Cara Sederhana untuk Bahagia


Bagi umat muslim, untuk mendapatkan kebahagiaan, tidak perlu mencarinya dengan susah payah. Karena kebahagiaan itu ternyata sangat dekat dan bisa diciptakan dengan menetapkan kondisi hati seperti dalam doa berikut:

Cara Sederhana untuk Bahagia

“Ya Allah, jadikanlah aku merasa qana’ah (merasa cukup, puas, rela) terhadap apa yang telah engkau rezeqikan kepadaku, dan berikanlah barakah kepadaku di dalamnya, dan jadikanlah bagiku semua yang hilang dariku dengan yang lebih baik.” (HR Al Hakim)

Ini sejalan dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Beruntunglah orang yang memasrahkan diri, dilimpahi rezeqi yang sekedar mencukupi dan diberi kepuasan oleh Allah terhadap apa yang diberikan kepadanya.” (HR. Muslim, At-Tirmidzi, Ahmad dan Al-Baghawi).

Rasulullah adalah teladan bagaimana menciptakan kebahagiaan melalui cara yang sederhana. Rasulullah menikmati tidur di alas tidur kasar yang menyebabkan guratan di pipinya. Beliau juga makan secara sederhana, tidak banyak tuntutan, namun justru menjadikan makan lebih nikmat.

Maka do’a riwayat Al-Hakim yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini merupakan kunci agar kita mampu bersikap secara tepat terhadap dunia: qana’ah terhadap rezeqi dari-Nya, barakah atas rezeqi yang kita terima dan ganti yang lebih baik (bukan lebih banyak) atas apa-apa yang terlepas dari kita. Sungguh, rezeki yang tak barakah, amat jauh dari kebaikan.

Jika tiga hal ini ada pada kita, maka semoga lisan kita mampu memanjatkan do’a yang menyempurnakan pembersihan jiwa kita. Do’a itu adalah:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari (bahaya) rasa gundah gulana dan kesedihan, (rasa) lemah dan malas, (rasa) bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penguasaan orang lain.”

Inilah do’a yang memohon pertolongan Allah Ta’ala agar kita mampu mengalahkan hasrat untuk mengistirahatkan badan di saat ada kebaikan yang seharusnya kita kerjakan; memohon kekuatan untuk tidak berpelit dalam mengulurkan rezeki kepada orang lain; serta kelapangan hati untuk memberikan jasa kita yang membawa kebaikan.

Semoga kita terhindar dari ghurur (terkelabui) disebabkan angan-angan kita sendiri. Marilah kita memanjatkan do’a kepada Allah Ta’ala:

“Ya Allah, tunjukilah kami bahwa yang benar itu benar dan berilah kami rezeki kemampuan untuk mengikutinya. Dan tunjukilah kami bahwa yang batil itu batil, serta limpahilah kami rezeki untuk mampu menjauhinya.”

Semoga kita tak terpedaya oleh persepsi kita sendiri. Sungguh, kebenaran itu bukan bergantung pada persepsi kita. Baik dan buruk juga bukan bergantung kepada persepsi kita. Bukan bergantung pada cara pandang kita.

Lisan kita berdo’a. Hati kita berharap. Tapi, apakah kita pun merenungkan maknanya?

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *