Ancaman Meninggalkan Zakat

Sesungguhnya harta dan anak-anakmu adalah cobaan (Surat Al-Anfal 28) – Zakat, tidak bisa dipungkiri merupakan salah satu rukun islam yang memiliki porsi tinggi dalam skala prioritas dalam peribadatan islam. Zakat dalam islam jenisnya ada banyak yang pada intinya harus dikeluarkan ketika mencapai nishof. Mereka yang enggan atau meninggalkan kewajiban berzakat bahkan menurut para alim ulama dihukumi sebagai orang yang kufur karena tidak menjalankan perintah Allah. Dalam beberapa hadits dan al quran juga banyak dijelaskan tentang ancaman meninggalkan zakat yang berat.

Zakat, tidak hanya berfungsi untuk melaksanakan kewajiban kita sebagai orang islam yang beriman dan beramal sholih, namun juga membersihkan harta kita saja. Namun masih banyak orang yang seolah maju-mundur untuk melaksanakannya. Untuk itu, dalam artikel kali ini akan membahas beberapa hadits dan sumber Al-Qur’an dalam satu ulasan yang terfokus pada konsekuensi-konsekuensi dan ancaman meninggalkan zakat.

Ular berbisa yang menggigit dan memangsa orang yang tidak mau berzakat

Hadits yang paling terkenal tentang konsekuensi orang yang tidak mau melaksanakan kewajiban berzakat adalah hadits riwayat Bukhari 1403 dan 988. Dalam Hadits riwayat bukhari memiliki versi cerita bahwa orang-orang yang tidak menunaikan zakat, maka hartanya akan berubah menjadi seekor ular (banyak yang menyebutnya dengan ular aqra’). Ular ini diceritakan memiliki ujung kepala yang botak karena banyaknya racun yang dimilikinya. Dan dalam hadits riwayat Bukhari ini, ular tersebut melilit mereka yang tidak berzakat dan terus menerus menggigit mereka sambil berkata “aku adalah hartamu!”.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ مَالُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ يَأْخُذُ بِلِهْزِمَتَيْهِ يَعْنِي بِشِدْقَيْهِ ثُمَّ يَقُولُ أَنَا مَالُكَ أَنَا كَنْزُكَ ثُمَّ تَلَا ( لَا يَحْسِبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ ) الْآيَةَ

Mirip-mirip dengan hadits riwayat Bukhari diatas, Muslim dalam haditsnya menceritakan bahwa ular tersebut memiliki harta orang yang tidak berzakat diperutnya dan senantiasa mengikuti mereka yang tidak melaksanakan kewajiban zakat mereka. Ular tersebut akan memerintahkan orang-orang tersebut untuk mengambilnya dengan memasukkan tangan mereka kedalam mulut ular tersebut. Dan ketika mereka meraih harta mereka dengan memasukkan tangan mereka kemulut ular tersebut, ular tersebut memangsa dan mencabik-cabik tubuh mereka beserta harta-harta mereka.

وَلَا صَاحِبِ كَنْزٍ لَا يَفْعَلُ فِيهِ حَقَّهُ إِلَّا جَاءَ كَنْزُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ يَتْبَعُهُ فَاتِحًا فَاهُ فَإِذَا أَتَاهُ فَرَّ مِنْهُ فَيُنَادِيهِ خُذْ كَنْزَكَ الَّذِي خَبَأْتَهُ فَأَنَا عَنْهُ غَنِيٌّ رَأَى أَنْ لَا بُدَّ مِنْهُ سَلَكَ يَدَهُ فِي فِيهِ فَيَقْضَمُهَا قَضْمَ الْفَحْلِ

Emas dan Perak yang dilelehkan diatas dahi mereka yang tidak berzakat

Dalam hadits Muslim 9887 diceritakan pula bahwa harta-harta yang tidak dizakati (emas perak dan lainnya) akan dibakar menjadi satu di dalam neraka Jahanam sehingga menjadi lempengan-lempengan yang panas. Setelah lempengan-lempengan itu panas, kemudian dibakarlah dahi, punggung serta perut mereka (orang-orang yang tidak berzakat) sampai lempengan-lempengan itu menjadi dingin. Setelah menjadi dingin, lempengan-lempengan itu akan dipanaskan kembali dan dilakukanlah hal yang sama berulang-ulang kepada mereka. Sungguh pedih!

مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلَا فِضَّةٍ لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا إِلَّا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ صُفِّحَتْ لَهُ صَفَائِحَ مِنْ نَارٍ فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَيُكْوَى بِهَا جَنْبُهُ
وَجَبِينُهُ وَظَهْرُهُ كُلَّمَا بَرَدَتْ أُعِيدَتْ لَهُ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ فَيَرَى سَبِيلَهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى النَّارِ

Nah, bukankah menakutkan ancaman meninggalkan zakat yang diceritakan dalam banyak riwayat hadits diatas? Maka dari itu marilah kita mulai menjadi lebih cermat dalam membelanjakan harta-harta kita. Prioritaskan untuk berzakat ketika harta kita telah mencapai nishof untuk dizakati dan janganlah ingkar dengan sengaja meninggalkan kewajiban berzakat kita sebagai orang islam yang ingin masuk surga. Semoga kita selalu diberi sikap tegas oleh Allah ketika datang waktunya untuk berzakat. Amiin. Semoga bermanfaat.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Rumah Kurma Sahara.
Silahkan berbelanja kurma di Rumah Kurma Sahara, Butuh perlengkapan haji? Ingat Toko Rumah Kurma Sahara!
Jalan Raya Semplak Atang Sandjaja No. 224
Bogor Barat – Kota Bogor
Customer Care : 0821-1141-8832 | 0878-7386-0559
Delivery : 0859-2512-6067
WA | PIN BB : 0878-7386-0559 | DA7A086

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *