Istiqamah Beramal Meskipun Sedikit

Sahabat Rumah Kurma yang dirahmati Allah, perlu Kita ketahui bahwa beribadah kepada Allah bukanlah ritual-ritual musiman yang dilaksanakan saat kita berselera saja. Kita bersemangat beramal shalih ketika berada di Tanah Suci saat haji ke Baitullah, setelah pulang maka Kita tinggalkan. Atau bersemangat membaca al-Qur’an dan berinfaq hanya ketika di bulan Ramadhan, sedangkan setelah itu kita lupakan. Tidak, sekali-kali tidak. Sesungguhnya ibadah Allah ciptakan Kita untuknya adalah sesuatu yang dituntut untuk kontinu (berkesinambungan, terus-menerus), menjadi hamba Allah di saat lapang maupun sempit, mengenal Allah di saat suka maupun duka.

Sungguh, kontinu dan membiasakan diri dengan suatu amalan shalih merupakan yang paling dicintai Allah meskipun hanya sedikit. Dan sungguh tidak alpanya kita dalam amal shalih tersebut menjadikan kita mendapat pahala di saat kita tidak mampu mengerjakannya karena sakit atau udzur lainnya. sabda Rasulullan sallahu ‘alaihi wa sallam:

“jika seorang sakit atau melakukan safar, maka dia akan dicatat melakukan amalan sebagaimana amalan rutin yang dia lakukan ketika tidak bepergian dan dalam keadaan sehat.” (HR Bukhari: 2996)

Dari ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha, sesungguhnya Rasulullah sallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Amalan yang paling dicintai ALlah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun sedikit.” (HR Muslim: 783)

Alqamah pernah bertanya pada Aisyah, “Wahai Ummul Mukminin, bagaimanakah Rasulullah sallahu ‘alaihi wasallam beramal? Apakah beliau mengkhususkan hari-hari tertentu dalam beramal?” Aisyah radhiyallahu ‘anha menjawab,”Tidak, amalan beliau adalah amalan yang kontinu dan siapa saja di antara kalian pasti mampu melakukan yang beliau mampu.” (HR Muslim: 783)

Hadits di atas menunjukkan bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan dengan rutin meskipun sedikit dan seperti itulah amalan Rasulullah sebagaimana dikabarkan oleh istri beliau Aisyah.

Jangan berlebih-lebihan dan memberatkan diri dalam beribadah agar Kita tetap kontinu.

Jangan Kita pahami bahwa untuk mendapatkan kesempurnaan, Kita akan mengerjakan amal ibadah dengan porsi yang sangat banyak dan memberatkan diri, karena itu bukanlah petunjuk Rasulullah sallahu ‘alaihi wasallam. Sesungguhnya amal sedikit dan kontinu jauh lebih baik dari pada amal banyak namun terputus. Sesungguhnya berlebih-lebihan dalam beribadah meskipun ibadah tersebut ada contohnya terkadang dapat mengakibatkan putus dan malas untuk melanjutkan amal tersebut di kemudian hari.

Oleh karena itu Rasulullah sallahu’alaihi wasallam bersabda “Wahai sekalian manusia, kerjakanlah amal-amal yang kalian mampu lakukan, karena sesungguhnya Allah tidak akan malas sampai kalian malas dan sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah yang kontinu meskipun sedikit.” (HR Muslim: 782)

Imam an-Nawawi mengatakan, “Sesungguhnya amal sedikit tapi kontinu lebih baik dari pada banyak namun terputus karena dengan kontinunya amal sedikit akan melanggengkan ketaatan, dzikir, muraqabah (merasa diawasi Allah), niat, ikhlas, dan mengharap kepada Sang Pencipta. Dan buah dari amalan sedikit tetapi kontinu berlipat-lipat lebih banyak dari pada amal banyak tapi terputus.” (Syarah Shahih Muslim 6/7)

Diantara cara agar Kita rajin beramal dan berselera menumpukpahala adalah dengan menjadikan kita merasa teriming imingi dengan janji ganjaran dari Allah di akhirat, sebagaimana Kita Senang diiming imingi bonus dan harta yang melimpah di dunia.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasannya Rasulullah Salallahu’alaihi wasalam bersabda, “Siapa yang turut menyaksikan pengurusan jenazah hingga ia menshalatinya, maka baginya pahala sebesar satu qirath” Lalu ditanyakan “Apakah itu qirath?” Rasulullah menjawab”Seperti dua gunung yang besar.” Salim bin Abdillah bin Uma berkata, “Ibnu Umar pernah menshalati jenazah, lau ia keluar dan pergi. Dan ketika hadits Abu Hurairah di atas sampai padanya, ia berkata, “Sungguh, kita telah menyiakan banyak qirath (HR. Muslim 1570)

Akhirnya, kita memohon semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk tetap istiqomah di atas jalan-Nya hingga ajal tiba. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *