Menghindari Ghibah dan Prasangka


Menghindari Ghibah dan Prasangka – Sahabat Rumah Kurma Sahara, suatu waktu bisa jadi kita pernah berprasangka serta ghibah dengan menuduh tanpa kejelasan serta mengomentari penampilan fisik atau cara berpakaian seseorang yang menurut kita tidak pantas, atau membicarakan kekurangan seseorang kepada teman yang kita. Bahkan, dalam keadaan kesal, keluar umpatan atau celaan terhadap seseorang yang membuat kita kesal. Jika umpatan tersebut didengar oleh yang bersangkutan, tentu tidak akan senanglah dia.

Ghibah tidak terbatas pada ucapan, juga pada isyarat badan, teka-teki, bisikan, tulisan, gerak dan sesuatu yang dipahami sebagai upaya untuk membicarakannya. Ada contoh yang disampaikan oleh Aisyah ra. “Seorang perempuan datang menemui kami ketika dia hendak pulang, aku memberi isyarakat dengan tanganku bahwasanya dia pendek. Rasulullah saw berkata, Engkau telah menggunjingnya”

Menghindari Ghibah dan Prasangka

Berprasangka dan ghibah sangat dilarang oleh Allah. Dalam Al Quran, Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan sebagian yang lain. Adakah seseorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentulah kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang. (QS Al Hujuraat, 49: 12)

Balik lagi ke diri kita, jika kita mendapatkan ucapan yang bernada mencela dari seseorang atau menjadi pembicaraan orang lain tentang hal-hal yang menjadi kekurangan kita, apa yang dirasakan? Tentunya sangat tidak mengenakkan. Begitu juga dengan orang lain yang menjadi bahan dari gunjingan dan prasangka kita, akan merasakan hal yang sama. Menyakitkan!

Berprasangka dan ghibah termasuk perbuatan dosa (lihat QS.Al Ahzab 33:58) dan mengakibatkan pelakunya terkena azab pada hari kiamat. “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela”. (QS.Al Humazah 104:1)

Tentunya kita tidak ingin tergolong orang-orang yang merugi akibat membicarakan orang lain. Karena itu, upaya positif yang bisa kita lakukan untuk menghindari agar ghibah atau berprasangka buruk tersebut tidak kita lakukan, antara lain menyadari bahwa ghibah dan berprasangka merupakan perbuatan dosa dan akan mendapatkan azab dari Allah Swt; kita pun selalu berupaya untuk introspeksi diri dan selalu berprasangka baik terhadap orang lain. Jangan pula kita mencari-cari kesalahan orang lain, karena hanya buang-buang waktu. Selalu berpikir positif dengan cara berpikir, menduga dan hanya mengharapkan yang terbaik dari suatu keadaan atau tentang seseorang.

Sahabat Rumah Kurma Sahara, mari jadikan pikiran dan hati kita sehat dengan menjauhi ghibah dan prasangka. Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *