Jenis-jenis Hati & Mengenal Penyakit Hati

Hati ibarat raja sedangkan anggota tubuh yang lain adalah prajuritnya. Seorang raja yang baik akan memerintahkan kebaikan kepada prajuritnya. Sehingga terciptalah sebuah negeri yang aman sentosa dan penuh kebaikan. Demikianlah hati, semua yang dilakukan oleh anggota tubuhnya akan menjadi baik manakala hati itu baik, seperti sabda Rasulullah SAW :
“ Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging. Jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh. Ketahuilah segumpal daging itu adalah hati “ (HR Bukhari dan Muslim dari Abi Abdillah An-nu’man bin Basyir).

Definisi Qalbu

Dalam bahasa Arab ,Qalbu merupakan lafadh musytarak (maknanya banyak). Secara bahasa, qalbu (qalb) bermakna hati, isi, lubuk hati, jantung, inti (lubb), akal (‘aql), kekuatan, semangat, keberanian, bagian dalam (bathin), pusat, tengah, bagian tengah (wasath), dan yang murni (khalish, mahdh). Al qur’an sendiri menggunakan kata qalb dalam makna yang beraneka ragam dan tidak keluar dari cakupan makna bahasa tersebut.

Makna qalbu berdasarkan Al Quran antara lain :
1. makna qalbu berkaitan dengan upaya memahami, mengerti, tadabbur, dan berakal. Dengan kata lain, qalbu berkaitan dengan proses berpikir (al-fikr/al-idrak/al-‘aql), sebagaimana termaktub dalam [Qs al-A’raf (179)], [Al Munafiqun (3)],[ At –Taubah (87)], [Muhammad (24)],[ Al-Hajj (47)].
2. Qalbu bermakna tempat perasaan (wijdan/fu’ad), baik yang benar maupun yang salah. Hal ini tertulis dalam [Qs al-Hadid : (16, 27)]. [Qs al-Anfal : (3)], [Qs Ali Imran 😦 151).]

Jelaslah bahwa makna qalbu mencakup akal pikiran dan perasaan , seseorang qalbunya bersih bilaakal-pikiran dan perasaannya sesuai dengan aturan Allah Subhana Wa Ta’ala dan bersih dari aturan thaghut.

Pentingnya Hati

Menentukan kehidupan seseorang.
Dalam hati manusia terdapat dua jenis “bibit penentu” yang satu kita sebut saja sebagai “bibit kebaikan” yang merangsang dan mendorong manusia untuk melakukan amal kebaikan atau perbuatan yang mendekatkan dirinya kepada Allah, begitu juga sebaliknya jenis yang satunya adalah “benih kejahatan” yang merangsang manusia untuk melakukan perbuatan fahsya (keji) kepada Allah

Menentukan selamatnya dia di akhirat.
“(Yaitu) hari di mana tidak berguna lagi harta dan anak-anak kecuali mereka yang datang menemui Alloh dengan hati yang selamat (selamat dari kesyirikan dan kotoran-kotorannya).” (QS. Asy Syu’ara: 88,89)

Macam – macam hati

Sesungguhnya Hati adalah inti dari kehidupan. Jika hati itu ada keimanan maka dia sejatinya hidup, dan jika hati itu tidak ada iman sesungguhnya dia mati.

Amwatun Ghairu Ahya’ (mereka itu mati) [Qs An Nahl; 21].

Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah membagi hati menjadi tiga jenis.

1. Qalbun salim (hati yang sehat)

Adalah hati yang sehat dan bersih dari setiap nafsu yang menentang perintah Allah Subhana Wa Ta’ala, dan dari setiap penyimpangan yang menyalahi keutamaan-Nya.

“(Yaitu) hari di mana tidak berguna lagi harta dan anak-anak kecuali mereka yang datang menemui Alloh dengan hati yang selamat (selamat dari kesyirikan dan kotoran-kotorannya).” (QS. Asy Syu’ara: 88,89)
~ Dalam kitab ighootsatul Lahfaan halaman 7, Ibnu Qoyyim Al Jauziyyah menulis beberapa pengertian hati yang bersih, salah satunya:

Selamat dari Syahwat
“ Bersih dari setiap syahwat/ keinginan yang bertentangan dengan perintah dan larangan Allah, juga bersih dari setiap syubhat (kesamaran) yang bertentangan dengan khobar (nash)-Nya, sehingga bersih dari beribadah kepada selain-Nya dan dari berhukum dengan selain Rasul- Nya…”
“ Syahwat yang bertentangan dengan perintah dan larangan Allah dapat berasal dari wanita, anak, dan kekayaan harta.

Dijadikan indah dalam pandangan manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang.” (Qs. Ali Imran:14)

Selamat dari Shubhat
Syubhat bukanlah alasan bagi seorang muslim untuk melakukan atau mengucapkan sesuatu, bahkan tidak boleh kita membenarkan, mengucapkan atau melakukan sesuatu yang belum kita fahami kebenarannya.

Diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir r.a berkata : Aku mendengar Rasulullah s.a.w bersabda, sambil Nu’man memegang kedua belah telinganya, “ Sesungguhnya perkara halal itu jelas dan perkara haram itu pun jelas. Dan di antara kedua-duanya terdapat perkara-perkara syubhat yang tidak diketahui oleh banyak orang. Maka siapa yang menjaga diri dari perkara syubhat, dia telah bebas (dari kecaman) untuk agamanya dan kehormatannya dan siapa yang terjerumus ke dalam syubhat, berarti dia telah terjerumus ke dalam perkara haram, seperti penggembala di sekitar kawasan terlarang, maka kemungkinan besar binatangnya akan memasuki kawasan tersebut. Ingatlah! Sesungguhnya setiap penguasa (kerajaan), memiliki daerah terlarang. Ingatlah! Sesungguhnya daerah terlarangnya Allah adalah apa saja yang diharamkanNya. Ingatlah!.... ( Bukhari-Muslim).

Hati ini selamat dari beribadah kepada selain Allah dan berhukum kepada hukum selain hukum RasulNya.
Ibnul Qayyim rahimahullah memaparkan, “ia adalah hati yang selamat dari segala syahwat/keinginan nafsu yang menyelisihi perintah dan larangan Allah serta terbebas dari segala syubhat yang menyelisihi berita yang dikabarkanNya” (Ighatsat al-Lahfan, hal.15)

Ibnul Qayyim rahimahullah juga menafsirkan pemilik hati yang selamat itu dengan ucapannya, “…ia akan senantiasa berusaha mendahulukan keridhaanNya dalam kondisi apapun serta berupaya untuk selalu menjauhi kemurkaanNya dengan segala macam cara…”.
Kemudian, beliau juga mengatakan, “… amalnya ikhlas karena Allah. Apabila dia mencintai maka cintanya karena Allah. Apabila dia membenci maka bencinya juga karena Allah. Apabila memberi maka pemberiannya itu karena Allah. Apabila tidak memberi juga karena Allah…” (Ighatsat al-Lahfan, hal.15).

Hati ini telah terikatkepada suatu ikatan yang kuat, yakni syariat agama yang Allah turunkan. Sehingga hati ini menjadikan syariat sebagai panutan dalam setiap perkataan dan perbuatannya.

Qalbun Salim adalah hati yang dipenuhi oleh keimanan ; telah hilang darinya badai-badai syahwat dan kegelapan-kegelapan maksiat. Cahaya keimanan itu terang-benderang di dalam hatinya. Orang yang memiliki hati semacam ini akan selalu merasakan nikmatnya beribadah (zikir, membaca al-Quran, shalat malam,dll ) ; merasakan lezatnya berdakwah; merasakan enaknya melakukan amar ma’ruf nahi mungkar; bahkan merasakan nikmatnya berperang dijalan Allah.

Ciri-ciri Qalbun Salim
a. Dia tidak terlena dengan kehidupan dunia.
“Jadikanlah dirimu di dunia ini seakan-akan kamu orang asing atau orang yang sedang menyeberangi suatu jalan. (HR. Bukhari).
b. Jika sholat, maka akan tenggelam dalam sholatnya dan khusyuk.
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan solat dan sesungguhnya solat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk”. (QS :2:45)
c. Dimanapun ia berada, zikir (mengingat ) kepada Allah, bergetarlah hatinya, jika dibacakan ayat-ayatNya maka bertambahlah keimanannya. Pemilik hati inilah seorang mukmin sejati.
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman (sempurna imannya) ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), hanya kepada Allahlah mereka bertawakkal (berseeah diri).(QS. Al-Anfaal:2).
d. Ia senantiasa rindu untuk dapat mengabdikan diri di jalan Allah, melebihi keinginan orang yang lapar kepada makanan dan minuman.
Yahya bin Mu’adz berkata: “ Barang siapa yang merasa berkhidmat kepada Allah, maka segala sesuatupun akan senang berkhidmat kepadanya, dan barang siapa tentram dan puas dengan Allah maka orang lain tentrampula ketika melihat dirinya.
e. Sangat menghargai waktu dan tidak menyia-nyiakannya, melebihi rasa kekhawatiran orang bakhil dalam menjaga hartanya.
Imam Syafi’iy berkata : “ waktu bagaikan pedang, jika kamu tidak memotongnya maka di akan memotongmu”.

2. Qalbun Mayyit (hati yang mati)

Adalah kebalikan dari hati yang sehat, hati yang tidak mengenal dengan Rabbnya, tidak melakukan ibadah sesuai dengan apa yang diperintahkanNya. Bahkan selalu memperturutkan nafsu dan syahwatnya serta kenikmatan dan hingar bingarnya dunia, walaupun ia tahu bahwa itu amatlah dimurkai oleh Allah dan dibenciNya.
Ia tidak pernah peduli tatkala memuaskan diri dengan nafsu syahwatnya itu diridhoiNya atau dimurkaiNya, dan ia menghambakan diri dalam segala bentuk kepada selain Allah.

Apabila ia mencintai maka cintanya karena nafsunya, apabila ia membenci maka bencinya karena nafsunya, apabila ia memberi maka itu karena nafsunya, apabila ia menolak maka tolakannya atas dasar nafsunya, maka nafsunya sangat berperan dalam dirinya, dan lebih ia cintai daripada ridha Allah.

[QS. Al Baqarah :(7)], “ Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat”.
[QS. Al Mutafifin :(14)], “ Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka”.

Allah membiarkan mereka dalam kegelapan dan mereka dalam kegelapan dan mereka sedikitpun tidak akan mendapatkan cahaya iman.
“ Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya. Allah menghilangkan cahaya (yang menyinari) mereka. Dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat, mereka tuli, bisu dan buta, maka mereka tidaklah kembali kepada jalan yang benar”. [QS. Al-Baqarah: (17-18)].

Hati yang jika diseur kepada jalan Allah, maka seruan itu tidaklah berfaedah sedikitpun, karena Allah telah menutup hati mereka.
“ Dan diantara mereka ada orang yang mendengar (bacaanmu), padahal kami telah meletakkan tutup diatas hati mereka sehingga mereka tidak memahaminya, dan kami letakkan sumbatan di telinganya dan jikalaupun mereka melihat segala tanda kebenaran mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka dating kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata : Al-Qur’an itu tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu”. [QS. Al-An’am 😦 25)].

Hati yang senantiasa menuhankan hawa nafsu
“ Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” [QS. Al Jaatsiyah: (23)].

3. Qalbun Maridh (hati yang sakit)

Hati ini adalah hati yang hidup namun mengandung penyakit. Hati ini akan mengikuti unsur kuat yang mempengaruhinya, terkadang hati ini cenderung kepada “kehidupan” dan terkadang cenderung kepada “penyakit”. Pada hati ini ada kecintaan kepada Allah, keimanan, keikhlasan dan tawakkal kepadaNya. Akan tetapi pada hati ini juga terdapat kecintaan kepada syahwat, ketamakan, hawa nafsu, dengki, kesombongan dan sikap bangga diri.

“ Fi Qulubihim Maradhun “ artinya “ dalam hati mereka terdapat penyakit”. [QS. Al-Baqarah:(10)]
Hati orang-orang yang seperti itu belumlah mati sebagaimana hati orang-orang kafir dan orang-orang munafiq, akan tetapi bukan pula hati yang sehat, seperti sehatnya hati orang-orang yang beriman. Sebab didalam hati mereka terdapat penyakit syubhat dan syahwat.
“ Sehingga berkeinginanlah orang-orang yang ada penyakit didalam hatinya”. [QS. Al-Ahzab : (32)]

“ Agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan setan, sebagai cobaan bagi orang-orang yang didalam hatinya ada penyakit dan yang keras hatinya”. [QS. Al-Hajj : (53)].

Karena apa yang disisipkan oleh setan kedalam hati manusia itu, akan membuat sesuatu menjadi syubhat (meragukan), seperti penyakit ragu dan sesat. Begitu hati menjadi lemah karena penyakit yang diidap, maka setanpun mudah merasuk kedalam hati lalu menghidupkan fitnah dalam hati tersebut.

Ciri-ciri Qalbun Maridh

Berbuat maksiat tapi biasa saja (tidak terasa) dan tidak bisa melihat kebenaran. Hal ini disebabkan karena hatinya telah rancu dan teracuni, sehingga tidak dapat lagi membedakan antara nilai kebenaran dan kebatilan.

Hal ini seperti ditafsirkan oleh Mujahid dan Qatadah (QS. Al-Baqarah:10). “Ayat ini menunjukkan adanya keraguan yang tumbuh dalam hati manusia tentang kebenaran”. Bahkan ia melihat kebenaran bagai sesuatu yang sangat bertentangan dengan kehendaknya. Kebenaran itu dilihat dari sisi lain yang terasa merugikan dirinya.sehingga dalam kondisi seperti ini ia lebih menyukai kebatilan dan kemudharatan.

Dengan kata lain Qalbun maridh adalah hati yang telah disinari cahaya keimanan. Namun , cahayanya kurang terang sehingga ada sisi hatinya yang masih gelap, dipenuhi oleh kegelapan syahwat dan badai hawa nafsu. Karena itu, setan masih leluasa keluar-masuk ke dalam jenis hati seperti ini. Orang yang memiliki hati yang sakit, selain tak merasakan lezatnya ketaatan kepadaAllah, juga sering terjerumus ke dalam kemaksian dan dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil. Hati yang seperti ini masih bias diobati dengan resep-resep yang bias menyehatkan hatinya. Namun tak jarang, ia tak bisa lagi mengambil manfaat dari obat yang diberikan padanya, kecuali sedikit saja. Apalagi jika tidak pernah diobati, penyakitnya bisa bertambah parah, yang pada akhirnya bisa berujung pada “kematian hati”.

Racun Hati

Penyebab timbulnya penyakit hati adalah dikarenakan banyaknya fitnah yang selalu dibidikkan pada hati. Fitnah-fitnah tersebut bisa berupa fitnah syahwat dan fitnah syubhat. Fitnah syahwat reaksinya amat keras sampai dapat merancukan niat dan iradat (kehendak) seseorang. Sedangkan fitnah syubhat menyebabkan kacaunya persepsi dan I’tiqad (keyakinan).

Setiap kemaksiatan adalah racun dan yang merupakan penyakit dan perusak kesucian hati.

Macam-macam racun hati
1. Berlebihan dalam berbicara.
Berlebihan dalam berbicara dapat menyebabkan hati kita menjadi keras.
Rasulullah bersabda “ Janganlah memperbanyak kata (bicara) selain dzikrullah, karena banyak bicara selain dzikrullah menjadikan hati keras. Dan orang yang terjauh dari Allah adalah yang berhati keras”. (HR. Tirmidzi dari Ibnu Umar).
Banyak berbicara terkadang membuat seseorang mengucapkan kata-kata tanpa dipikirkan dan tanpa dipertimbangkan sebelumnya,

Umar bin Khattab r.a pernah berkata: “ Barang siapa yang banyak bicaranya, maka banyak kesalahannya, sehingga nerakalah sebaik-baik tempat bagi mereka”.

Hal ini ditegaskan juga oleh rasulullah bahwa: “ Sesungguhnya seorang hamba benar-benar mengucapkan kata-kata tanpa dipikirkan yang menyebabkan ia tergelincir kedalam neraka lebih jauh antara timur dan barat”. ( muttafaq ‘alaihi, dari Abu Hurairah).

2. berlebihan dalam memandang sesuatu.
Allah telah memerintahkan kepada setiap mukmin dan mukminah untuk menundukkan pandangannya yang demikian itu lebih suci bagi hati-hati mereka. Dan juga mereka akan merasakan manisnya iman.
Sabda Rasulullah s.a.w:  “ Barangsiapa yang menahan pandangannya karena Allah, maka dia akan diberikan oleh Allah rasa manisnya iman yang ia rasakan dalam hatinya, sampai dimana ia menghadap kepadaNya”. (HR. Ahmad).
Sekarang bagaimana jika perintah itu dilanggar? Maka jelas akan menyebabkan fitnah bagi hati pelakunya. Lalu ia berbuat melampaui batas sehingga hilanglah akal sehatnya dan menyebabkan ia menjadi pengabdi hawa nafsu.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingat kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melampaui batas”. [QS. Al-Kahfi: (28)].

3. Berlebihan dalam makan
Dari Miqdam bin Ma’di Karib, dia berkata, bahwa ia mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: “ Anak adam tidak memenuhi wadah yang lebih buruk, daripada ia memenuhi perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap saja untuk menguatkan tulang rusuknya. Jika memang tidak memungkinkan, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minum, dan sepertiga untuk nafasnya”. (HR. Ahmad dan Tirmidzi).
Ibrahim bin Adham berkata : “ Barangsiapa mampu mengendalikan perutnya, maka ia mampu pula mengendalikan agamanya, dan barangsiapa yang mampu menguasai akhlak-akhlak yang baik, sebab maksiat kepada Allah itu jauh dari orang-orang yang lapar (yang mampu syahwat perutnya)”.

4. Berlebihan dalam bergaul
Betapa tragis suatu pergaulan yang dapat merampas kenikmatan yang telah ada, karenanya timbul benih-benih permusuhan dan kebencian yang terpendam. Namun rasa itu sulit dihindari terutama oleh hati yang terluka. Demikian juga berlebih-lebihan dalam pergaulan dapat mendatangkan kerugian di dunia dan akhirat.
Usahakanlah untuk bersikap bijak dan dapat menempatkan diri dalam menghadapi berbagai karakter teman sepergaulan.

Karakter-karakter pergaulan
a. Laksana kebutuhan kita terhadap makanan.
Kita tidak dapat lepas darinya dalam sehari semalam. Mereka itu adalah para ulama yang memilikicakrawala pengetahuan yang luas tentang ilmu agama, mengetahui tipu daya setan dan segala macam hal yang bisa menjerumuskan ke neraka.

b. Seperti kebutuhan kita akan obat.
Kita mengharapkannya dikala kita sedang sakit saja. Mereka ini adalah dari orang yang kehadirannya kita nantikan berkaitan dengan masalah kemaslahatan hidup dan kehidupan.

c. Seperti penyakit.
Golongan ini terbagi menjadi beberapa jenis dan tingkatan, bergantung pada intesitasnya terhadap jiwa kita.

d. Laksana ular berbisa.
Andaikan kita sampai terkena patuknya, kemudian kita berhasil menemukan penawarnya maka selamatlah kita, akan tetapi jika kita tidak menemukan penawarnya, inilah bencana bagi kita. Golongan ini banyak berkeliaran di sekitar kita. Bagi orang yang berakal tidak lauak untuk bergaul ataupun duduk-duduk bersama mereka. Jika itu tetap dilakukan makaakan sakitlah hati bahkan bisa menyebabkan hatinya menjadi mati.

Muhasabah

Maka wahai kaum muslimin, hendaknya kita mengintrospeksi diri kita sendiri, termasuk dalam golongan yang manakah hati kita?? Apakah hati kita termasuk dalam hati yang sehat, hati yang sakit atau malah hati kita telah mati? Maka renungkanlah Firman Allah dalam surat [Al-Kahfi :(49)], dan [QS. Al-Kahfi 😦 29, 30)].

Dalam kehidupan ini kita pasti menjadi budak, kita tinggal memilih mau menjadi budak Allah atau menjadi budaknya Syetan, Dunia dan Hawa Nafsu.

Al Ammah Ibnu Qayyim berkata “ Mereka lari, tidak mau menjadi hambanya Allah, padahal mereka diciptakan untuk menjadi hambanya Allah. Maka mereka akhirnya menghamba kepada hawa nafsu, kepada syetan”.

Allah s.w.t berfirman : “Barangsiapa berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan), maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” [QS. Az-Zukhruf : (36)]

Ibnu Qayyim berkata : “ Carilah hatimu pada tiga tempat :
1. Saat mendengarkan Al-Qur’an,
2. Ketika dalam majlis dzikir (ilmu),
3. Disaat sedang menyendiri.
Jika kamu tidak mendapatinya pada ketiga tempat tadi, maka memohonlah kepada Allah agar kamu diberi hati, karena kamu tidak memiliki hati lagi.

Tanda kebaikan agama seseorang dan kebersihan hatinya adalah apabila dia :
• Taat terhadap Syari’at, dan menjaga diri dari melakukan syubhat.
• Bersungguh-sungguh, dan berusaha merealisasi syari’atNya dalam kehidupan pribadinya, lingkungannya dan dalam kehidupan bernegara.
• Orang yang senantiasa memperjuangkan dan membela agama Allah.

Ali r.a berwasiat kepada muridnya, Kumail bin Ziyad, “ Wahai Kumail bin Ziyad, hati manusia itu bagaikan bejana (wadah). Oleh karena itu, hati yang terbaik adalah hati yang paling banyak memuat ilmu. Camkanlah baik-baik apa yang akan kusampaikan kepadamu. Manusia itu terdiri dari tiga kategori, seorang yang berilmu dan mengajarkan ilmunya. Seorang yang terus mau belajar , dan orang inilah yang berada diatas jalan keselamatan. Orang yang tidak berguna dan gembel, dialah seorang yang mengikuti setiap orang yang bersuara. Oleh karenanya, dia adalah seorang yang tidak punya pendirian karena senantiasa mengikuti kemana arah angina bertiup. Kehidupannya tidak dinaungi oleh cahaya ilmu dan tidak berada pada posisi yang kuat”. ( Hiyah al- Auliya 1/70-80).

Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.” (HR. Ahmad dan at Tirmidzi)

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *