiga kali tiupan. Dimana tiupan pertama, ialah tiupan “al-faz’u” ( tiupan yang mengejutkan). ‘’Dan pada hari ditiup sangkakala maka terkejut takut semua yang di langit dan yang di bumi, kecuali yang di kehendaki oleh Allah” (QS An-Naml : 87). Kedua , ialah tiupan “ash-sha’iq” ( tiupan yang mematikan). Ketiga, ialah tiupan “qiyam” ( bangkit ).

Dua macam tiupan ini terangkum dalam firman Allah SWT, artinya: “Dan ketika ditiup sangkakala maka matilah semua yang di langit dan bumi kecuali yang dikehendaki Allah, kemudian sangkakala ditiup sekali lagi tiba-tiba mereka bangun/berdiri menunggu (putusannya masing-masing).” (QS Azzumar : 68).

Sangkakala digambarkan dalam sebuah riwayat Abul-Laits dengan sanadnya dari Abu hurairah r.a berkata Rasulullah saw bersabda : “Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkala / terompet dan diserahkan kepada Malaikat Israfil maka ia meletakkannya di mulutnya melihat ke ‘Arsy menantikan bilakah ia di perintah.” Saya bertanya : Ya Rasulullah, apakah sangkakala itu? Jawab Rasulullah: Bagaikan tanduk dari cahaya. Saya tanya : Bagaimana besarnya? Jawab Rasulullah: Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutus ku sebagai Nabi s.a.w besar bulatannya itu seluas langit dengan bumi, dan akan di tiup hingga tiga kali. Pertama: Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua: Nafkhatul sa’aq (untuk mematikan). Ketiga : Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan ).”

Gambaran sangkakala /terompet ini juga telah dibuktikan NASA dalam penemuannya menggunakan sebuah peralatan yang diberi nama WMAP ( Wilkinson Microwave Anisotropy Prob).

Peristiwa kehidupan dihari kiamat dapat di lihat secara terperinci sebagai berikut:

1. Kedahsyatan hari kiamat,

  •  Firman:Allah SWT. ” Hari kiamat. apakah hari kiamat itu?. Tahukah kamu apakah hari kiamat itu?.pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Dan adapun orang- orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,……”. (QS.Al-qariah: 1-11)
  • Dalam surat az-zalzalah ayat 1-8 , Allah mengabarkan apa yang terjadi pada hari kiamat :

√  Bumi bergoncang. Ayat 1 “apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat). Hal ini di kuatkan dalam surat (alhajj ayat 1); ”hai manusia bertakwalah kepada Rabbmu, sesungguhnya kegoncangan hari kiamat ituadalah suatu kejadian yang sangat besar”

√ Bumi mengeluakan isinya, ayat 2; dan mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya”. Digambarkan pula pada surat (Al-insyiqaq :3-4).

√ Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Bumi ? ayat 3, “dan manusia bertanya. “Mengapa bumi ( menjadi begini )?”

√  Bumi Berbicara, ayat 4 …Ketika itu bumi pun berbicara. ”pada hari itu bumi menceritakan deritanya,karena sesungguhnya Rabbmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya”.

√  Manusia Keluar, ayat 5-6”pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kpd mereka (balasan) pekerjaan mereka”.

√  Balasan bagi yang Berbuat Baik dan yang Berbuat Jelek, ayat 7-8. “barangsiapa yg mengerjakan kebaikan sekecil apapun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapayang mengerjakan kejahatan sekecil apapun, niscaya dia akan melihat balasannya pula”.  Dijelaskan juga pada surat Ali-imron:30 dan Al-kahfi:49.

2. Yaumul Mahsyar

a. Mulai Peristiwa padang mahsyar. Peristiwa di Padang Mahsyar sangatlah dahsyat. Di hari itu, Allah Ta’ala mengumpulkan seluruh makhluk-Nya, yang pertama sampai terakhir di satu tanah luas yang datar.

♦ “Dan Rabb yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kamihidupkan dengan air itu negeri yg mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan(dari dalam kubur).” (QS. Zukhruf :11)

♦ Nabi SAW bersabda: ”kemudian Allah menurunkan hujan bagaikan gerimisn atau awan. Maka tumbuhlah darinya jasad-jasad manusia. Kemudian ditiup kembali sangkakala untuk kedua kalinya, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu putusan masing-masing.” (hadits shahih, diriwayatkan oleh Muslim, no.5233).

b. Kondisi manusia ketika dibangkitkan

Nafi’ dari Ibn Umar r.a berkata : “Nabi s.a.w bersabda Manusia akan dibangkitkan kembali kepada Tuhan pada hari kiamat, sebagaimana keadaan mereka ketika dilahirkan dari perut ibunya telanjang bulat. Siti A’isyah berkata : “laki perempuan berkumpul ya Rasulullah? Jawab Nabi s.a.w : “ya. Siti A’isyah berkata : “Alangkah malunya, kemaluanku dapat melihat setengah pada setengahnya.” Rasulullah sambil memukul bahu A’isyah bersabda :

• Hai putri dari putra Abu Quhafah, kesibukan orang-orang pada saat itu tidak memungkinkan akan melihat itu,
• orang-orang pada mengarahkan pandangan mereka ke langit,
• berdiri selama empat puluh tahun tidak makan, tidak minum,
• ada yang berpeluh sampai tumit, sampai betis, sampai perut dan ada sampai di mulut,
• karena lamanya berhenti, kemudian berdiri para Malaikat mengelilingi ‘arsy, lalu Allah menyuruh menyerukan nama Fulan ah Fulan maka semua yang hadir melihat-lihat orangnya, lalu keluar orang itu untuk menghadap Tuhan Rabbul ‘Alamin.
• Dan bila telah melihat pada Rabbul ‘Alamin dipanggil orang-orang yang pernah dianiaya oleh orang itu untuk diberikan dari hasanat kebaikannya kepada orang-orang yang teraniaya itu,
• karena pada saat itu tidak ada pembayaran dengan emas, perak (dinar, dirham),
• maka orang-orang selalu menagih sehingga habis hasanatnya, maka di diambilkan dari dosa orang-orang yang di aniaya itu untuk dipikulkan kepadanya,
• kemudian jika telah selesai semua maka diperintah : kembalilah ke tempatmu dalam neraka Hawiyah karena pada hari ini tidak ada Dhulum (penganiayaan)
• sesungguhnya Allah amat segera perhitunganNYA, juga pembalasanNYA.
• Maka pada saat itu tidak ada seorang Malaikat yang muqarrab atau nabi Rasul melainkan merasa bahwa tidak akan selamat, kecuali jika mendapat perlindungan dari Allah.

c. Bagaimana manusia digiring ke padang mahsyar

Manusia digiring ke padang mahsyardengan kondisi yang berbeda-beda:

♦ Dengan berjalan kaki. “sesungguhnya kalian akan menjumpai Allah dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian danbelum dikhitan”. ( HR al-Bukhari, no.6043)

♦ Ada yang berkendaraan, namun tidak sedikit yang diseret diatas wajah-wajah mereka. “sesungguhnya kalian akan dikumpulkan ( ke padang mahsyar ) dalam keadaan berjalan, dan ada juga yang berkendaraan, serta ada juga yang diseret di atas wajah-wajah kalian”. (HR at-tirmidzi)

d. Ketika matahari didekatkan dengan jarak satu mil

“Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” Sulaim bin amir ( perawi hadits ini) berkata: “demi Allah, aku tidak tahu apa yg dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yg dipakai untuk bercelak mata?” nabi SAW bersabda: ”sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dg kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Diantara mereka ada yg keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yg sampai pinggangnya, serta ada yg tenggelam dalam keringatnya….”.(HR Muslim no.2864)

∴ 10 golongan manusia yang diusir dari padang mahsyar, adalah

√  Diusir berupa kera yakni manusia yg suka mengadu domba
√  Berupa babi yakni manusia yg suka makan barang haram
√  Dihalau dg keadaan terbalik kaki diatas, kepala di bawah yakni yg suka berdusta
√  Dalam kondisi bisu dan pekak serta tidak berakal yakni golongan yg riya, bangga diri dan sombong
√  Mengunyah lidah sendiri, sedang lidahnya menjulur sampai dadanya. Keluarnya nanah dari mulutnya yakni ahli pidato yg ucapannya berlainan dg perilakunya
√  Tersalib dipohon kurma dari neraka.yakni orang yg mengajak memilih pemimpin yg tidak jujur.
√  Dalam keadaan terpoton tangan dan kakinya
√  Keadaan buta, yakni golongan yg curang dlm menetapkan hukum
√  Kondisi busuk yg lebih busuk daripada bangkai yakni orang yg gemar melepaskan nafsu syahwat dan menolak perkara wajib( zakat, puasa,shalat dll)
√  Memakai pakaian besi yg panas yakni mereka yg berbuat syirik kepada Allah SWT.

∴ 7 golongan yang dinaungi Allah di akhirat berdasarkan hadits riwayat Abu Daud, at-tirmidzi dan ibnu majah:

√  Pemimpin yang adil
√  Pemuda yang taat kepada Allah sejak kecil
√  Lelaki yang terpaut hatinya dengan masjid
√  Dua orang yg saling mengasihi karena Allah,bertemu dan berpisah karena Allah
√  Lelaki yang diajak wanita yg mempunyai kedudukan dan cantik untuk berzina lalu dia berkata:’aku takut kepada Allah.
√  Seseorang yg bersedekah lalu menyembunyikan sedekahnyaitu sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yg dibelanjakan oleh tangan kanannya
√  Seseorang yang mengingati Allah di tempat yg sunyi lalu mengalir air matanya.

3. Yaumul hisab atau hari penghisaban /penghitungan amal perbuatan manusia

A. Mizan (timbangan)

Adalah sesuatu yang Allah letakkan pada hari kiamat untuk menimbang amalan hambanya.
Pada hari kiamat, mizan akan ditegakkan. Andaikan ia digunaakan untuk menimbang langit dan bumi, niscaya ia akan tetap lapang. Maka malaikatpun berkata, “wahai Rabbku untuk siapa timbangan ini?” Allah berfirman: ”untuk siapa saja dari hamba-hamba-Ku.” Maka malaikat berkata “maha suci Engkau, tidaklah kami dapat beribadah kepadaMu dengan sebenar-benarnya.” (HR al Hakim). Dijelaskan pula dalam al-quran surat (Al-Anbiya’ayat 47).

B. Syafaat al-kubra

“Ketika kesusahan yang mereka rasakan semakin memuncak, akhirnya mereka mencari orang yang dapat memberikan syafa’at, agar Allah Ta’ala segera mempercepat keputusan-Nya. Mereka pun akhirnya berusaha mendatangi Nabi Adam, kemudian Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa bin Maryam untuk meminta syafa’at darinya, namun mereka semua menolaknya. Pada akhirnya mereka datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, untuk meminta syafaat dari beliau. Dengan izin Allah Ta’ala, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan syafaat kepada umat manusia, agar mereka diberi keputusan.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 4712 dan Muslim, no. 194 dari sahabat Abu Hurairah r.a).

C. Penghisaban

♦ Mu’adz bin jabal r.a berkata : Nabi s.a.w bersabda :”Tidak dapat bergerak kaki seorang hamba sehingga ditanya tentang empat. Umurnya di gunakan apa sampai habis, dan badannya dalam apa ia rusakkan, dan ilmunya apa ia pergunakan (apakah di amalkan), dan hartanya dari mana ia dapat dan kemana ia keluarkan.”

♦ Ikrimah berkata : “Seorang ayah akan memegang anaknya pada hari kiamat dan berkata : “Aku ayahmu ketika di dunia” maka anak itu memuji kebaikannya lalu ayah itu berkata : “Hai anak, kini aku berhajat kepada hasanatmu yang sekecil dzarrah, kalau-kalau aku dapat selamat dengan itu dari apa yang kau lihat ini.” jawab anaknya : “Aku juga takut dari apa yang kau takutkan itu, karena itu tidak dapat memberikan kepadamu sedikitpun” lalu pergi kepada istrinya dan berkata kepadanya : “aku dahulu suamimu di dunia”, maka dipuji oleh istrinya, lalu berkata : “aku ini minta kepadamu satu hasanat, kalau-kalau aku bisa selamat dari apa yang kau lihat ini” jawab istrinya : “aku juga takut dari itu terhadap diriku seperti engkau.”

♦ Sebagaimana firman Allah :”Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut pada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihatNYA dan mereka mendirikan shalat. Dan barangsiapa yang mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allahlah kembalimu.” (QS Al Faathir: 18).

∴ Penghisapan orang-orang yang beriman

“Sesungguhnya Allah mengadili hamba-Nya yang mukmin seorang diri pada hari Kiamat, tidak seorang pun yang melihatnya dan tidak seorang pun yang mendengarnya. Allah Ta’ala benar-benar menutupi aibnya sehingga tidak seorang pun yang mengetahuinya. Allah menunjukkan kesalahan-kesalahannya dan berkata kepadanya: “Apakah kamu mengetahui dosa ini? Apakah kamu mengakui dosa ini?” Maka dia menjawab, “Ya wahai Rabb-ku, aku mengetahuinya.” Tiap kali ditunjukkan dosa-dosanya, ia terus mengakuinya sampai-sampai ia merasa pasti binasa. Lalu Allah Ta’ala berfirman kepadanya:” sesungguhnya Aku telah menutupi dosa-dosamu di dunia. Aku mengampuni dosa-dosamu.” Kemudian diberikan kepadanya catatanamal kebaikannya.” ( hadits shahih. Diriwayatkan oleh Al-bukhari VIII/353-Fat-h,dan Muslim, no.2768 )

∴ Penghisaban orang-orang kafir dan munafik

Mereka akan dipanggil dihadapan seluruh makhluk. Para saksi akan menyeru mereka di hadapan seluruh makluk.

Firman Allah SWT: ” orang-orang inilah yg telah berdusta terhadap Rabb mereka. “ingatlah, laknat Allah ditimpakan atas orang-orang yang dzolim.” (QS.Huud:18).

∴ Binatang dan jin juga dihisab

♦ Sesungguhnya makhluk yang pertama kali diadili oleh Allah Ta’ala adalah binatang, bukan manusia ataupun jin. Allah Ta’ala berfirman: “Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan.” (QS. At-Takwir: 5), “yakni dikumpulkan di hari Kiamat untuk diadili”. (QS. Al-An’aam: 38)

♦ Sesungguhnya jin juga akan dihisab karena mereka juga dibebani syari’at. Mereka akan dihisab dan diberikan balasan atas amal mereka. Oleh karena itu, jin yang kafir juga akan dimasukkan ke dalam Neraka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Masuklah kamu sekalian ke dalam Neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu.” (QS. Al-A’raaf: 38)

KHATIMAH

Alqamah bin Qays ketika hadir jenazah lalu ia berdiri di atas kubur dan berkata; “Adapun hamba ini maka telah tiba kiamatnya sebab seorang bila telah mati maka melihat segala persoalan hari kiamat, yaitu surga, neraka, dan malaikat, dan ia tidak dapat berbuat suatu amal, maka ia bagaikan seorang yang berada pada hari kiamat, dan ia akan bangkit pada hari kiamat menurut keadaanya di saat matinya, maka sungguh untung siapa yang penghabisan amalnya kebaikan”.  Abubakar Alwaasithi berkata; Keuntungan yang besar itu dalam tiga yaitu; keuntungan hidup, yaitu bila digunakan dalam taat kepada Allah, keuntungan mati, bila ia mati dalam kalimat syahadat Laa ilaha illallah. Dan keuntungan hari kiamat, bila bangkit dari kubur disambut dengan berita bahwa surga tersedia untuknya dan perlu diketahui. Hari kiamat adalah pasti dimana, hari perhitungan, pertimbangan dan pertanyaan. Hari kegoncangan yang menakutkan, hari kebangkitan, hari dimana tiap manusia akan melihat apa yang dilakukannya, hari dimana seseorang tidak dapat menolong kepada lainnya. pada hari dimana tiap manusia harus mempertahankan dirinya sendiri. Pada hari dimana tiap ibu akan lalai terhadap bayi yang di susunya, bahkan tiap ibu yang mengandung akan menggugurkan kandunganya, dan orang-orang terlihat bagaikan orang mabuk tetapi tidak mabuk karena minum khamr, hanya karena ngerinya siksa Allah yang sangat keras. Karena itu wahai orang yang sehat akal, hendaknya sabar terhadap penderitaan dunia dalam melaksanakan taat kepada Allah untuk memudahkan bagimu segala kesukaran-kesukaran hari kiamat.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *