Hiduplah dengan Optimis


Nabi Muhammad saw selalu memandang kehidupan ini dengan penuh optimisme. Beliau sangat mengagumi optimisme dan memerintahkan para sahabatnya untuk menjadi orang yang selalu optimis. Bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun Nabi saw mengajari kita cara untuk menangani kecemasan dan ketakutan dalam satu kata saja, optimis!

Hiduplah dengan Optimis

Kita semua ingat kisah hijrahnya Nabi saw dari kota Mekah ke kota Madinah, ketika Nabi dan sahabatnya Abu Bakr memasuki gua, dan orang musyrik mencari mereka, dan sedikit sekali jarak antara mereka dan kematian jika orang-orang musyrik mendapati mereka namun rahmat Allah dan perlindungan-Nya lebih besar dan lebih kuat daripada tipu daya para penyembah berhala.

Dalam situasi sulit seperti itu Abu Bakr menolehkan kepalanya kepada Nabi saw dan berkata kepadanya, “Wahai Rasulullah saw: “Jika salah satu dari mereka melihat posisi kedua kakinya maka dia akan melihat kita, dan beliau berkata kepadanya,” Wahai Rasulullah, aku tidak takut diriku sendiri, namun aku takut akan keselamatan dirimu … Ini adalah kondisi dan situasi ketakutan dan kecemasan yang sangat tinggi. Namun bagaimana Nabi saw mengatasi situasi seperti itu? Mari merenungkan teks ilahi yang menggambarkan kepada kita tentang peristiwa tersebut:

“Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad), maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang Dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu Dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir Itulah yang rendah. dan kalimat Allah Itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS At-Taubah:40)

Ungkapan yang sangat menakjubkan “Janganlah takut karena Allah menyertai kita” dengan demikian setiap mukmin harus ingat kalimat ini ketika dihadapkan pada posisi yang sulit, dan demikian pula yang dilakukan oleh para Nabi, termasuk Nabi Yakub yang diuji oleh kehilangan anak-anaknya. Apa yang dia lakukan oleh beliau? dan bagaimana mengatasi keprihatinan dan kesedihan ini? Apakah beliau pesimis dan marah dan menjadi gelisah? Lihat apa yang ia katakan kepada anak-anaknya: “Hai anak-anakku, Pergilah kamu, Maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. [QS Yusuf: 87].

Lihatlah ungkapan yang luar biasa ini: “dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. Kata-kata yang paling indah untuk mengobati kecemasan dan pesimisme.

Terakhir, renungkanlah bagaimana Al-Quran mengajarkan kepada kita harapan dan keyakinan terhadap rahmat Allah, dan kita selalu melantunkannya pada saat kita butuh dan dan mengahadapi masalah sehingga kelak Allah akan merespon permohonan kita, asalkan berdoa dengan tulus! Allah berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. QS [Al-Baqarah: 186].

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *