Belajar Mengendalikan Amarah dari Rasulullah


Marah merupakan salah satu emosi yang dianugerahkan Allah Swt kepada manusia. Umumnya, kemarahan dipicu oleh ketidakpuasan atau ketidaksesuaian terhadap sesuatu. Islam menyarankan umatnya untuk menahan emosi agar tidak marah ketika menghadapi ketidakpuasan. Penyebabnya, marah akan menumpulkan hati, sehingga bisa menjauhkan diri dari Allah Swt.

Marah merupakan salah satu upaya setan memperdaya manusia supaya menjadi pengikutnya di akhirat nanti.

Belajar Mengendalikan Amarah dari Rasulullah

Muslim sejati tentunya tidak mau menjadi pengikut setan dengan selalu mengedepankan amarah dalam menyikapi sesuatu yang tidak memuaskan. Karena itu, pengendalian diri merupakan kunci yang terbaik. Rasulullah, sebagai teladan yang sempurna, memberikan jalan bagaimana mengendalikan emosi, agar tidak meledak-ledak oleh amarah.

Rasulullah menyarankan, “Bila salah seorang dari kamu marah dalam keadaan berdiri, hendalah duduk, bila kemarahan masih belum hilang hendaklah ia berbaring.” (HR Ahmad).

Saat Rasul saw melihat seseorang sedang marah besar, beliau bersabda, “Aku akan ajarkan kalimat-kalimat kalau dia membacanya akan hilang kemarahannya. Kalau dia mengucapkan A’udzubillahi min as syaithonir rajiim pasti akan hilang amarahnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan dua hadist tersebut, saat berlindung kepada Allah dari setan berarti mengakui bahwa emosi adalah perbuatan setan, dan emosi bisa dihalau dengan cara meyakini bahwa kebaikan dan keburukan semua datang dari Allah dan kita harus harus selalu ridha dengan ketentuan-Nya. Kita harus yakin bahwa apapun yang terjadi kepada kita, merupakan pemberian yang terbaik, asalkan kita mau berpikir dengan pikiran yang jernih dan hati yang lapang. Selain itu, mengingat Allah lalu berlindung kepada-Nya dari kejahatan setan, akan menghasilkan ketenteraman hati secara signifikan.

Orang kuat dalam Islam adalah orang yang mampu mengendalikan amarahnya. Salah satunya dengan selalu mengingat Allah yang senantiasa mengawasi kita. Dalam kondisi saat ini yang mudah memincu ketegangan, kemampuan mengendalikan diri dan sikap toleran mutlak diperlukan. Tujuannya, agar emosi yang merugikan tidak menguasai kita sehingga tetap berada dalam kondisi pikiran yang jernih dan hati yang tenang dalam menyikapi segala sesuatu yang dapat memicu amarah.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *