Pentingnya Evaluasi Diri


Peningkatan kemampuan diri berawal dari upaya manusia untuk melakukan evaluasi atau muhasabah terhadap amal dan aktifitas yang dilakukannya. Pentingnya evaluasi ini dinyatakan oleh Rasulullah, “Orang yang pandai adalah orang yang mengevaluasi dirinya serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah Swt” (HR. At Tirmidzi)

Seorang muslim harus memiliki visi dan rencana untuk kehidupan yang kekal abadi. Orang yang sukses adalah orang yang mempu mengatur keinginan singkatnya demi keinginan jangka panjanganya.

Dalam kehidupan sehari-hari, evaluasi diri dilakukan sebagai bahan perbaikan terhadap apa saja yang sudah kita lakukan, dalam beraktivitas secara hablum minallah maupun secara hablum minannas. Hasil muhasabah tersebut kemudian dirumuskan dan ditindaklanjuti dengan upaya perbaikan terhadap kekurangan-kekurangan yang telah kita lakukan.

Evaluasi diri merupakan kunci kesuksesan seseorang dalam melakukan perubahan terhadap diri dan lingkungannya untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Mengenai hal ini, Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya, Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah sendiri keadaan mereka”. (QS Ar Ra’d: 11)

Evaluasi dan tindak lanjut dari evaluasi tersebut merupakan proses yang harus dilakukan seseorang terus menerus. Kaum muslim dituntut untuk selalu lebih baik dari hari ke hari, agar tidak tergolong orang yang merugi. Kita tidak boleh merasa bosan untuk selalu melakukan perbaikan, karena Allah Swt tidak hanya menilai hasil akhir dari amal seseorang, juga dari proses sejak upaya tersebut dilakukan.

Dalam melakuan evaluasi, kita bisa melihat hal tersebut dengan prinsip pedagang terhadap modal bisnisnya. Ibadah-ibadah sunnah bisa dilihat sebagai keuntungan bisnis, sedangkan kemaksiatan dan dosa sebagai kerugian dalam berbisnis.

Ketika bermuhasabah, yang bisa dilakukan saat malam hari, kita ada sistem penggantian yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kerugian-kerugian yang terjadi pada kita.

Jika hal-hal wajib kurang dikerjakan, maka segera diganti. Penggantian dilakukan saat itu juga, jika perkara wajib yang kurang tersebut termasuk yang harus ditunaikan saat itu juga. Jika ibadah-ibadah wajib tersebut tidak termasuk yang harus ditunaikan saat itu juga, maka penggantiannya dilakukan dengan memperbanyak mengerjakan ibadah-ibadah sunnah.

Kemudian, jika kurang dalam mengerjakan ibadah-ibadah sunnah, maka kekurangannya diganti dengan mengerjakan perkara yang kurang tersebut.

Jika evaluasinya melihat kerugian karena berbuat dosa/kesalahan, maka segera beristighfar, menyesali, bertobat, dan mengerjakan amal shalih yang bisa memperbaiki apa yang telah dirusaknya.

Evaluasi dan perbaikan diri hendaknya dilakukan setiap saat, agar kita bisa meraih hari esok lebih baik, di dunia maupun di akirat.

Allah Swt berfirman: “Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Hasyr: 18). Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *