Manfaatkan Waktu Sehat untuk Beramal Saleh


Adakah orang di dunia ini yang ingin sakit? Tentu tidak akan ada orang yang ingin mengalaminya. Tetapi, faktanya, tidak ada orang yang tidak pernah sakit. Sakit tiada lain merupakan bukti bahwa manusia adalah makhluk yang lemah.

Apabila sakit, kita tidak akan bisa menjalani aktiitas secara normal. Bekerja, belajar dan seluruh kegiatan lainnya akan terhenti. Bahkan, sesuatu yang enak akan berubah menjadi tidak enak. Makanan terasa pahit, minuman menjadi tidak segar, udara terasa dingin dan seluruh tubuh terasa lemah.

Sehat merupakan sesuatu yang mahal. Ia merupakan salah sat kenikmatan yang diberikan Allah Swt kepada manusia. Misalnya, jika seseorang terserang penyakit ringan, seperti masuk angin, sakit gigi atau sakit perut, apa yang akan dilakukannya? Terkadang orang tersebut harus mengeluarkan banyak yang untuk mengobati penyakitnya. Hari-hari pun tidak akan dapat dijalani dengan normal, waktu dilaluinya dengan perasaan tersiksa. Dalam kondisi tersebut, tidak ada harapan lain kecuali mengharapkan kesembuhan.

Salah satu bentuk syukur yang diajarkan Islam kepada manusia yakni sebelum datang masa sakit, kita harus memanfaatkan masa sehat sebaik mungkin. Sebelum datang sakit, kita harus menggunakan waktu sehat dengan mengerjakan amal-amal saleh. Kita tidak boleh menggunakan waktu sehat dengan melakukan hal-hal negatif.

Rasulullah saw. bersabda, “Pergunakanlah masa sehatmu sebelum masa sakitmu dan hidupmu sebelum matimu” (HR At Tirmidzi)

Di antara tujuan diturunkannya Islam ke muka bumi adalah menghalalkan segala sesuatu dan mengharamkan segala sesuatu yang jelek. Allah Swt. berfirman,

Orang-orang yang mengikut Rasul, nabi yang umi yang (namanya) tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang baik, melarang mereka mengerjakan yang munkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan dari mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban serta belenggu-belenggu yang ada pada mereka” (Q.S. Al A’raf: 157)

Semua makanan dan minuman yang diharamkan Allah Swt. seperti babi, bangkai dan minuman keras (khamar), terbukti dapat menimbulkan berbagai penyakit. Sebaliknya, makanan dan minuman yang ianjurkan dalam Islam seperti susu dan madu terbukti mengandung gizi yang tinggi dan dapat menyehatkan badan.

Salah satu anugerah yang diturunkan Allah Swt kepada manusia yaitu, Allah tidak menurunkan penyakit, kecuali menurunkan pula obatnya. Rasulullah saw bersabda, “Setiap penyakit ada obatnya, maka, apabila obat itu cocok untuk suatu penyakit, ia akan sembuh dengan izin Allah”. (HR. Muslim)

Rasulullah saw. sendiri telah mengajari kita cara-cara untuk menyembuhkan penyakit. Ada empat pendekatan yang dilakukan oleh Rasulullah saw dalam pengobatan, yaitu segi fisik, spiritual, emosional dan mental. Dalam pengobatan nabawi, yang disembuhkan bukan fisik saja, juga rohnya yang mencakup emosi, mental dan spiritual.

Kesembuhan suatu penyakit tidak saja ditentukan oleh obat yang dikonsumsi, juga keyakinan pasien akan kesembuhan dari sakitnya. Rasulullah saw selalu memberi pengharapan besar kepada yang sakit dengan mengatakan bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya. Tujuannya adalah menghindarkan stres yang justru mempersulit penyembuhan penyakit yang diderita pasien.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *