Ka’bah – Kiblat Muslim Dunia


Siapa yang tak mengenal bangunan berwarna hitam dimana bangunan tersebut menjadi kiblat bagi seluruh muslim dunia. Bangunan yang selalu dirindukan bagi mereka yang akan bertamu ke rumah Allah Swt, ialah Ka’bah. Ka’bah, bangunan yang hampir menyerupai kubus ini berada di kota Mekkah tepatnya berada di tengah Masjidil Haram.

Ka’bah merupakan bukti kontinuitas keberlanjutan sejarah pra-Islam, zaman kenabian, hingga masa Islam modern saat ini. Disimbolisasikan sebagai rumah Tuhan, Ka’bah juga merepresentasikan denyut jantung muslim dunia. Bangunan berbentuk kubus itu terbuat dari batu granit, dengan tinggi sekitar 13,1 m dan sisi 11,03 m. Di dalam Ka’bah, terdapat lantai yang terbuat dari marmer dan batu pualam.

Ka’bah dinamakan sebagai Bayt al Atiq merupakan bangunan yang dipugar pada masa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, setelah Nabi Ismail berada di Mekkah atas perintah Allah Swt. Di dalam Al Quran dijelaskan,

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilahmereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS Ibrahim : 37)

Saat itu Nabi Ibrahim menerima wahyu untuk mendirikan Ka’bah di kota Mekkah. Ka’bah yang didirikan nabi Ibrahim terletak tepat di tempat Ka’bah lama yang didirikan Nabi Adam yang hancur tertimpa dengan banjir bandang pada zaman Nabi Nuh. Tahun 1500 SM yang tercatat adalah pada tahun pertama Ka’bah dan kembali didirikan. Pada awalnya bangunan tanpa atap, hanyalah empat tembok persegi dengan dua pintu. Di salah satu sisi bangunan yang diisi dengan batu hitam besar dikenal dengan nama Hajar Aswad. Batu ini sangat isitimewa, karena batu ini diberikan oleh Malaikat Jibril. Sampai saat ini, jutaan umat muslim saling bergantian untuk mencium batu tersebut.

Setelah itu, Ka’bah dirobohkan kembali untuk dilakukan renovasi, dan Al-Walid bin Al-Mughirah Al-Makhzumy adalah orang pertama kali merobohkan Ka’bah untuk membangunnya menjadi bangunan baru. Pada zaman Nabi Muhammad, renovasi pun juga pernah dilakukan pasca banjir bandang besar melanda. Bahkan renovasi terbesar dilakukan pada tahun 692.

Ka’bah atau Baitullah ini dibangun di atas dasar pondasi yang kokoh. Keempat sisi Ka’bah ditutup dengan selubung yang dinamakan dengan Kiswah. Sejak Zaman Nabi Ismail, Ka’bah sudah diberikan penutup yang berupa Kiswah ini. Kiswah tersebut terbuat dari bahan sutra asli yang dilengkapi kaligrafi dari benang emas. Satu tahun Ka’bah dicuci sebanyak dua kali, pada awal bulan Dzul Hijjah dan awal bulan Sya’ban.

Pada masa itu sempat terjadi perselisihan antar kabilah ketika ingin meletakkan kembali batu Hajar Aswad. Namun perselisihan itu berhasil diselesaikan dengan baik tanpa harus ada pertumpahan darah. Lingkungan Ka’bah pun sempat dipenuhi dengan patung-patung sebagai perwujudan dari Tuhan bagi bangsa Arab pada masa jahiliyah. Namun akhirnya Ka’bah dibersihkan dari patung-patung ketika Nabi Muhammad Saw. telah membebaskan kota Mekkah tanpa pertumpahan darah.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *