Perjuangan Panjang Mendidik Anak

Tentu tidak ada orang yang berharap memiliki anak durhaka. Setiap insan pasti menginginkan keturunannya menjadi anak salih dan salihah yang berbakti kepada orang tuanya. Namun amat disayangkan, banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa cita-cita mulia tersebut mutlak membutuhkan pengorbanan besar dan perjuangan panjang.

Yang perlu diperhatikan bukanlah sekedar kebutuhan duniawi anak. Seperti makanan, pakaian, uang saku, hp, kendaraan dan yang semisal. Namun yang jauh lebih penting dari itu semua adalah pengajaran dan pendidikan mereka.

Berkenaan dengan pendidikan, tugas orang tua tidaklah sekedar memasukkan anaknya ke sekolah. Tetapi ia juga berkewajiban untuk ikut mengarahkan, memberi contoh yang baik serta memantau perkembangan mereka.

Jika ia enggan untuk menjalankan tanggung jawab tersebut, jangan salahkan bila kelak putranya menjadi anak yang durhaka. Sebab ia telah mendurhakai anaknya terlebih dahulu, sebelum mereka mendurhakainya.

Nasehat tentu bukan hanya tertuju kepada para orang tua. Namun juga teruntuk para anak, yang harus mengimbangi usaha orang tuanya. Kenyataan berbicara bahwa tidak sedikit anak yang tak tahu diri. Orang tua telah lelah bekerja keras membanting tulang demi membiayai anaknya. Nasehat juga tidak kurang-kurangnya disampaikan kepada sang anak. Namun ternyata air susu dibalas dengan air tuba.

Ingatlah bahwa barang siapa menanam pasti ia akan menuai. Bila kita mendurhakai orang tua kita saat ini, tunggulah saatnya kelak anak kita pun akan mendurhakai kita. Na’udzubillah min dzalik.

Itu bila terjadi ketimpangan antara usaha orang tua dengan timbal balik dari anak. Namun bagaimana bila kejadiannya berbeda? Yakni anak tidak diperhatikan oleh orang tuanya, baik kebutuhan fisik maupun rohaninya. Dalam kasus seperti ini, anak tidak boleh berputus asa dan hanya menimpakan kesalahan kepada orang tuanya.

Allah ta’ala telah mengaruniakan akal dan nurani kepadanya. Dengan keduanya ia bisa mencari hidayah dan menjemputnya. Tidak sedikit anak salih yang justru terlahir dari sebuah keluarga yang broken home. Sebaliknya ada pula anak durhaka yang ternyata malah muncul dari sebuah keluarga taat beragama.

Fenomena tersebut memberikan sebuah pelajaran berharga kepada kita bahwa segala sesuatunya tergantung kepada taufik dari Allah ta’ala.

Maka, janganlah sekedar mengandalkan usaha manusiawi belaka. Tetapi iringilah ikhtiar dengan lantunan doa yang tak putus-putus. Dengan harapan semoga Allah berbelas kasih kepada hambaNya…

“رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk mata (kami) dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa”. QS. Al-Furqan (25): 74.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *