10 Kiat agar Ramadan Lebih Bermakna


Ramadan adalah bulan penuh berkah. Banyak keistimewaan di bulan ini. Di antaranya, dibukakan pintu surga sehingga kita mudah melakukan kebaikan. Ditutup pintu neraka karena jumlah maksiat sedikit dibandingkan bulan lainnya dan setan-setan dibelenggu. Sehingga setan tidak mampu menjerumuskan atau menyesatkan manusia untuk mengajak berbuat maksiat atau memalingkan manusia dalam beramal saleh, sebagaimana yang dilakukannya selain bulan Ramadan.

Sungguh sangat merugi jika kita meninggalkan Ramadan berlalu, tanpa makna dan kesan di dalam hati. Agar Ramadan lebih bermakna dalam kehidupan kita, berikut 10 kiatnya:

Pertama, kerjakanlah shalat secara khusyuk. Terutama shalat wajib dan ditambah shalat-shalat nafilah menurut kesanggupan masing-masing. Seperti shalat sunah rawatib, dhuha, witir, hajat, istikharah dan sebagainya. Bersungguh-sungguh untuk bisa khusyuk dan menghayati bacaan Al-Qur’an yang kita baca.

Kedua, tilawah Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan, sangatlah besar pahalanya. Satu huruf yang dibaca akan mendatangkan satu sampai sepuluh pahala dan kebaikan. Bahkan Allah akan melipatgandakan sampai berlipat-lipat bagi hamba-hamba-Nya yang dikehendaki.

Berusahalah mengkhatamkan Al-Qur’an minimal satu kali di bulan Ramadan. Jika lebih maka itu sangatlah baik. Karena akan mendapatkan pahala dan kebaikan lebih banyak lagi. Imam Abu Hanifah mampu mengkhatamkan Al-Qur’an enam puluh (60) kali pada bulan Ramadan. Subhanallah, ini merupakan limpahan rahmat dari Allah dan keberkahan dalam waktunya.

Ketiga, qiyamul lail (shalat tarawih). Peliharalah shalat tarawih sejak malam pertama bulan Ramadan karena di dalamnya banyak terdapat pahala.

Keempat, perbanyak sedekah. Hendaklah bersedekah setiap hari di bulan Ramadan meskipun hanya sedikit. Senantiasa memberi buka puasa bila hal itu memungkinkan. Perbanyaklah sedekah sebelum hari raya.

Diutamakan dari yang terdekat. Mulai dari sanak saudara Anda, sahabat terdekat atau tetangga. Orang yang lebih membutuhkan dan kita mampu untuk membantunya juga berhak mendapatkan sedekah. Zakat mal juga lebih baik dibayarkan saat bulan Ramadan. Selain manfaatnya lebih besar, pahalanya pun akan berlipat ganda.

Kelima, menghadiri undangan buka bersama. Bulan Ramadan mempunyai kesempatan besar untuk lebih dekat dengan kaum muslimin. Yaitu, dengan menghadiri undangan buka bersama.

Hal tersebut menjadi kesempatan bagi kita untuk saling mengenal kaum muslimin. Bahkan buka bersama bisa menguatkan hubungan antara sahabat, saudara dan teman-teman kita. Maka ketika ada undangan buka bersama, usahakanlah untuk mendatanginya.

Keenam, jagalah lidah. Salah besar jika kita tidak bisa mengontrol lidah dari perkataan kotor, sering marah atau bersikap bodoh ketika berpuasa. Berbicaralah yang baik-baik saja, sibukkan lisan dengan zikir dan doa, amar ma’ruf nahi munkar dan mendamaikan orang yang berselisih juga dianjurkan. Jangan lupa berhati-hati menjaga lisan dari ghibah.

Ketujuh, mengurangi nonton televisi dan gadget (gawai, red). Karena aktivitas itu jika sering dilakukan akan menelan kebaikan-kebaikan, laksana api yang melahap kayu bakar. Kadang kita tidak merasa, banyak waktu yang terbuang karena itu. Waktu yang sebenarnya utama untuk membaca Al-Qur’an atau melakukan kebaikan lainnya, tak terasa sudah habis karena disibukan dengan televisi dan gadget.

Kedelapan, mengajak berbuat kebajikan. Ketika datang ke masjid, berpuasa atau melakukan kebaikan yang lain hendaklah kita mengajak orang-orang di sekeliling yang belum terbiasa melakukan amal kebaikan. Karena dalam hadist disebutkan, “Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu maka itu lebih baik dari unta merah.”

Hadits tersebut mengumpamakan dengan unta merah karena semulia-mulianya harta menurut orang Arab adalah unta merah. Barang siapa yang memberikan petunjuk atau menunjukkan jalan kebajikan maka dia akan mendapatkan pahala yang mulia, lebih baik dari unta merah, seperti hadits yang disebutkan di atas. Apalagi jika dilakukan di bulan Ramadan, pahalanya akan berlipat-lipat.

Kesembilan, itikaf. Ketika malam sepuluh hari terakhir, hendaklah mengerjakan itikaf. Karena banyak sekali keistimewaan di dalamnya. Antara lain, terdapat malam lailatul qadar. Malam yang terbaik dari seribu bulan.

Kesepuluh, bertaubat. Ramadan adalah peluang terbesar untuk menghapus dosa-dosa selama setahun sebelumnya. Jadikan lembaran Anda menjadi bersih dengan memperbanyak bertaubat di bulan Ramadan. Sebagaimana hadits yang menyebutkan, “Barang siapa yang berpuasa dengan keimanan dan mengharap pahala, niscaya dia akan diampuni dosa yang telah lalu.”

Mari kita bersama-sama mencoba mempraktikkan 10 kiat di atas. Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara. Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *