Keutamaan Menjaga Lisan

Salah satu anggota tubuh yang harus dijaga oleh umat muslim yang menjalankan peran sebagai orang beriman, selain hati, adalah lidah atau lisan. Karena lidah adalah terjemahan hati yang menggambarkan pemikiran seseorang. Meski tidak bertulang, tetapi lisan bisa berdampak tidak baik, jika kata-kata yang keluar darinya bukanlah perkataan yang baik. Karena itu, peliharalah lidah sebaik-baiknya.

Para ulama shalih terdahulu mengingatkan  umat Islam untuk senantiasa menjaga lidahnya dari perkataan yang tidak berguna. Jika tidak bisa, maka diam menjadi pilihan terbaik.

  • Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Segala sesuatu akan bermanfaat dengan kadar lebihnya, kecuali perkataan. Sesungguhnya berlebihnya perkataan akan membahayakan.”
  • Al-Fudhail rahimahullah menyebutkan, “Dua perkara yang akan bisa mengeraskan hati seseorang adalah banyak berbicara dan banyak makan.”
  • Abu Hatim rahimahullah membedakan antara orang yang berakal dengan orang yang bodoh berdasarkan lisannya. Menurut Abu Hatim, lisan orang yang berakal berada di belakang hatinya. Bila dia ingin berbicara, dia mengembalikan ke hatinya terlebih dulu. Jika terdapat kebaikan baginya maka dia akan berbicara. Dan bila tidak ada, dia tidak berbicara. Adapun orang yang jahil (bodoh), hatinya berada di ujung lisannya sehingga apa saja yang menyentuh lisannya dia akan (cepat) berbicara. Seseorang tidak (dianggap) mengetahui agamanya hingga dia mengetahui lisannya.”
  • Sementara itu, Al-Ahnaf bin Qais rahimahullah menyebutkan tentang keutamaan diam, jika tidak bisa berkata yang baik. “Diam akan menjaga seseorang dari kesalahan lafadz (ucapan), memelihara dari penyelewangan dalam pembicaraan, dan menyelamatkan dari pembicaraan yang tidak berguna, serta memberikan kewibawaan terhadap dirinya.”

Rasulullah saw pun mengemukakan bahwa “(orang Islam yang utama adalah) orang yang orang lain selamat dari kejahatan tangan dan lisannya.” (HR. Bukhari)

Dalam hadist lainnya, Rasulullah bersabda,  “Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang berada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka aku akan menjamin baginya al-jannah (surga).” (HR. Bukhari)

Berdasarkan pernyataan para ulama shalih terdahulu dan sabda Rasulullah tersebut, ada beberapa keutamaan yang akan diperoleh seseorang yang menjaga lisannya:

  • Hati dan lisan saling terkait. Orang yang menjaga lisannya dapat berpikir jernih dan hatinya peka terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya sehingga menghindarkan akibat buruk dari ucapan yang tidak bermanfaat
  •  Mendapat keutamaan dalam melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya.
  • Akan menjadi orang yang memiliki kedudukan dalam agamanya, karena menyelamatkan orang lain dari efek tidak baik lisan yang disampaikannya.
  • Mendapat jaminan dari Rasulullah untuk masuk ke surga.

Semoga Allah Swt memberikan kita kemampuan untuk mendapatkan keutamaan tersebut. Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *