Mengatur Waktu adalah Segalanya


“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: [1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, [2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, [3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, [4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, [5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits shahih)

Mengatur Waktu adalah Segalanya

Saya baru saja berbicara dengan seorang teman kuliah, dan kami sama-sama mengenang masa-masa indah kami di kampus. Dan betapa seringnya kami berharap dapat mundur ke belakang? Betapa seringnya kita mengenang masa-masa kebebasan kami pada masa kuliah dan berharap kita bisa mundur ke waktu itu? Ya, pada masa itu… kami sama-sama tidak sabar untuk melanjutkan hidup kami. Kami di masa-masa kuliah sering membayangkan siapa yang akan kami nikahi, apakah pekerjaan di masa depan kami, dan apa yang akan kami hadapi di masa depan. Merupakan hal manusiawi untuk merasakan, “rumput tetangga selalu lebih hijau.”

Suatu hal yang pasti setiap kita terbangun di pagi hari, kita akan mendapatkan mata kita terasa berat dan hati kita terasa terbebani karena terlalu fokus pada apa-apa yang tidak bisa kita ubah. Kita juga sering asyik sendiri dengan perasaan sedih dan menyesal pada apa yang telah kita lalui, ditambah dengan perasaan cemas pada apa yang akan menghadang kita di masa depan, yang bahkan membuat kita justru mendevaluasikan harta dari Allah yang selalu Allah berikan kepada kita setiap detiknya dan setiap harinya: masa sekarang. Maksud dari Rasulullah SAW dari hadits yang disebutkan di atas adalah untuk mengambil makna dan keuntungan pada masa sekarang. Seperti yang Imam Bin Al-Qayyim Al-Jawziyyah sebutkan, “Waktu di antara dua waktu.” Beliau berkata, “Perhatianmu haruslah tertuju pada hidupmu sekarang – waktu di antara dua waktu. Jika kita menyia-nyiakannya, kita akan menyia-nyiakan pula kesempatan menjadi orang yang beruntung dan selamat. Jika kita memperhatikannya, memperbaiki dua waktu – apa yang ada sebelumnya dan setelahnya – maka dari itu kita bisa menjadi sukses dan mencapai segala hal dari kenikmatan, dan kebahagiaan sesungguhnya.” (Al-Fawaa Eid pp. 151 – 152)

Jadi apakah yang akan didapatkan dengan hidup di masa sekarang, yang dapat menaikkan kesuksesan dan kebahagiaan kita? Capailah rasa bersyukur dengan apa yang terjadi pada kita, dan akhirnya kita akan mendapatkan persepsi berbeda pada hidup kita. Hal ini mengingatkan saya pada kutipan dari buku Mitch Albom, The Time Keeper. “Kita semua mendambakan apa yang telah hilang dari kita. Tetapi terkadang, kita lupa pada apa yang kita punya.” Kita pun bahkan mendambakan pada apa pun yang tidak kita miliki. Salah satu denominator yang paling sering saya temui pada klien saya yang menderita rasa cemas yang berlebihan, adalah kecenderungan berpikir rumit, yang berarti berpikir terus menerus pada insiden negatif di masa lalu, dan kecenderungan untuk menjadikan sebuah peristiwa seperti bencana, dan mengharapkan sesuatu yang mengerikan terjadi di masa depan. Dengan melakukan hal-hal tersebut, kita bukan saja menyia-nyiakan hadiah yang Allah berikan kepada kita, tetapi juga meremehkan Allah. Rasulullah menyabdakan dari hadits qudsi, Allah berfirman, “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku.” (HR Muslim). Rasulullah SAW pun bersabda, “Tidak boleh di antara kalian meninggal melainkan berprasangka terbaik tentang Allah.” (HR Muslim). Dengan terlalu berpikir dan menyesali masa lalu, kita meremehkan kasih sayang dan pengampunan dari Allah SWT. Dan dengan terlalu takut pada masa depan, kita melupakan bahwa Allah lah yang menciptakan kita, dan tentu saja Allah Maha Berkehendak dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Merupakan hal yang normal untuk merasa cemas terhadap masa depan dan merasakan kesedihan di masa lalu. Biasanya jika kita sudah mencapai milestones (pekerjaan baru, kelahiran seorang anak, pernikahan, kelulusan, etc), kita akan merasakan campuran dari rasa ketakutan dan kegembiraan – ketakutan dan kecemasan meninggalkan zona nyaman yang biasanya berupa status quo, dan rasa kegembiraan untuk menemui potensi dan perubahan yang positif. Bagaimanapun, manusia memiliki kapabilitas untuk berpikir di luar masa sekarang. Sebuah pembelajaran yang dikatakan oleh seorang psikologis Matthew A. Killingsworth dan Daniel T. Gilbert dari Universitas Harvard, menemukan 46.9 persen manusia menyempatkan waktu mereka saat bangun dari tempat tidur untuk memikirkan sesuatu daripada melakukan sesuatu, dan hal tersebut akan menghasilkan ketidakbahagiaan.

Fokus pada masa kini, dan kita akan menuju pada peningkatan kepuasaan dari apa kondisi kita saat ini – dan juga meningkatkan rasa penerimaan terhadap fakta masa sekarang yang diberikan pada kita.

Dengan pemahaman tersebut, kita akan mendapatkan banyak manfaat:

1. Lakukan amal baik sebanyak-banyakan jika kita mampu tanpa menunda-nunda, karena kita tidak tahu berapa banyak waktu dan kejadian yang kita lalui.
2. Bertaubatlah pada dosa-dosa kita, dan bergeraklah sekaligus menggantinya dengan amalan-amalan baik.
3. Berusaha terbaik di masa sekarang daripada mengharapkan keajaiban yang terjadi di masa depan.
4. Ambil tanggung jawab personal pada situasi yang kita hadapi daripada menghabiskan waktu dan energi dengan menyalahkan orang lain.
5. Sadarlah tidak akan ada manfaat jika terlalu terfokus pada masa lalu, karena kita tidak mampu mengubahnya
6. Tingkatkan skill manajemen waktu
7. Mentafakuri keindahan dari apa yang kita pandang, kita dengar, dan kita rasakan pada apa-apa di sekitar kita dan berterimakasih kepada Allah karena kita mampu merasakannya.

Tunjukkan rasa syukur kepada Allah pada setiap napas yang Allah berikan kepada kita pada bulan ini, dengan cara terus berpositif mempergunakan waktu-waktu kita, apakah itu selama berkendara, menunggu lift saat bekerja, membuat makanan untuk keluarga, atau sebelum tidur malam. Tantang dirimu sendiri untuk hidup di masa kini dan rasakanlah kedamaiannya, ketenangan, dan kebebasan dari apa yang kita dapatkan. Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *