Menjadi Bangsa Yang Bermartabat

kita mengharapkan bangsa kita menjadi bangsa yang maju dan bermartabat. Bangsa yang memiliki harga diri, mandiri dan kuat dalam berbagai bidang dan mampu membangun manusianya menjadi manusia-manusia yang mulia.

Mari kita canangkan bangsa Bermartabat. ‘Bermartabat’ kita buat susun sebagai akronim yang dimulai dengan ‘Bersih’. Bangsa bermartabat dimulai dengan menjaga kebersihan lahir batinnya. Bersih dari korupsi, bersih dari kemaksiatan, bersih akidahnya, bersih akhlaknya, bersih hatinya. Bangsa yang memiliki tempat yang bersih, sistem yang bersih, keuangan yang bersih. Dan semua itu dimulai dari diri dan keluarga yang bersih.

Alloh Swt. berfirman, “(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Alloh dengan hati yang bersih,” (QS. Asy Syu’aro [26] : 88-89)

Selanjutnya adalah ‘Makmur’. Bangsa bermartabat juga adalah bangsa yang makmur tidak secara lahir saja, namun juga batinnya. Secara ekonomi kuat, dan ditopang dengan keadaan hati rakyat dan pemerintahnya yang lapang, bahagia, tidak tertekan. Untuk makmur kita perlu memiliki 3 UR, yaitu jujur, akur dan syukur.

Ciri selanjutnya dari bermartabat adalah ‘Taat’. Bangsa yang taat kepada Alloh Swt., yang telah menciptakan dan mencukupi rezekinya dan taat kepada Rosululloh Saw. Taat di sini bisa bermakna juga dengan kedisiplinan. Tidak ada bangsa yang maju tanpa kedisiplinan. Mari kita tafakuri bangsa-bangsa yang sudah maju, bisa dipastikan mereka mempraktikkan kedisiplinan dalam kehidupannya. Padahal disiplin adalah milik kita juga sebagai umat Islam. Rosululloh Saw. sudah lebih dahulu mengajarkan kedisiplinan, tinggal kita mujahadah dan istiqomah mempraktikkannya.

Ciri berikutnya adalah ‘Bersahabat’. Bangsa yang bermartabat warganya senantiasa membina dirinya dan membina pergaulannya untuk tidak menjadi ancaman bagi pihak lain. Senantiasa mengeratkan persahabatan dan persaudaraan. Mengelola perbedaan dan persamaan secara bijaksana dan adil.

Kita tahu bahwa penghuni bumi ini, khususnya bangsa kita, amat beragam. Dan, tidak sepatutnya keberagaman ini menjadi alasan untuk saling mengancam dan bermusuhan. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dan memperkaya. Saling mentafakuri dan menghargai.

Alloh Swt. berfirman, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Alloh ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Alloh Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurot [49] : 13)

Saudaraku, uraian tentang ‘bangsa bermartabat’ ini hanya ikhtiar sederhana untuk merumuskan cita-cita kita. Menjadi bangsa yang bermartabat adalah cita-cita kita dan memiliki cita-cita itu penting agar setiap langkah kita jelas arahnya.

semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat rumah kurma sahara

referensi : muslimahzone

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *