Gu Hira – (Iqra) Bacalah!


“Bacalah, dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS Al Alaq: 1-5).

Diketahui beberapa tahun sebelum dan setelah menikah dengan Khadijah binti Khuwalid, Muhammad Saw. kerap menyendiri di Gua Hira untuk melakukan tafakur. Biasanya Muhammad membawa bekal makan dan minum, jika habis maka ia akan pulang ke rumah dan mengambil bekal. Sampai akhirnya di Gua Hira ini Rasulullah mendapatkan wahyunya yang pertama melalui Malaikat Jibril.

Dari Imam Bukhari telah meriwayatkan, hadits daripada Aisyah ra. menjelaskan bahwa sebelum penurunan wahyu yang pertama ini Rasulullah Saw. sering mengalami mimpi dalam tidurnya. Rasulullah Saw. pernah bermimpi yang didalam mimpinya seperti cahaya subuh.

Gua ini memang mempunyai kedudukan penting dalam sejarah islam, jamaah haji atau umroh pun akan selalu mengunjungi gua Hira. Gua Hira terletak di atas Jabal Nur, berada sekitar enam kilometer di luar kota Mekkah Arab Saudi dan pada ketinggian 2500 dari kaki Jabal Nur.

Saat menerima wahyu yang pertama, Nabi Muhammad yang berada di Gua Hira dalam keadaan terlelap didatangi oleh Malaikat Jibril. Dia bingung serta takut ketika sosok perkasa nan rupawan itu menyodorkan untaian alfabet pada lempengan kristal yang memancarkan cahaya hijau memukau. Malaikat Jibril lantas berujar: “Iqra (bacalah).” Muhammad yang salah duga lalu menjawab: “Ma ana biqirain” (saya tidak bisa membaca). Muhammad menyangka bahwa Jibril menyuruhnya membaca, padahal yang dimaksudnya adalah mengikuti bacaannya. Hingga tiga kali dipaksa membaca oleh Malaikat Jibril, dengan tubuh gemetar dan jantung yang berdebar, Muhammad lantas membahanakan firman Allah: “Iqra bismirabbik (bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu)”.

Saat Jibril kembali ke langit, Muhammad lari terbirit-birit menuju ke rumahnya di tengah malam yang teramat benderang oleh kilauan bintang. Tubuhnya menggigil, dan ketika sampai di rumah Khadijah lalu menyelimuti Rasulullah Saw.

Hingga saat ini Gua Hira selalu dikunjungi oleh para jemaah untuk berziarah dan melihat sejarah islam pertama penerimaan wahyu Allah Swt.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *