Tidur yang Barakah

Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat” (QS. An Naba [78]: 9)

Tidur merupakan bagian dari aktivitas manusia, yang sengaja Allah ciptakan agar manusia bisa beristirahat setelah lelah melakukan aktivitasnya. Pada saat tidur, umumnya manusia bagaikan mati, karena fungsi-fungsi jiwanya bagaikan tidak bekerja. Tetapi, bagi sebagian orang, tidur dijadikan sebagai saat untuk meningkatkan aktivitas spiritual, sehingga ketika bangun, bukan hanya tubuhnya yang segar, juga jiwanya. Bahkan orang-orang shalih sering mendapat ilham saat sedang tidur.

Islam secara lengkap mengatur tentang segala hal yang dilakukan manusia, agar apa yang dilakukannya itu bermanfaat. Adab atau etika saat melakukan sesuatu, telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Salah satunya adab tidur.

Berikut ini beberapa etika tidur yang bisa dilakukan agar tidur kita menjadi berkah

1. Tidur cepat; menurut Aisyah ra., Rasulullah saw selalu mulai tidur di awal malam. Kata Aisyah, “Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam selalu mulai tidur pada awal malam dan bangun di sepertiga terakhir, lalu beliau shalat.” (muttafaq’alaih). Rasulullah selalu tidur setelah shalat Isya. Dikemukakan oleh Abu Barzah ra, “Rasulullah tidak menyukai tempat tidur sebelum Isya dan berbincang-binang sesudahnya.” (HR. Bukhari)

2. Dalam keadaan berwudhu; Rasulullah bersabda,”Apabila engkau mau tidur, berwudhulah seperti berwudhu untuk shalat.” (muttafaq’alaih)

3. Berbaring di atas lambung kaman berbantal tangan kanan;  “… Kemudian tidurlah di atas bahumu sebelah kanan” (muttafaq’alaih), sebagaimana dicontohkan Rasulullah. Kemudian boleh beralih di atas lambung kiri dan berbantalkan tangan kiri. “Apabila Rasulullah telah berada di tempat tidurnya, beliau tidur di atas bahu sebelah kanan” (HR Bukhari)

4. Hindari posisi yang membahayakan kesehatan; misalnya terlalu lama tidur dengan tengkurap. Ya’isy bin Thikhfah Al Ghifari ra. Meriwayatkan dari ayahnya, “Ayaku berkata: Ketika aku sedang tidur tengkurap di dalam masjid, tiba-tiba ada seseorang yang menggerak-gerakkan aku dengan kakinya, seraya berkata, “Sesungguhnya ini adalah tidur yang dimurkai Allah.’ Lalu aku pun melihat, ternyata dia adalah Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam

5. Sebelum tidur membaca beberapa ayat; Aisyah ra berkata, “Apabila Rasulullah hendak tidur, beliau meniup kedua tangannya dan membaca muawwidzat (Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas) lalu beliau mengusap badannya dengan kedua tangannya”. (HR. Bukhari)

6. Berdoa; tentu dengan doa yang dianjurkan Rasulullah, “Bismika allahumma ahya wa amuutu” (Dengan nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati) (HR. Bukhari)

7. Jika mimpi buruk, terkejut atau takut; disunnahkan membaca, “A’udzu bi kalimatillahi tammati min ghadhabihi wa ‘iqabihi wa syarri’ibadihi min hamazatisy-syaithaani an-yahdurun” (Aku berlindung dengan kalimat Allah [Al Quran] yang sempurna dari murka-Nya dan dari siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya dan dari segala gangguan setan yang mendatangiku) (HR. Abu Dawud)

8. Memeriksa tempat tidur; Rasulullah bersabda, “Apabila salah seorang diantaramu hendak menempati tempat tidurnya, hendaklah mengambil kainnya, memeriksa alasnya dan bacalah basmalah, karena ia tidak mengetahui apa yang ditinggalkan di tempat tidurnya setelah ia pergi.

9. Muhasabah; Melakukan muhasabah (evaluasi diri) tentang apa yang telah dilakukan selama ini, baik perbuatan maupun perkataan, untuk kemudian segera bertobat, mohon ampunan atas segala kesalahan. Siapa tahu di saat itu adalah tidur kita yang terakhir.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *