Berani karena Benar


Allah Ta’ala memerintahkan Nabi saw. untuk mengatakan kepada orang-orang musyrik agar mempercaainya beserta akibat yang akan mereka peroleh apabila mengingkari dan mendustakannya. Adapun bukti kebenaran Al-Qur’an adalah pemberitaan kitab-kitab terdahulu tentang kebenaran dan kesahihan isinya. Abdullan bin Salam adalah seorang keturunan Bani Israil yang memberikan kesaksian akan kebenaran Al-Qur’an. “Dan apabila dibacakan (Al Quran itu) kepada mereka, mereka berkata: “Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Quran itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya).” (QS Al-Qashash 28:53)

Berani karena Benar

Sebelum menurunkan Al-Qur’an, Allah Ta’ala telah menurunkan Taurat kepada Nabi Musa as. sebagai peringatan kepada orang-orang kafir dan kabar gembira bagi orang-orang beriman yang mengatakan, “Rabb kami adalah Allah” kemudian mereka istikamah dan tidak merasa khawatir terhadap apa yang mereka tinggalkan. Sesungguhnya, mereka adalah calon penghuni surga yang kekal di dalamnya, yaitu sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka lakukan.

Al Baghawi menyebutkan di dalam tafsirnya bahwa ada seorang laki-laki (Abdullah bin Salam) dari kaum Yahudi yang mendatangi Rasulullah saw. Dia kemudian mengajukan pertanyaan dan Nabi saw. menjawab pertanyaan itu. Akhirnya, Abdullan bin Salam pun menyatakan diri masuk Islam dan mengakui bahwa Rasulullah saw. adalah utusan-Nya.

Istikamah dalam meniti jalan kebenaran

Orang-orang yang lurus akidahnya adalah mereka yang konsisten terhadap ajaran agamanya, menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, menegakkan kebenaran, dan istikamah dalam ketaatan. Adapun yang dimaksud dengan istikamah, sebagaimana diungkpakan oleh Syaikh Shalih Alu Syaih, yaitu teguh dan terus menerus menegakkan syariat di atas agama, yaitu senantiasan taat kepada Allah Ta’ala dan menjauhi segala hal yang dapat mendatangkan kemurkaan-Nya. Istikamah meliputi urusan zahir dan batin, yaitu amalan jawarih (anggota badan) dan amalan hati.

Mengenai hal ini, Sufyan bin Abdullah Ats Tsaqafi berkata, “Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku suatu perkataan tentang Islam, yang tidak mungkin aku tanyakan kepada siapa pun selain kepada engkau.” Rasulullah saw. bersabda, “Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah, lalu istikamahlah.” (HR Muslim)

Semangat untuk menegakkan kebenaran harus diazamkan dalam hati sehingga melahirkan niat yang mantap lagi kokoh. Mantap dan kokohnya niat sangat diperlukan aagr upaya menegakkan kebenaran tidak sekadar ikut-ikutan atau hanya karena terpaksa. Dengan demikian, niat harus dikokohkan dalam sanubari yang paling dalam sehingga akarnya benar-benar menghujan pada kedalaman jiwa. Niat yang kokoh niscaya tidak akan mudah dipengaruhi oleh berbagai ancaman maupun godaan.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *