Meraih Kenikmatan Berzikir


Berzikir adalah salah satu amalan memuliakan Allah Swt. Dengan berzikir, hati dan pikiran kita diarahkan untuk selalu mengingat Allah sebagai Dzat yang menciptakan kita ke muka Bumi ini. Berikut ini, ada sepuluh adab yang bisa kita lakukan untuk merasakan nikmatnya berzikir.

1. Mengetahui maksud dan tujuan berzikir, yaitu mengagungkan Allah Swt, memunculkan rasa takut kepada-Nya, merasakan kekuasaan-Nya.
2. Mengingat-ingat dan merenungi berbagai nikmat yang Allah Swt berikan. Dengan mengingat dan merenung seperti ini, berzikir seiring dengan sikap memuliakan Allah Swt dengan menyebut-Nya, memunculkan rasa rendah dan hina karena kemaksiatan yang dilakukan.
3. Merasakan hangat dan dekat dengan Allah ketika menyebut nama-Nya saat berzikir. Merasakan bahwa Allah Swt melihat saat kita berzikir. Itu sebabnya, sebagian salafushalih (orang-orang shalih terdahulu) tidak mau merentangkan kakinya saat berzikir untuk menjaga adab di hadapan Allah Swt.
4. Merenungi makna hadits qudsi yang berbunyi, “Aku Allah Swt bersama hamba-Ku selama dia berzikir kepada-Ku dan dua bibirnya bergeran menyebut-Ku.” (HR. Bukhari)
5. Jangan kecewa apalagi putus asa bila harapan belum tercapai. Ingat prinsip dari pepatah Arab, “Barangsiapa yang terus menerus mengetuk pintu, besar kemungkinan ia akan diizinkan masuk.” Sikap terus menerus, pantang berhenti, tetap meminta dan bermunajat adalah tanda taufik dan penerimaan Allah Swt.
6. Ibnul Qayim mengatakan bahwa orang yang berzikir hendaknya terus berzikir meski hatinya lalai, hingga ada waktu ia bisa lebih konsentrasi dan menikmati zikirnya. Ada juga yang mengatakan, hendaknya berzikir tidak dilakukan, kecuali dalam kondisi hati tenang dan pikiran terkonsentrasi sehingga bila hati dan pikiran bisa difokuskan, barulah seseorang bisa menikmati zikir.
7. Kondisi paling baik dalam berzikir adalah saat sepi dan seorang hamba bisa merasakan berkhalwat (berduaan) dengan Allah Swt. Ini disebutkan Rasulullah dalam haditsnya, “Dan seorang yang berzikir kepada Allah Swt dalam kondisi sendiri, lalu dua matanya meneteskan air mata” (HR Bukhari). Khalwat yang dimaksud menurut para ulama adalah tidak dalam pantauan mata manusia dan jauh dari keramaian. Sebab itulah para shalihin cenderung menyebutkan waktu berkhalwat yang paling ideal adalah di waktu malam.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *