Berbicara yang Baik


Tahukah bahwa ucapan-ucapan yang keluar dari mulut kita bisa sebelumnya diproses sebelum disampaikan atau dikatakan? Atau kita berbicara hanya seperti membuang sebuah kertas yang tidak berguna ke dalam tempat sampah?

Berbicara yang Baik

Hal yang seharusnya kita pahami di dalam kisah-kisah sahabat Radiyallahu Anhum, mereka akan mencegah diri mereka sendiri untuk tidak sekedar mengucapkan kata-kata yang irelevan atau tidak mengatakan sesuatu yang tidak berguna atau hanya sekedar menghindari beberapa kelakuan yang tidak seharusnya disampaikan atau dikatakan.

Mereka menghindari semacam pembicaraan yang tidak berguna, atau sebuah pembicaraan yang membicarakan saudara seiman mereka. Dan jika salah satu dari mereka terdengar membicarakan orang lain, salah satunya akan dengan tegas memperingati kawan-kawan yang lain, karena satu sama lain menginginkan cita-cita yang sama dengan saudara seiman mereka, mereka ingin melihat satu sama lainnya di surga kelak.

Hal ini seharusnya menjadi sesuatu yang kita refleksikan kepada kehidupan kita. Di zaman sekarang, orang-orang akan mendapatkan masalah, pertengkaran kecil berubah menjadi pertengkaran besar, semua dikarenakan ucapan-ucapan yang tidak secara detail diucapkan, atau kata-kata yang ditambah-tambah detailnya dari pesan yang ada. Karena itu, arti dari sebuah ucapan/peristiwa yang diungkapkan akhirnya berubah sehingga akan memberikan ketidaknyamanan.

Pernahkah kita bertanya dan berpikir bahwa kata-kata kita terdengar begitu tajam? Ucapan-ucapan yang kita ungkapkan bisa menjadi pedang dengan belati di sisi masing-masing. Ucapan-ucapan kita bisa menghujam orang-orang di sekitar kita, atau bahkan kata-kata kita akan menghujam diri kita sendiri saat kita berusaha untuk merendahkan orang lain.

Tahukah kita, saat kita mencoba membicarakan keburukan orang lain, justru ucapan-ucapan itu sendiri malah merefleksikan diri kita sendiri, bahwasanya kita justru orang-orang yang berpikiran buruk dan kotor lalu hal tersebut akan merefleksikan hati kita yang keras dan gelap? Jika kita menyebarkan fintah terhadap seseorang, tahukan bahwa kita sebenarnya tengah memberikan fitnah berlipat ganda terhadap diri kita sendiri?

Astaghfirullah, coba kita merenung. Lagi pula justru tidak ada salahnya jika kita membicarakan kebaikan orang lain. Tidak ada salahnya jika kita membicarakan kebaikan orang lain dan memetik inspirasi dari orang lain. Kata-kata baik tidak akan membawa fitnah pada diri kita sendiri. Lalu mengapa kita begitu sulit melakukannya?

Pada akhirnya ingatlah, jika kita mulai membicarakan soal orang lain, orang lain pun justru tengah membicarakan kita juga.

Maka dari itu; berkatalah yang lebih baik, berpikirlah yang lebih baik, dan lebih bijak dalam bersikap.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *