Wajibnya Belajar Al-Qur’an


Allah Ta’ala berfirman :

“Dan bacalah Al Qur’an dengan tartil.”(QS.Al Muzammil:4).

Imam Ath Thabari rahimahullah membawakan riwayat dari Al Hasan yang dimaksud membaca dengan tartil adalah :

اقرأه قراءة بينة

“Bacalah ia dengan bacaan yang jelas.”(Tafsir Ath Thabari Juz 26 Hal.421).

Kemudian membawakan riwayat dari ‘Atha bahwa yang dimaksud membaca dengan tartil adalah :

الترتيل المد

“Tartil adalah Madd.”(Tafsir Ath Thabari Juz 26 Hal.422).

Dari penjelasan diatas menunjukkan bahwa membaca Al Qur’an harus dengan jelas bacaannya dan benar panjang pendeknya.Oleh karena itu sarana yang paling tepat untuk bisa membaca sesuai dengan aturan dalam membacanya,maka ia wajib belajar dari orang yang ahlinya,karena tidak mungkin untuk bisa membacanya dengan baik kecuali dengan belajar terlebih dahulu.

Kaidah mengatakan :

ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب

“Apa yang belum sempurna sebuah kewajiban kecuali dengan sarana yang bisa menyempurnakannya,maka melakukan sarana tersebut hukumnya juga wajib.”

Wajibnya belajar Al Qur’an di tunjukkan pula oleh dalil yang lain :

“Janganlah engkau (muhammad) menggerakkan lidahmu untuk membaca Al Qur’an karena ingin segera menguasainya.Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya di dadamu dan membacakannya.Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya.”(QS.Al Qiyamah:16-18).

Ayat – ayat diatas meyebutkan tentang belajarnya Rasul صلى الله عليه و سلم dalam membaca Al Qur’an kepada Jibril عليه السلام,dan bahkan beliau dilarang untuk tergesa – gesa membacanya dan menghafalnya sebelum Jibril mendiktekannya kepada beliau.Ini menunjukkan bahwa sebuah keharusan untuk belajar Al Qur’an.
Imam Al Jazari mengatakan :

ولا أعلم لبلوغ النهاية في التجويد مثل رياضة الألسن و التكرار على اللفظ المتلقى من فم المحسن

“Aku tidak mengetahui untuk sampainya ke puncak dalam tajwid seperti melatih lidah dan mengulang – ulangnya atas lafahz yang di terima dari seorang yang baik bacaannya.”(Dinukil dari kitab Al Itqan fii Uluumil Qur’an,Juz I Hal.100 oleh Imam As Suyuthi).

Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda :

اقرؤوا القرآن،فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه

“Bacalah Al Qur’an,karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat dengan memberi syafaat kepada pembacanya.”(HR.Muslim no.804 dari Abu Umamah Al Bahili).

Hadits diatas memerintahkan membaca Al Qur’an,dan hukum asal perintah adalah wajib.Dan tidak mungkin seseorang bisa membacanya jika tanpa belajar tentangnya.Maka wajib pulalah hukum mempelajarinya sebagaimana wajib untuk membacanya.
Terakhir,marilah kita selalu belajar Al Qur’an,dan jika sudah bisa kita ajarkan kepada yang lain agar termasuk seperti yang dikatakan Nabi صلى الله عليه و سلم :

خيركم من تعلم القرآن و علمه

“Sebaik – baik kalian adalah yang belajar Al Qur’an dan yang mengajarkannya.”(HR.Bukhari no.5027 dari Utsman bin Affan).
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin رحمه الله berkata :

فخير الناس من جمع بين هذين الوصفين : من تعلم القرآن و علمه،تعلمه من غيره و علمه غيره.

“Maka sebaik – baik manusia adalah orang yang mengumpulkan antara dua sifat ini,yaitu orang yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya,mempelajarinya dari yang lain dan mengajarkannya kepada yang lain.”(Syarh Riyadhishshalihin,Juz III Hal.166). Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *