Ajarkan Anak Tauhid Sejak Dini

Sesungguhnya mentauhidkan Allah adalah perkara besar. Karena tauhidlah Allah mengutus para rasul, menurunkan kitab, dan mewujudkan kebahagiaan agama dan dunia, di alam ini dan di akhirat kelak. Betapa agungnya kedudukan tauhid, para nabi ‘alaihimussalam memberi porsi perhatian besar dalam dakwah mereka. Mereka mengajarkan manusia bagaimana mengagungkan Allah.

Mengagungkan nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Mengesakan-Nya dalam beribadah. Ibadah batin maupun ibadah zahir. Para nabi juga memperingatkan akan lawan dari tauhid, yaitu syirik. Mereka mengingatkan jangan sampai manusia memperuntukkan ibadah kepada Allah dan juga kepada selain Allah. Seperti berdoa kepada Allah, tapi berdoa juga kepada selain Allah. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”. [Quran Al-Anbiya: 25].

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebaik-baik pendidik dan suri teladan bagi semua manusia. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan perhatian sempurna terhadap tumbuh kembang anak-anak. Beliau menanamkan tauhid di jiwa anak-anak. Karena tauhid merupakan poin penting dalam pendidikan anak-anak menurut beliau.

Terbukti dari banyaknya wasiat beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hal ini. Seperti nasihat beliau kepada Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma yang tatkala itu masih kecil. Saat itu ia belum menginjak usia baligh. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَا غُلاَمُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: اْحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ،

“Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkara: Jagalah Allah, niscaya dia akan menjagamu, Jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah.”

Cara terbaik untuk menanamkan tauhid adalah dengan mengagungkan Allah Ta’ala di dalam hati sejak dini, diajarkan bahwa Allah satu-satunya yang berhak untuk diibadahi. Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Dia. Tanamkan akidah ini di jiwa anak-anak.

Dan sebaliknya, ajarkan juga tentang buruk dan rusaknya lawan dari tauhid, yaitu syirik. Seperti berdoa kepada selain Allah. Mengusap-usap nisan kuburan. Jahatnya sihir dan dukun. Bahwa tukang sihir dan dukun adalah pendusta dan sesat.

Tidak seharusnya kita menganggap remeh hal ini, kita lihat siaran telivisi menjadikan perkara besar ini menjadi sepele. Mereka menayangkannya di telivisi. Membuat layanan telepon. Sehingga para dukun dan penyihir pun mendapatkan tempat di masayarakat. Selayaknya kita bacakan firman Allah ini kepada mereka:

وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَىٰ

“Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang.” [Quran Tha-ha: 69].

Dan juga kita ingatkan dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ؛ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً”

“Barangsiapa mendatangi peramal, lalu ia bertanya tentang sesuatu padanya; maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh malam.” (HR. Muslim).

Di antara cara untuk menumbuhkan rasa pengagungan terhadap tauhid pada jiwa anak adalah menjelaskan kepada mereka betapa miskin dan butuhnya para makhluk kepada kasih sayang Allah Ta’ala.

Menjelaskan bahwa semua makhluk butuh akan Allah, Allah Maha Kaya, tak butuh siapapun. Tatkala orang-orang shalat menghadapkan diri kepada Allah dengan berdoa, sekumpulan jamaah haji memohon kepada-Nya, Allah mendengar, melihat, mengetahui, semua kebutuhan mereka.

Cara lainnya yang dapat membantu menanamkan tauhid di jiwa anak-anak adalah mengaitkan perubahan alam yang mampu dijangkau panca indera ini dengan kebesaran Allah. Seperti terjadi gerhana matahari dan bulan. Berhembusnya angin kencang. Dan hujan yang lebat. Semua atas kuasa Allah Ta’ala. Seandainya seluruh makhluk berkumpul untuk menolak atau bahkan merubah sedikit saja dari hal itu, mereka tidak akan mampu.

Termasuk menanamkan nilai-nilai tauhid di jiwa anak adalah menumbuhkan rasa cinta kepada Allah Ta’ala di hati anak-anak. Abu Darda radhiallahu ‘anhu mengatakan, “Tanamkan kecintaan kepada Allah di hati manusia.”

Hal ini selayaknya mendapat perhatian. Khususnya penanaman sejak dini di kalangan anak-anak. Sehingga anak-anak tumbuh dengan kebiasaan demikian. Dan anak itu tumbuh dengan kebiasaan kedua orang tuanya.

Metode lainnya adalah dengan mengajari anak bersyukur, menyebut nikmat Allah di hadapan sang anak. Apabila si anak mengenakan pakaian baru, dia bergembira dan senang, ajarilah si anak untuk mengucapkan hamdalah, begitupun saat makan dan minum. Lakukan hal ini terus-menerus sehingga si anak terbiasa mengingat Allah.

Hal lainnya yang perlu kita ajarkan kepada anak adalah tentang pengawasan Allah Ta’ala. Allah Ta’ala senantiasa melihat hamba-hamba-Nya. Karena itu kita tanamkan kepada anak-anak kita yang hendak ujian sekolah untuk tidak berbuat curang. Karena Alllah Maha Melihat, Allah Maha Mengetahui.
Yang terakhir, jauhkan buah hati kita dari lingkungan dan pergaulan yang jelek, serta doakan kebaikan untuk mereka dan bertawakkalah kepada Allah, Dzat Yang Maha Memelihara. Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *