Keutamaan Masjid


Seseorang yang pergi ke masjid dengan maksud untuk beribadah, baik shalat, I’tikaf, membaca Al Qur’an, dan lain-lainnya, kemudian dihalang-halangi dan dilarang untuk melakukan itu, maka orang yang menghalang-halangi itu termasuk orang yang zalim dan paling aniaya. Mengapa? Beribadah kepada Allah SWT. merupakan bentuk pengabdian kepada seorang hamba kepada penciptanya. Masjid itu sendiri adalah tempat untuk beribadah kepada-Nya. Bagaimana mungkin seorang mahluk, yang diciptakan oleh-Nya, melarang seseorang untuk beribadah kepada Allah Swt. di rumah-Nya?

Orang yang termasuk aniaya dalam ayat ini adalah orang yang ingin menghancurkan rumah Allah, yaitu agar tidak ada masjid di muka bumi. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh pasukan gajah atau orang Nasrani yang menghancurkan Baitul Maqdis. Padahal, tidak menghancurkannya. Masjid adalah tempat perlindungan. Mereka pun tidak layak massuk kedalam masjid kecuali degan rasa takut kepada Allah. Perbuatan orang-orang aniaya ini sangat tercela sehingga Allah Swt. pun menurunkan azab, sebagaimana yang menimpa Abrahah dan kaumnya. Di akhirat pun, mereka mendapatkan siksa yang sangat pedih.

Ayat ini menjelaskan tentang shalatnya Nabi Muhammad saw. untuk pertama kali, yaitu menghadap Baitu Maqdis selama 16 bulan, padahal ketika itu beliau berada di Mekah. Setelah itu, arah kiblat berubah dengan menghadap Ka’bah. Ibadah yang telah dilakukan oleh Nabi saw dan sahabat ketika menghadap Baitul Maqdis, tidak sia-sia di hadapan Allah Ta’ala.
Keutamaan Masjid

Keutamaan Masjid

Ayat ini pun menjelaskan tentang keringanan bagi orang yang telah berada dalam perjalanan, seperti menggunakan pesawat, mobil, kereta api, dan sebagainya. Ke mana saja arah kendaraan melaju, seseorang dapat mendirikan sholat sesuai dengan arah kendaraan. (Tafsir Taisir Al Karim Ar Rahman, Abdurrahman As Sa’di dan Tafsir Al Qur’an Al ‘Adhim, Ibnu Katsir)

Khasanah Pengetahuan

Dalam Al Qur’an, kata “masjid” disebutkan sebanyak 28 kali. Masjid itu sendiri berasal dari kata sajada yasjudu yang artinya bersujud, sedangkan masjid adalah tempat bersujud. Dengan kata lain, masjid adalah tempat beribadahnya umat Islam. Ada arah yang ditentukan ketika beribadah di dalamnya, yaitu menghadap Ka’bah yang berada di kota Mekah, Saudi Arabia. Menghadap Ka’bah ini di sebut pula menghadap kiblat. Salah satu hikmahnya adalah menjadikan umat Islam satu arah, satu hati, dan satu tujuan, yaitu menghadap kepada Allah Swt.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, sejumlah ilmuan yang menemukan fakta bahwa Ka’bah adalah pusat bumi karena posisinya terletak di “titik nol” dari Kutub Utara dan Kutub Selatan. Dengan posisinya ini, orang yang tinggal di sekitarnya mempunyai kesehatan yang lebih baik daripada orang yang di daerah lain karena tidak banyak dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Tempat ini disebut pula “Zero Magnitesm Area” atau daerah di mana arah jarum kompas menunjukakan angka nol. Hal ini menjadi bukti bahwa Ka’bah berada di daerah dengan pengaruh gravitasi minimal.

Masjid memiliki beberapa fungsi, selain dari tempat shalat kaum muslimin, antara lain sebagai tempat bermusyawarah, memperdalam ilmu agama, tempat bersatunya umat Islam dari berbagai status, termasuk tempat menyusun strategi perang yang dilakukan Rasulullah saw. dan sahabat dahulu.

Dari seluruh masjid yang ada di muka bumi, ada tiga masjid yang mempunyai keistimewaan khusus, yaitu Masjidilharam di Mekah, Masjid Nabawi di Madinah, dan Masjidilaqsa di Palestina. Umat Islam sangat dianjurkan untuk berziarah ke tiga masjid tersebut.

Adapun hal yang tidak boleh dilakukan terkait masjid adalah: tidak boleh membangun masjid di atas pekuburan dan tidak boleh menjadikan kuburan orang saleh sebagai tempat ibadah.

Panduan Amal

Cara menghormati masjid, antara lain:

1. Memakai pakaian yang bersih, terutama ketika akan melaksanakan shalat di masjid;
2. Suci dari hadas dan selalu mempunyai wudu;
3. Menjaga kebersihan dalam atau luar ruangan masjid (HR Muslim)
4. Tidak membuat kegaduhan selama berada di dalamnya, baik berupa teriakan atau hal-hal yang bersifat duniawi lainnya;
5. Shalat sunnat dua rakaat tahiyatul masjid ketika tiba di masjid;
6. Berniat untuk I’tikaf selama berada di dalam masjid;
7. Memperbanyak bacaan Al Qur’an;
8. Selalu berjamaah shalat lima waktu;
9. Tidak memakan makanan yang mengeluarkan aroma bau sehingga orang lain merasa tidak nyaman ketika beribadah. (HR Muslim)
Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *